Perkemahan Pekan Antariksa Dunia bersama HAAJ

Pada tanggal 10-11 Oktober 2009 yang lalu, bersamaan dengan kegiatan World Space Week (Pekan Antariksa Dunia), HAAJ (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta) melakukan star-party sambil berkemah, dilaksanakan di Stasiun Pengamat Dirgantara LAPAN, Tanjungsari Sumedang.

Tim HAAJ. kredit : nggieng
Tim HAAJ. kredit : nggieng

Acara ini diadakan oleh  HAAJ  untuk memperingati 25 tahun HAAJ dan dihadiri 17 orang anggota aktifnya. Malam itu, acara diisi dengan materi pembekalan dasar-dasar astronomi bagi anggota muda, diskusi, pengamatan malam, dan  tentu saja api unggun untuk mengakrabkan para anggota. Peserta kegiatan tersebut terdiri dari berbagai latar belakang, dari keluarga, guru-guru, siswa SMA, mahasiswa, sampai staf planetarium Jakarta.

Kendati kondisi langit tidak terlalu bersahabat, karena kelembaban yang sangat tinggi, dan langit yang berawan, tetapi bukan berarti pengamatan tidak dilakukan. Berbekal binokular, maka dalam kondisi yang berawan sekalipun, masih ada kesempatan bagi para pengamat untuk bisa menikmati galaksi Andromeda, Pleiades, dan Nebula Orion, yang sesekali malu-malu sembunyi di balik awan. Dan kondisi awan yang mengganggu menjadi tantangan tersendiri untuk bisa mengenali benda-benda apa saja yang tampak di langit pada malam itu

Tentunya, setelah kegiatan, anggota HAAJ harus kembali pada kegiatan keseharian masing-masing, tapi perkemahan tersebut hanyalah satu dari sekian banyak kegiataan HAAJ dalam menumbuhkembangkan minat astronomi pada masyarakat, dan masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang akan dilakukan. Semoga semua kegiatan yang telah dilakukan tersebut dapat menjadi batu pijakan untuk melanjutkan perjalanan HAAJ di tahun-tahun mendatang. Sampai bertemu di perkemahan antariksa berikutnya!

Ditulis oleh

Emanuel Sungging

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.