Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009 Reviewed by Momizat on . Dua peristiwa gerhana Bulan sudah pernah saya bahas, yaitu gerhana Bulan total pada Agustus 2007 dan gerhana Bulan sebagian pada Agustus 2008. Kali ini, saya ak Dua peristiwa gerhana Bulan sudah pernah saya bahas, yaitu gerhana Bulan total pada Agustus 2007 dan gerhana Bulan sebagian pada Agustus 2008. Kali ini, saya ak Rating:

Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009

Dua peristiwa gerhana Bulan sudah pernah saya bahas, yaitu gerhana Bulan total pada Agustus 2007 dan gerhana Bulan sebagian pada Agustus 2008. Kali ini, saya akan membahas gerhana Matahari yang akan terjadi dalam waktu dekat ini, yaitu Gerhana Matahari Cincin (GMC) tanggal 26 Januari 2009.
Secara umum, gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, sedemikian rupa sehingga cahaya Matahari yang biasanya mengenai permukaan Bumi akan terhalang oleh Bulan (lihat gambar di bawah). Apabila seluruh piringan Matahari tertutup sempurna oleh Bulan, kita yang ada di Bumi akan menyaksikan terjadinya gerhana Matahari total (A). Sedangkan, jika bagian tengah Matahari gelap tertutup Bulan namun bagian tepi piringannya masih dapat terlihat dari Bumi, berarti yang sedang terjadi adalah gerhana Matahari cincin (B).

Sketsa gerhana Matahari. Sumber: en.wikipedia.org

Namun, tidak semua orang di Bumi dapat melihat fase total atau cincin setiap kali gerhana Matahari total atau cincin itu terjadi. Hanya sebagian kecil penduduk Bumi yang dapat melihatnya. Sementara, kebanyakan orang hanya dapat melihat gerhana Matahari sebagian saja (C).

Lintasan Gerhana
Hari Senin tanggal 26 Januari 2009 nanti, kita yang berada di Indonesia beruntung karena mendapat kesempatan untuk menyaksikan peristiwa gerhana Matahari. Beberapa wilayah Indonesia bahkan dilewati oleh jalur gerhana Matahari cincin (lihat gambar di bawah). Jalur tersebut diketahui akan melintasi bagian selatan pulau Sumatera (Lampung dan sekitarnya), bagian barat pulau Jawa (Cilegon, Serang, Anyer, dan sekitarnya), dan bagian tengah pulau Kalimantan. Sedangkan, pengamat di wilayah Indonesia lainnya hanya bisa menyaksikan gerhana Matahari sebagian. Jadi, jika Anda ingin menyaksikan GMC, silakan datang ke tempat-tempat tersebut.

GMC 26 Januari 2009. Sumber:NASA Eclipse Web Site

Lalu, kapan tepatnya peristiwa GMC itu berlangsung? Proses GMC itu akan diawali dengan tertutupnya piringan Matahari oleh Bulan pada pukul 15.21 WIB. Kemudian, Matahari akan berubah menjadi bentuk sabit hingga akhirnya seluruh piringan Bulan sudah berada di dalam piringan Matahari. Inilah yang disebut dengan puncak GMC, yang akan terjadi pada pukul 16.40 WIB. Kita akan melihat Matahari berbentuk cincin selama sekitar 6 menit. Setelah itu, Bulan mulai keluar dari piringan Matahari hingga pada pukul 17.52 WIB Bulan sudah benar-benar meninggalkan piringan Matahari sebagai tanda bahwa peristiwa GMC ini sudah berakhir. Jadi, dari perhitungan di atas, berarti waktu yang kita miliki untuk melihat Bulan menutupi Matahari adalah sekitar 90 menit.

Simulasi di atas berlaku untuk pengamat yang berada di bagian selatan pulau Sumatera. Untuk di kota Semarang, Gerhana Matahari Sebagian akan mulai sekitar pukul 15.23 dan berakhir pada pukul 17.48 WIB. Animasi kenampakan kedua gerhana tersebut saya sertakan di bawah. Animasi ini dibuat dengan program Cartes du Ciel 2.76.

Ilustrasi GMC dari bagian selatan pulau Sumatera

Ilustrasi GMC dari Semarang

Bagaimana dengan kenampakan dan waktu gerhana untuk daerah lain? Silakan lihat datanya di halaman ini. Data gerhana untuk beberapa daerah di Indonesia dan daerah-daerah di seluruh dunia ada di sini, lengkap dengan animasi dan ilustrasi kenampakan gerhananya.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk melakukan pengamatan gerhana ini? Untuk itu, Anda harus mempersiapkannya dengan baik. Berikut akan saya jelaskan 3 hal penting yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan pengamatan.

