Bangkitnya si Phoenix Radio

Apakah kamu tahu cerita phoenix si burung api? Phoenix adalah burung emas dalam mitologi yang hidup selama ratusan tahun.  Ketika sudah tua dan rapuh, ia akan terbakar dalam api dan lahir kembali dari abu untuk memulai kehidupannya lagi.

Tidak selamanya dongeng bisa menjadi kenyataan, apalagi dongeng sedramatis kisah burung Phoenix. Tapi, alam semesta punya keajaibannya sendiri dan para astronom berkesempatan menyaksikan daerah yang sudah lama mati kembali “hidup”. Sama seperti mitos dalam kisah phoenix!

Abell 1033. Kebangkitan awan raksasa Phoenix Radio di angkasa. Kredit: X-ray: NASA/CXC/Univ of Hamburg/F. de Gasperin et al; Optical: SDSS; Radio: NRAO/VLA
Abell 1033. Kebangkitan awan raksasa Phoenix Radio di angkasa. Kredit: X-ray: NASA/CXC/Univ of Hamburg/F. de Gasperin et al; Optical: SDSS; Radio: NRAO/VLA

Dongeng yang jadi kenyataan ini dimulai miliaran tahun lalu, ketika lubang hitam supermasif meledak dan hidup. Cerita dimulai ketika lubang hitam supermasif melepaskan semburan partikel berenergi tinggi yang sangat besar. Semburan tersebut sangat kuat sehingga partikel-partikelnya terlontar menyebar lebih dari ratusan ribu tahun cahaya dan membentuk awan yang bersinar terang.

Selama jutaan tahun, awan tersebut bersinar terang di luar angkasa tapi bukan dalam cahaya yang bisa dilihat oleh mata. Awan tersebut bersinar dalam cahaya radio. Sampai akhirnya awan tersebut kehilangan energi dan memudar dalam kegelapan lagi.

Akan tetapi, cerita ini belum berakhir…

Beberapa tahun kemudian, ada kejadian dasyat di dekat awan raksasa tersebut. Ada dia gugus galaksi yang bertabrakan.

Tabrakan antar galaksi itu mengirimkan gelombang kejut yang sangat kuat yang membuat si awan bertindak seperti ada seseornag yang meremas botol soda. Tapi kali ini, bukan minuman soda yang menyembur ke luar. Yang terjadi awan raksasa itu kembali bersinar terang. Phoenix radio pun lahir kembali.

Potret kelahiran kembali phoenix radio bisa dilihat pada gambar di atas. Awan yang bersinar terang adalah coretan hijau yang berada di bawah pusat foto.

Fakta Menarik: Ada banyak obyek astronomi yang memancarkan radio. Tapi baru ditemukan pada tahun 1932!

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...