Api Yang Berkobar Malam Hari

Pada tanggal 5 November setiap tahun, ribuan kembang api raksasa menyala di seluruh penjuru Kerajaan Inggris Raya. Ini adalah sebuah tradisi untuk mengenang malam saat seorang lelaki bernama Guy Fawkes yang tertangkap saat berusaha meledakkan parlemen Kerajaan Inggris Raya dan membunuh raja, sekitar 400 tahun lalu.

gugus terbuka NGC 3572. Kredit: ESO
gugus terbuka NGC 3572. Kredit: ESO

Meskipun perayaan kegagalan Guy Fawkes ini hanya ada di Kerajaan Inggris Raya, seluruh dunia bisa menikmati pemandangan yang sama tahun ini! Coba gunakan imajinasimu, kau bisa melihat sebuah kembang api di foto langit malam ini, sesuatu yang melewati semua batas-batas lokasi dan dinikmati oleh orang-orang dengan  beragam kebudayaan! Awan merah berperan sebagai kembang api yang berkobar, sementara bintang-bintang biru putih adalah letupan-letupan yang berhamburan dari api.

Sebenarnya, awan gas dan debu merah fantastis serta bintang-bintang muda yang bertebaran di sekelilingnya adalah bagian dari sebuah gugus bintang yang bernama NGC 3572. Kebanyakan bintang tidak terlahir sendirian, tetapi dalam gugus-gugus, dengan banyak saudara yang terlahir pada saat bersamaan, dari sebuah awan gas dan debu. Usia mereka hampir sebaya, tetapi memiliki beragam ukuran, massa, temperatur, dan warna.

Usia hidup sebuah bintang sangat tergantung pada ukurannya saat lahir. Sebuah bintang yang lima puluh kali lebih masif daripada Matahari akan memiliki masa hidup hanya beberapa juta tahun, lebih singkat daripada Matahari, yang hidup selama sekitar sepuluh miliar tahun.

Bintang-bintang yang jauh lebih kecil daripada Matahari bisa hidup selama triliunan tahun—jauh lebih lama daripada usia Alam Semesta kita saat ini. Karena hal ini, gugus-gugus bintang seperti NGC 3572 menjadi laboratorium yang sempurna bagi para astronom untuk mempelajari bintang-bintang dalam berbagai tahap kehidupan dan mempelajari bagaimana mereka berevolusi.

Fakta menarik: Hanya sekitar 10% dari awan di gugus ini yang akan menjadi bintang. Sisa gas dan debunya perlahan-lahan akan tertiup ke ruang angkasa oleh angin-angin kuat yang berasal dari bintang-bintang terang, panas, dan masih muda itu.

Sumber: Universe Awareness Space Scoop

Ditulis oleh

Maria M. Lubis

Maria M. Lubis

Alumnus Astronomi ITB, pegawai tetap Bos Kecil Sakya, dan penerjemah/editor buku fiksi freelance yg akhirnya mendapat jawaban mengapa harus belajar Astronomi.

Tulis komentar dan diskusi...