1. Cara pengamatan
Anda harus tahu cara yang aman dalam melakukan pengamatan Matahari. Pengamatan Matahari (gerhana atau tidak) tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena energi yang dipancarkan Matahari begitu besar, mata kita dapat menjadi rusak (temporer atau bahkan kebutaan permanen) jika kita melihat Matahari secara langsung (mata telanjang) ataupun dengan alat bantu optik (teleskop, binokular, atau kamera). Setidaknya ada empat cara aman untuk mengamati Matahari, baik dalam keadaan gerhana atupun tidak. Silakan tentukan cara mana yang menurut Anda bisa Anda lakukan.

Pertama, melihat citra Matahari yang diproyeksikan ke kertas dari kamera lubang jarum (pinhole camera). Kamera ini bisa diciptakan sendiri dengan mudah dan murah dari benda-benda di sekitar kita (contohnya dapat dilihat di sini).

Kedua, melihat citra Matahari yang diproyeksikan dari teleskop atau binokular. Cara ini juga murah dan sederhana untuk dilakukan jika kita memiliki dan ingin menggunakan alat bantu optik (misalnya teleskop) untuk mengamati Matahari. Lihat gambar berikut sebagai ilustrasinya.

Ketiga, melakukan pengamatan dengan teleskop atau binokular yang dillengkapi dengan filter Matahari khusus yang berguna untuk mengurangi intensitas cahaya Matahari yang masuk ke teleskop atau binokular. Filter ini tersedia di toko-toko penjual peralatan astronomi yang sudah ada beberapa di Indonesia.

Keempat, kita bisa membuat filter Matahari sederhana (lihat halaman ini untuk melihat cara pembuatannya). Tapi, filter tersebut bukan untuk pengamatan dengan alat bantu optik seperti teleskop, binokular, atau kamera foto. Hanya untuk pengamatan dengan mata telanjang saja.

2. Lokasi pengamatan
Jika Anda sudah siap dengan peralatannya, tentukan lokasi yang akan Anda datangi untuk melakukan pengamatan. Jika Anda ingin mengamati GMC namun Anda tidak tinggal di daerah yang dilewati, tentunya Anda harus menyiapkan akomodasinya (transportasi dan penginapan) seawal mungkin. Ingat, GMC ini mungkin akan mengundang perhatian banyak orang dari seluruh dunia karena Indonesia adalah lokasi yang strategis. Ketidaknyamanan akibat kurang siapnya akomodasi sebaiknya tidak terjadi agar tidak menghambat Anda dalam melakukan pengamatan GMC.

Hal penting lainnya yang masih berkaitan dengan lokasi untuk melakukan pengamatan adalah lokasi tersebut harus memiliki langit sebelah barat yang bebas halangan (dari gedung, pohon, pegunungan, atau lainnya), karena gerhana nanti akan berlangsung di langit sebelah barat. Jika bisa, survey lokasi pengamatan sebelum hari-H akan memudahkan Anda dalam melakukan pengamatan nantinya.

3. Cuaca
Satu hal yang terpenting untuk diperhatikan di hari-H adalah masalah cuaca. Keberhasilan pengamatan gerhana nanti memang sangat bergantung pada cuaca lokasi. Namun, kita tidak bisa berharap bahwa cuaca akan baik pada saat gerhana berlangsung. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk, yaitu saat turun hujan deras. Peralatan yang kita bawa harus bebas dari risiko basah terkena hujan. Lengkapi bawaan kita dengan sejumlah tas plastik besar (trash bag) sebagai antisipasi darurat kala hujan turun tiba-tiba.

Itu tadi langkah-langkah persiapan untuk Anda. Semoga rencana Anda bisa berjalan lancar dengan melakukan persiapan yang saya berikan itu. Bagaimana dengan rencana pengamatan saya? Kemungkinan besar, saya akan melakukan pengamatan gerhana ini di Semarang. Namun, belum ada kepastian masalah lokasinya, karena saya masih menunggu jawaban dari beberapa pihak yang memiliki teleskop di Semarang. Apabila Anda ingin melakukan pengamatan bersama dengan saya, silakan hubungi saya melalui email hanief[dot]trihantoro[at]yahoo[dot]com, atau silakan lihat diskusinya di mailing list astronomi_semarang di yahoogroups .

