Hujan Meteor Lyrid 2013

Hujan meteor! Itulah pertunjukan langit yang bisa kamu saksikan di akhir pekan bersama sahabat, keluarga, pacar atau bahkan sendirian.  Hujan meteor Lyrid akan menghiasi malam indahmu sekaligus menjadi rekreasi bagi mereka yang baru saja melaksanakan Ujian Nasional.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Hujan Meteor Lyrid terjadi dari tanggal 16 -26 April. Dan di tahun 2013, puncak hujan meteor Lyrid akan berlangsung pada tanggal 22 April dimulai dari jam 04.00 – 15.00 UT atau 11.00 – 22.00 wib. Dan pada saat puncak meteor yang akan tampak berkisar antara 10 – 20 meteor per jam. Lokasinya? Carilah lokasi yang bebas dari polusi cahaya.

Rasi Lyra dan hujan meteor Lyrid yang tampak datang dari bintang Vega. Kredit: StarWalk
Rasi Lyra dan hujan meteor Lyrid yang tampak datang dari bintang Vega. Kredit: StarWalk

Di langit, Hujan Meteor lyrid akan tampak muncul dari bintang terang Vega di rasi Lyra. meskipun demikian, hujam meteor Lyrid tidak memiliki hubungan apapun dengan Vega. Sumber hujan meteornya berasal dari debu ekor komet Tatcher yang kemiringan orbitnya hampir 80 derajat dengan bidang Tata Surya  dan ukurannya tidak lebih besar dari butiran pasir. Butiran debu inilah yang memasuki atmosfer Bumi dan melintas cepat dengan kecepatan 49 km/det.  Komet Thatcher menghabiskan sebagian besar waktunya jauh dari planet sehingga ia bebas dari gangguan gravitasi planet-planet. Ini jugalah yang menjadi alasan mengapa aliran sisa komet Thatcher tetap stabil.

Saat melintas, hujan meteor Lyrid akan tampak terang bahkan kadang ada yang kecerlangannya melebihi terangnya bintang Kejora aka si Planet Venus uang kta kenal sebagai Fireball atau bola api. Biasanya si bola api akan menyisakan jejak puingpuing yang bertahan selama beberapa menit. Jika beruntung, pengamat di Bumi bisa melihat fireball Lyrid.

Hujan meteor Lyrid merupakan hujan meteor “paling lama” dibanding hujan meteor lainnya semenjak diidentifikasi 2600 tahun yang lalu.  Semenjak pertama kali dilihat dan direkam 2600 tahun lalu, hujan meteor Lyrid diketahui pernah berlangsung 100 meteor per jam. Catatan pertama dari Hujan Meteor Lyrid direkam oleh pengamat di Zuo Zhuan, China tanggal 22 Mei 687 SM, dan digambarkan “di hari xin mao bulan ke-4 di musim panas (pada tahun ke-7 Raja Zhuang dari Lu), di malam hari bintang tidak tampak, dan di tengah malam bintang jatuh laksana hujan”, atau singkatnya mereka menyebut hujan meteor Lyrid sebagai  “Stars feels like rain”. Laju meteor Lyrid pada tahun 1922, 1945 dan 1982 pernah mencapai kisaran 90 – 100 meteor per jam. Namun kemudian laju hujan meteor Lyrid semakin semakin menurun dan kini yang bisa dilihat hanya berkisar 10-20 meteor per jam saat hujan Meteor Lyrid berlangsung.

Pengamatan
Karena hujan meteor Lyrid akan tampak datang dari rasi Lyra, saat melakukan pengamatan kita harus mengetahui kapan rasi Lyra akan terbit dan tenggelam. Di bulan April 2013, Rasi Lyra baru akan terbit sekitar pukul 22.00 malam, karena itu waktu terbaik untuk melakukan pengamatan adalah lewat tengah malam sampai jelang dini hari saat rasi Lyra sudah berada di atas horison.  Atau pada kisaran jam 00.00 – jelang fajar.

Rasi Lyra tampak di timur laut pada jam 2 dini hari. Kredit: StarWalk
Rasi Lyra tampak di timur laut pada jam 2 dini hari. Kredit: StarWalk

Hujan meteor Lyrid tahun ini cukup menarik karena Bulan sudah di ufuk Barat dan terbenam jam 02.26 wib. Jadi saat pengamatan, tidak akan ada cahaya bulan yang mengganggu penglihatan untuk menikmati hujan meteor Lyrid. Tapi buat pengamat yang tinggal di kota dengan cahaya lampu kota yang terang, tampaknya ini akan jadi gangguan terbesar. Jauh lebih baik kalau kamu ke lokasi yang tidak terganggu polusi cahaya untuk bisa menikmati Lyrid.

Segitiga musim panas. Kredit: StarWalk
Segitiga musim panas . Kredit: StarWalk

Arahkan pandangan ke langit, dan carilah segitiga musim panas (Vega, Deneb & Altair). Deneb adalah bintang paling cerlang pada rasi Cygnus, Altair pada rasi Aquila dan pusatkan perhatian Vega, bintang paling terang pada rasi Lyra. Dari arah rasi Lyra inilah akan tampak berkas sinar berseliweran dengan cepat. Itulah hujan meteor Lyrid. Selain hujan meteor Lyris, planet Saturnus juga masih tampak di langit malam untuk dinikmati keindahannya.

Clear Skies!

Ditulis oleh

Avatar

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...