Cerita Dawn dari Orbit Ceres

Perjalanan menelusuri kembali sejarah Tata Surya lewat asteroid sedang dilakukan oleh misi Dawn yang dikirim untuk mempelajari asteroid Vesta dan Ceres. Misi yang diluncurkan pada tahun 2007 tersebut merupakan misi pertama yang mengorbit dua asteroid dan mengunjungi si planet kerdil Ceres. Setelah menyambangi asteroid Vesta pada tahun 2011 dan menyelesaikan misi selama 14 bulan di sana, Dawn kemudian menyambangi asteroid kedua yakni Ceres.

Wahana Dawn tiba di orbit Ceres pada bulan Maret 2-15 dan seiring dengan perjalanannya yang semakin mendekati Ceres, maka semakin banyak pula cerita yang ia ungkap.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bagaimana astronom bisa mengetahui setiap perkembangan? Tak lain dan tak bukan adalah lewat foto-foto dan data yang dikirim oleh setiap wahana yang diluncurkan. Demikian juga dengan misi Dawn.  Wahana antariksa yang satu ini juga sibuk memotret asteroid Ceres untuk dikirim ke penduduk Bumi. Hasilnya, lebih banyak petunjuk terkait titik terang misterius dan kehadiran puncak piramida yang menjulang di lanskap datar asteroid Ceres.

Kisah dari permukaan Ceres mengungkapkan banyak fitur menarik dan unik. Contohnya, satelit es di bagian terluar Tata Surya pada umumnya memiliki kawah dengan lubang di tengah. Dan ternyata lubang di tengah kawah pada Ceres lebih umum ditemukan. Kehadiran Dawn akan mengungkap kisah Ceres yang selama ini tidak dapat dilihat oleh manusia.

Ketika melakukan pemetaan kedua dari ketinggian 4400 km di atas Ceres, wahana Dawn melihat adanya titik terang yang berada di kawah ukuran 90 km. Tak hanya itu, titik kecil di kawah juga semakin banyak yang tampak dibanding hasil pengamatan sebelumnya. Ada sekitar 8 titik yang tampak selain 1 titik terang yang diperkirakan selebar 9 km. Para astronom menduga titik tersebut merupakan materi yang dapat memantul.  Tersangka utamanya adalah es dan garam.

Keberadaan spektrometer inframerah dan cahaya tampak di Wahana Dawn memberi kesempatan bagi para astronom untuk mengidentifikasi mineral yang ada di Ceres dari pantulan cahayanya. Setiap mineral memantulkan cahaya pada rentang cahaya tampak maupun inframerah dengan keunikan tersendiri. Tanda inilah yang menjadi pengenal bagi para astronom untuk mengetahui komponen apa yang ada di Ceres. Dengan cara inilah para astronom akan mengungkap titik terang di misterius yang ada di Ceres.

Selain titik terang, foto yang dikirim wahana Dawn juga menunjukkan kehadiran gunung dengan lereng curam yang tampak menonjol di area datar dan relatif mulus alias tidak terdapat banyak fitur geologi di permukaan Ceres. Struktur gunung yang dilihat Ceres memiliki ketinggian 5 km di atas permukaan Ceres.

Selain gunung, Ceres juga diketahui memiliki kawah berbagai ukuran dan sebagian besar memiliki puncak di pusat. Kehadiran kawah-kawah ini menjadi bukti aktivitas di permukan di masa lalu Ceres, termasuk di dalamnya arus, tanah longsor, dan struktur yang mengalami keruntuhan.  Dari data Dawn, Ceres memiliki lebih banyak sisa aktivitas dibanding di Vesta.

Sampai dengan tanggal 30 Juni, Dawn masih akan berada pada ketinggian yang sama dan memotret Ceres. Setelah itu, ia akan memasuki ketinggian orbit berikutnya yakni 1450 km di awal Agustus 2015.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.