LEAP: Menikmati Jagat Raya Sebagai Angka

Artikel 10 Besar Lomba Esai Artikel Astronomi Populer (LEAP) LS
Penulis: Bayu Prahara (Banjaran, Jawa Barat)

Menikmati objek langit kala malam memang tiada habisnya terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan polusi lampu sedikit. Jika tidak ada gangguan seperti awan mendung dan cahaya dari bulan, bintang-bintang dilangit akan lebih terlihat karena cahaya dari mereka tidak tertutup atau kalah terang dari cahaya lain. Bahkan, kalau beruntung, kita bisa melihat sabuk tipis dari  galaksi Bima Sakti (Milky Way) dan galaksi Andromeda dengan syarat polusi lampu yang sedikit serta bulan berada pada fase mati.

LEAP: Sepinya Alam Semesta (Jika Sendiri)

Artikel 10 Besar Lomba Esai Artikel Astronomi Populer (LEAP) LS
Penulis: Fragadian Rizky Widiawan (Rawalumbu, Jawa Barat)

“The future of humanity is going to bifurcate in two directions: Either it’s going to become multiplanetary, or it’s going to remain confined to one planet and eventually there’s going to be an extinction event.”  Elon Musk

Sejauh ini Bumi adalah satu-satunya planet yang dapat menunjang kehidupan manusia. Terhitung sejak munculnya spesies homo sapiens, Bumi telah memberikan kehidupan kepada 108,2 miliar umat manusia. Saat ini, Bumi sedang menampung kurang lebih 7,4 miliar manusia dan diperkirakan akan menjadi 9,8 miliar pada tahun 2050 dan tentu akan terus meningkat setiap tahunnya.[1] Pertanyaannya, dapatkah kita secara terus menerus membebankan kepada Bumi segala dampak buruk atas berbagai permasalahan yang muncul sebagai akibat dari kemajuan peradaban manusia? Dan jika Bumi telah rusak, bagaimana nasib manusia dan kehidupan Bumi lainnya?