Secuil Gerhana Matahari Untuk Indonesia

Mengawali musim gerhana tahun 2014, Gerhana Bulan Total 15 April 2014 sudah berlalu.  Dan gerhana kedua di tahun 2014 akan kita jelang. Gerhana kedua di musim gerhana, tapi juga merupakan Gerhana Matahari pertama di tahun 2014. Tanggal 29 April 2014, sebagian kecil masyarakat di Bumi akan bisa menikmati Gerhana Matahari Sebagian. Sedangkan sajian utama dari gerhana ini yakni Cincin Api Matahari hanya bisa dinikmati oleh penguin di Antartika!

GMC 2009 di Lampung. Kredit: Ferry M. Simatupang / langitselatan
GMC 2009 di Lampung. Kredit: Ferry M. Simatupang / langitselatan

Gerhana Matahari terjadi saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga cahaya Matahari ke Bumi akan terhalang oleh Bulan. Pada saat Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, ada kalanya seluruh cahaya Matahari dihalangi Bulan sehingga terjadi Gerhana Matahari Total, dan ada kalanya juga hanya sebagian cahaya Matahari yang terhalang sehingga pengamat di Bumi yang berada dalam jalur gerhana masih bisa melihat sebagian piringan Matahari. Selain Gerhana Matahari Total dan Gerhana Matahari Sebagian, ada juga Gerhana Matahari Cincin, yang terjadi saat piringan Bulan yang menghalangi cahaya Matahari lebih kecil dari piringan Matahari. Akibatnya, Bulan menghalangi sebagian besar cahaya Matahari, menyisakan lingkaran cincin Matahari yang tidak tertutupi piringan Bulan seperti yang akan terjadi tanggal 29 April 2014.

Proses terjadinya gerhana matahari. Kredit: Sky & Telescope

Dan jika Gerhana Matahari memiliki dua macam gerhana yang berbeda, yaitu Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Total, maka fenomena ini disebut juga Gerhana Matahari Hibrid. Kedua gerhana tersebut terjadi dalam satu kali fenomena gerhana dan terjadi secara berurutan.

Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009 di Lampung. Kredit: Jeff Teng

Gerhana Matahari terjadi saat Matahari – Bulan – Bumi berada pada posisi sejajar dengan Bulan menghalangi cahaya Matahari yang mengarah ke Bumi. Tapi, mengapa ada saat dimana piringan Bulan menutupi sleuruh piringan Matahari dan ada saat dimana piringan Bulan lebih kecil dari Matahari?

Bulan yang berdiameter 3476 km, bergerak mengelilingi Bumi dalam lintasan elips sehingga jarak Bumi-Bulan bervariasi dari jarak rata-ratanya yakni 384460 km. Variasi jarak Bumi – Bulan bisa mencapai maksimum 406767 km dan jarak minimumnya adalah 356395 km. Kombinasi diameter Bulan dengan jarak Bumi – Bulan menyebabkan piringan Bulan di langit atau diameter sudut Bulan juga bervariasi dari 29’ 22’’ sampai dengan 33’ 31’’. Rata-rata ukuran diameter sudut Bulan 31’ 5’’.

Pergerakan Bumi mengelilingi Matahari juga memiliki variasi jarak minimum dan maksimum karena BUmi mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Titik terdekat dengan Matahari dinamakan titik perihelion, dan titik terjauh dinamakan titik aphelion. Jarak rata-rata Bumi – Matahari adalah 149 597 871 kilometer. Akan tetapi pada kenyataannya, jarak Bumi – matahari itu bervariasi antara 147 091 312 km saat di perihelion sampai dengan 152 109 813 km saat Bumi di titik terjauhnya dari Matahari atau aphelion. Piringan Matahari di langit atau diameter sudut Matahari juga bervariasi dari 31′.46 hingga 32′.53.

Perbandingan diameter Matahari terhadap diameter Bulan sekitar  ~400, sedangkan perbandingan jarak Bumi – Matahari terhadap jarak Bumi – Bulan antara 362 hingga 419 kali. Karena itu perbandingan piringan Matahari atau diameter sudut Matahari dibanding diameter sudut Bulan atau piringan Bulan di langit berkisar antara 95% lebih kecil atau 110% lebih besar.

