Roket Indonesia, Kenapa Tidak Kita Buat Sendiri?

Roket yang siap diluncurkan pada dini hari. Kredit : nggieng
Roket yang siap diluncurkan pada dini hari. Kredit : nggieng

Pada tanggal 2 Juli 2008 yang baru lalu, untuk kesekian kalinya Indonesia berhasil meluncurkan roket yang merupakan hasil karya anak bangsa. Roket-roket buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tersebut merupakan hasil pengembangan riset dan teknologi yang panjang dalam upaya mengembangkan kemandirian teknologi dirgantara Indonesia. Peluncuran roket dilakukan di Stasiun Pengamat Dirgantara milik LAPAN di Pameungpeuk Garut, yang merupakan situs peluncuran roket milik Indonesia.

Kendati belum sebesar roket-roket pengangkut wahana antariksa seperti roket Apollo, roket-roket yang diuji tersebut memiliki berbagai kemampuan sesuai dengan kebutuhan, dan yang paling penting bisa memberikan harapan bahwa bangsa Indonesia masih bisa bersaing dengan negara lain dalam persaingan teknologi.

Acara peluncuran dimulai pada dini hari saat Matahari menyingsing, dan disaksikan oleh banyak sekali lapisan masyarakat. Acara tersebut semula akan dihadiri oleh Menristek Bapak Koesmayanto Kadiman, tetapi beliau berhalangan karena mendadak dipanggil Presiden SBY. Di antara tamu yang hadir juga ada pakar-pakar peroketan dari China, di samping beberapa tokoh masyarakat lain yang ikut hadir untuk menyaksikan peluncuran roket, seperti bapak Ninok Leksono, wartawan senior Kompas yang juga pemerhati teknologi dirgantara Indonesia. Adapun acara tersebut memiliki dua tujuan, pertama untuk menguasai pembuatan roket peluncur satelit, yang kedua untuk menyebarluaskan minat terhadap teknologi peroketan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa Indonesia.

Situs peluncuran dari dekat. Kredit : Nggieng
Situs peluncuran dari dekat. Kredit : Nggieng

Dalam dasawarsa mendatang, Indonesia diwakili LAPAN, diharapkan berhasil mengembangkan Roket Pengorbit Satelit bertingkat 4. Oleh karena itu, Roket RX 320 merupakan uji pengembangan untuk mencapai kemampuan tersebut. Dan ini merupakan menu utama peluncuran roket. Roket tersebut mempunyai daya dorong sebesar 52 ton/detik yang merupakan roket tingkat paling atas dari roket pengorbit satelit (RPS), sedangkan 3 roket dasarnya adalah Roket RX 420.

Roket RX 320 siap meluncur. Kredit : Nggieng
Roket RX 320 siap meluncur. Kredit : Nggieng

Ada 18 roket yang diluncurkan pada kegiatan tersebut, dengan berbagai kategori roket, mulai dari roket RK 70 (diameter luar roket 70 mm, 100% local content), Roket RX 320 (diameter 320 mm, roket balistik), Roket RKX 10T03 (diameter 114 mm, roket kendali), dan Roket RUM (Roket untuk lomba muatan-roket Tingkat Universitas) diluncurkan sebagai penutup acara.

Peluncuran Roket RUM. Kredit : Nggieng
Peluncuran Roket RUM. Kredit : Nggieng

Roket RUM (Roket Uji Muatan) adalah roket-roket kecil yang merupakan model untuk lomba muatan roket tingkat Perguruan Tinggi. Roket ini bisa dibangun sendiri oleh mereka yang berminat karena disusun dari bahan-bahan sederhana, yang bisa diperoleh dari bahan-bahan sehari-hari. Bagian dalam roket tersebut terdiri dari sebuah spanduk yang akan mengembang pada suatu titik setelah peluncuran dan sebuah alat pengukur telemetri. RUM ini akan dibagikan kepada mahasiswa peserta lomba peroketan yang dijadwalkan bulan Agustus 2008 di Pantai Pandansimo Yogyakarta.

Jadi, siapa mau membuat roket sendiri? Bagi peminat serius, silakan menghubungi LAPAN.