Terakhir, sekali lagi saya ingatkan: JANGAN SEKALIPUN MENGAMATI MATAHARI TANPA FILTER PENAPIS CAHAYA MATAHARI, BAIK MEMAKAI MATA TELANJANG, TELESKOP, ATAU ALAT BANTU OPTIK LAINNYA, KARENA AKAN MERUSAK DAN BAHKAN MEMBUTAKAN MATA ANDA. Selamat melakukan pengamatan!

Artikel ini juga dapat dilihat di Weblog Astronomi Berbahasa Indonesia

Profil Penulis

alumni Program Studi Astronomi ITB, yang saat ini bekerja di Planetarium Jagad Raya Tenggarong, Kalimantan Timur. Kegiatannya yang lain adalah membantu mengembangkan astronomi di Indonesia, dengan membuat blog astronomi pada tahun 2007. Saat ini Hanief juga mengelola situs astronomi populer indonesia di Dunia Astronomi (www.duniaastronomi.com).

Tulisan di LS : 6

Tulis komentar dan diskusi...


50 Komentar di artikel ini

  • achmad hadi yanto

    tar gerhana matahari jam berapa????

    Reply
  • Adi W

    OMG, gerhananya nanti, tapi kaca mata solar viewer gw pesen belum datang2 juga, waduh.

    Reply
  • dedy

    di papua keliatan gag??????

    Reply
  • egha

    yg berhasil liat gmc. .
    cerita dunk. .
    :(

    Reply
  • Adi W

    Huehehehehehe, akhirnya bisa liat juga, terpaksa pakai negatif film pas foto gw, dadakan. tapi sayangnya belum full udah mendung. yaaah.
    yang jelas : Kereeeeeen.

    Reply
  • yusro

    thx atas infonya tentang gerhana cincin, sumpah ajiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiibbbbbbbbbb…
    oia, apa sbenarnya pyebab gerhana cincin? soalnya kan banyak gerhana matahari,,,,, trus ada makna mistik dibalik kejadian itu ga ya…….??????????

    Reply
  • jai

    aduh udah lihat tadi allah huakbar…… cantik sekali tapi malang dilindung awan… kuala lumpur 6.08pm

    Reply
  • jai

    nampak seluruh alam bertafakur atas kejadian ini di kuala lumput dak ada angin terus sepi sahaja.. keadaan gelap seperti jam 7soreh

    Reply
  • aliibnu

    untuk tim langit selatan aku mohon dengan keikhlasanya mengirimkan hasil rekaman atau observasi foto GMC 26 jan 2009 hari ini ke saya soalnya di sini solo hujan lebat dan langit gelap dari habis ashar sampai maghribpun tetap gelap kami nggak bisa lihat apa-apa mungkin itu saja dan saya ucapkan banyak -banyak terima kasih atas perhatianya.

    Reply
  • aliibnu

    kirimkan hasil rekamanya ke : http//www.al1ibnu.webs.com atau ke emailku : eldurra.kompt1@gmail.com. makasih