Seri Saros 148
Gerhana Matahari pertama di tahun 2014 terjadi saat Bulan berada di selatan Aries dan merupakan gerhana ke-21 dalam rangkaian gerhana keluarga Saros 148. Seluruh gerhana Matahari yang terjadi dalam rangkaian keluarga Saros 148 terjadi saat Bulan berada pada simpul turun dan bergerak ke arah utara. Rangkaian Saros 148 dimulai dengan Gerhana Matahari Sebagian di Belahan Selatan pada tanggal 21 September 1653 dan akan berakhir dengan Gerhana Matahari Sebagian di Belahan Utara 12 Desember 2987. Durasi seri Saros 148 adalah 1334,23 tahun dan terdiri dari 75 gerhana dengan komposisi 20 GMS,  2 GMC, 1 GMH, 40 GMT, dan 12 GMS.

GMC 29 April 2014 merupakan gerhana istimewa dalam seri Saros 148, karena ia merupakan gerhana cincin pertama dalam seri tersebut. Gerhana Matahari Cincin dalam seri Saros 148 akan berganti menjadi Gerhana Hibrid pada 20 Mei 2050 dan gerhana total pertamanya akan terjadi pada 31 Mei 2068.

Tahapan Gerhana
Gerhana Matahari Cincin 29 April 2014 hanya akan dinikmati oleh penguin di Antartika dan area kosong di kutub Bumi tersebut. Sedangkan Gerhana Matahari Sebagian bisa dinikmati oleh sebagian penduduk Bumi di Samudera Hindia, selatan Indonesia dan Australia.

Area yang diliputi Gerhana Matahari Cincin 29 April 2016. Kredit: Solar Eclipse Maestro
Area yang diliputi Gerhana Matahari Cincin 29 April 2016. Kredit: Solar Eclipse Maestro

Wilayah Indonesia Bagian Barat
P1 = 10:52:38.2 wib
U1 = 12:57:35.1 wib
U4 = 13:09:36.2 wib
P4 = 15:14:29.2 wib

Wilayah Indonesia Bagian Tengah
P1 = 11:52:38.2 wib
U1 = 13:57:35.1 wib
U4 = 14:09:36.2 wib
P4 = 16:14:29.2 wib

Meskipun sebagian masyarakat Indonesia berkesempatan untuk menikmati Gerhana Matahari Sebagian, namun sesungguhnya Gerhana yang dilihat hanya secuil karena area yang ditutupi oleh Bulan sangatlah kecil. Beberapa daerah yang bisa menikmati gerhana secuil ini meliputi Yogyakarta (0,00%),  Malang (0,09%), Denpasar (0,58%), Mataram (0,6%), Kupang (1,81%).

Di Denpasar, gerhana sebagian akan dimulai jam 13:46 wib, gerhana Maksimum pada jam 14:08 wib dan gerhana berakhir pada jam 14:29 wib. Di Kupang GMS akan dimulai jam 13:50 wib, gerhana Maksimum terjadi jam 14:19 wib dan gerhana berakhir pada jam 14:47 wib. Sedangkan di Mataram, GMS dimulai jam 13:48 wib, gerhana Maksimum jam 14:09 wib dan gerhana berakhir pada jam 14:30 wib.

GMSIndo
Wilayah di bawah garis hijau merupakan area yang dilewati Gerhana Matahari Sebagian di Indonesia. Kredit: Solar Eclipse Maestro
Gerhana Matahari Sebagian di 4 Kota Besar. Kredit: Eclipses Online Portal
Gerhana Matahari Sebagian di 4 Kota Besar. Kredit: Eclipses Online Portal

Bagaimana Mengamati Gerhana Matahari
Jika gerhana Bulan bisa dilihat dengan mata tanpa alat, maka untuk Gerhana Matahari Sebagian kasusnya berbeda. Bulan hanya menutupi sebagian kecil permukaan Matahari. Dengan demikian, sinar Matahari masih bisa tiba di Bumi. Jika pengamat melakukan pengamatan secara langsung ke Matahari, maka akan mengakibatkan kerusakan mata. Karena itu dibutuhkan alat khusus untuk bisa melakukan pengamatan. Untuk pengamatan dengan teleskop, dibutuhkan filter Matahari yang bisa menyaring cahaya yang diterima teleskop. Demikian juga dengan kacamata dengan filter Matahari.

Tapi, tak hanya itu. alat-alat sederhana lain untuk melakukan pengamatan Matahari seperti pinhole, kekeran Venus, juga bisa dibuat sendiri dan aman digunakan untuk mengamati Matahari.

Untuk sebagian besar masyarakat Indonesia yang tidak akan dapat menikmati Gerhana, maka SLOOH akan melakukan tayangan langsung gerhana di saluran Youtube, dan dapat dinikmati pada saat terjadinya gerhana di halaman ini.

Sumber data: NASA, Solar Eclipse Maestro, Dr. Moedji Raharto (AS ITB)

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.