    Reply
  • natural

    selamat ya tim langit selatan.. cuacanya mendukung di unila

    Reply
  • anak anak vhatal

    gerhananya keren ya jakarta bisa kelihatan

    Reply
  • anak anak vhatal

    Belakangan ini saya lagi nyari info lebih rinci tentang gerhana Matahari Cin-cin yang bakal terjadi tgl 26-1-2009. Cuma kebanyakan masih berupa informasi standar. Terus terang saya rada paranoid dengan gerhana yang konon katanya melewati Indonesia doang selama 8 menit dengan bandwidth 280 km dan panjang 14500 km. Setelah tanya sana sini, saya punya pertanyaan pokok yang saya tujukan ke dua ahli jikalau ada, yaitu ahli astronomi (mungkin Pak Djamal di Smada-Grage bisa) dan ahli geologi / geodesi. Pertanyaan saya semakin menukik tajam manakala membaca lebih jauh kemana sebenarnya lintasan sang mentari itu . Menurut blog http://pakarfisika. wordpress. com/2009/ 01/07/gerhana- matahari- cincin/#comment- 1145, infonya kira2 demikian. Dari peta animasi di atas, kita bisa mengetahui bahwa lintasan bayangan umbra (bayangan inti) dalam Gerhana Matahari Cincin ini hanya selebar 280 km, namun kebetulan menyentuh wilayah Indonesia khususnya dari Selat Sunda hingga ke Kalimantan Timur. Di luar wilayah tersebut, gerhana tetap bisa dilihat, namun menampakkan dirinya dalam wujud gerhana sebagian. Misalnya saja seluruh kawasan Pulau Sumatra (selain Lampung dan Sumatra Selatan), dalam peta dilintasi garis biru muda sejajar umbra bernilai 0,6 dan 0,8. Artinya wilayah2 tersebut akan menyaksikan Matahari tertutupi bundaran Bulan antara 60 – 80 % (nilai persisnya bergantung pada posisi tiap titik di daerah tersebut). Demikian pula, sebagian besar Pulau Jawa akan menyaksikan Gerhana Matahari Cincin inis ebagai gerhana sebagian dimana Matahari tertutupi Bulan hingga > 80 %. Sebagai tambahan, magnitude Gerhana Matahari Cincin ini sendiri, yakni luas permukaan Matahari yang tertutupi bundaran Bulan, adalah 93 %. Artinya di jalur umbra pun kita ‘hanya’ sanggup melihat 93 % cakram Matahari tertutupi Bulan, makanya disebut Gerhana Cincin. Pertanyaan saya : Adakah efek sampingan dari fenomena langka ini? Fenomena sampingan yang saya maksud berkait dengan durasi 8 menit dan kemungkinan pengaruhnya dalam sistem dinamika atmosferik (misalnya kerusakan ozon di atas Jabar karena fluktuasi perubahan kecepatan cahaya) yang berakibat pada fluktuasi gravitasi bumi dan berakhir pada aktivasiokerkahan lempeng bumi. Dinamika atmosferik ini termasuk asumsi 8 menit cahay sampai ke Bumi yang boleh jadi mengalami perubahan (bisa berkurang atau nambah). Terutama di kawasan Selat Sunda dan Kawasan kota dengan 6 gunung yaitu Garut dengan fokus Gunung Papandayan. Untuk urusan pergunungan ini saya juga mengajukan petanyaan bagi para geolog sekiranya ada. Adakah sesar atau katakan saja retakan dari wilayah 6 gunung itu ke arah Palung Jawa melalui Pamengpeuk? Nah kira2 itu pertanyaan saya. Kenapa saya bertanya begitu? Sebabnya sederhana, peristiwa ini adalah bukan peristiwa yang pertama di Indonesia. Peristiwa sebelumnya terjadi pada tahun 1478 M yang terekam dalam dialog Sabdo Palon dan X jogo (pembuat kalender tapi berdasarkan pada patokan teoritis, jadi yang kita lihat nanti adalah siklus gerhana Sabpo Palon). Setelah saya bermanufer dengan data awal yang kemarin saya baca di Koran Tempo, saya curiga dengan data ini. 14500 km panjang (sampai San Andreas??? Simak berita koran tempo kemarin dari Sabang sampai San Andreas) dan lebar 280 km. 14500+280=14790 . Bagi dengan sistem desimal 10 sebagai sistem dasar kita, didapat 1479. Kiranya nilai ini merupakan patokan tahun 1478 dengan perbedaan satu. Artinya apa yang terjadi sebenarnya saat gerhana ini terjadi 522 tahun yg lalu? Dimana saat itu sejarah Indonesia bisa dibilang dark ages? Adakah ancaman terselubung bagi wilayah sunda terkait dengan fenomena langka itu? Kira2 itu pertanyaan saya bagi rekan yang bisa menjawab, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih. Bagi yang tertarik dengan hitungan rinci saya bisa kontak Japri. Terus terang say perlu sparing partner yang paham betul fenomena alam dan sejarah geologi tananh Sunda (Jabar). Wass

    Reply
  • RigeL

    JAKARTA SUKSES BERAT..
    Cihuy!!

    Reply
  • wagni

    kmrn sukses liat GMC di anyer.. bermodalkan kacamata gerhana (eclipser) gratisan 15 bh dr temen + telescope panjang.. GMC bisa di saksikan dgn cukup sempurna.. dan baru pertama kali jg nih melakukan shalat gerhana.. :)

    Reply
  • siti latifah

    haaaaaaaaaaiiii! bagi yang pengen liat foto gerhana matahari cincin 26 januari kemaren, saya sudah berhasil foto beberapa dan dimasukan ke blog saya : sitilatifah08.wordpress.com … malah ada bayangannya di dinding loh! indah sekali…

    Reply
  • tesa

    aku ingin bertanya kenapa waktu gerhana matahari cincin air laut sedang pasang?

    Reply
  • mia nurmawanti

    knp bisa jd gerhana matahari….dan apa sebabnya terjadi gerhana matahari…

    Reply

Log in | disclaimer | kontak kami | tanya LS © 2007 - langitselatan. All rights reserved

Scroll to top