 Muatan roket uji yang berisi spanduk bertuliskan LAPAN berkibar di langit menandakan proses peluncuran yang berhasil. Kredit : Nggieng
Muatan roket uji yang berisi spanduk bertuliskan LAPAN berkibar di langit menandakan proses peluncuran yang berhasil. Kredit : Nggieng



  • Share/Bookmark
Tagged as: ,

nggieng jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.
Email this author | All posts by nggieng

21 Comments

  1. hebat indonesia bisa lengkap menguasia teknologi darat,laut dan udara

    • apanya yang hebat, untuk membuat pesawat tempur saja kita gak bisa.. paling tidak buat pesawat tempur type F5

      • Bisa kok! Kita hanya terbentur masalah peraturan yg dibuat oleh negara “super power”, mengenai larangan ekspor bahan berbahaya.

  2. sangat setuju degan blog ini, kita minta kepada PRESIDEN rakyat akan rela jika ada dana digunakan untuk riset penelitian. Dukung lapan dan beri dana segar untuk riset. buat kontes teknologi se indonesia, lalu cari yang berbakat ke teknologi, didik mereka sejak dini hingga ahli, jika perlu bangun sekolah smk teknologi hingga kuliah atau labor di setiap kota maju.
    PATUT DI ACUNGI JEMPOL walau masih dalam pengembangan awal untuk LAPAN,

  3. menurut saya perlu diadakanya kontes pembuatan roket dan mencari orang orang yang berbakat dalam bidang ini,Roket bukanlah hal yang selama nya mengerikan yang orang tahu roket akan meledak dan membuat resah menurut saya hanya ditinajau pada segi kita memandang baik atau buruk

  4. Mana info terbaru perkembangan teknologi keroketan kita?JAYALAH INDONESIAKU.

  5. wah keren juga tuh Indonesia-koe ta pikir bisa nya cuma bikin kue kroket,hahaha, tapi buatan anak bangsa patut kita acungi jempol,semoga selalu berjaya dengan teknologinya dan menguasai antariksa itu tujuan utamanya, negara tnpa teknologi bagai manusia tanpa busana, kita harus jadi bansga yg mandiri dalam segala aspek, jagan cuma ribut soal kursi DPR melulu, semoga pemerintah bisa merealisasikan program LAPAN tersebut,Viva Indonesia

  6. Bangsa Indonesia harus mandiri dalam hal ROKET, jangan kita kalah dengan negara2 lain. majunya peradaban bangsa Indonesia bisa kita lihat dengan majunya perkembanagn teknologi salah satunya adalah majunya teknologi roket Indonesia

  7. jempol untuk LAPAN ,kuasai terus tehnologi roket kalau bisa bikin sendiri satelit luar angkasa ,kita bisa menang lomba sains , matematika fisika ditingkat internasional ,itu menandakan anak bangsa tdk kalah dg bangsa maju lain, tinggal perhatian pemerintah aja yang kurang !! perbanyak habibi-habibi di indonesia agar bangsa indonesia lebih maju dan di segani bangsalain…

  8. ada gak yang mengetahui tentang peluncuran roket terbaru yang di uji coba oleh lapan

  9. terusin dong kembangin roketnya. kalau perlu bikin roket yang memiliki jarak tempuh antr pulau kalo perlu sampai malaysia

  10. Setuju kang karel.. Sekalian kembangin rudal yg kalo diluncurin dari jakarta bisa sampe ke kuala lumpur.. biar si Malingsia ga anggap remeh negara kita lagi…

  11. Ahahaaa… salut deh buat LAPAN!
    Ditengah embargo plus peraturan yg sepihak, serta krisis ekonomi yg masih kerasa dampaknya, masih sanggup buat roket. Semoga proyek roketnya lancar, dan KARTIKA kembali naik ke angkasa…

  12. Hayo … INDONESIA …. maju … maju … maju … jangan sampai ketinggalan dari malingsia … Kita tunjukkan bahwa kita lebih hebat dari mereka …

  13. SUDAH saatnya Indonesia buat rudal… SEMANGAT!!!!

  14. alhamdulillah negaraku bisa membuat roket. satu kemajuan yang perlu dikembangkan lagi.LANJUTKAN!!!!!!!

  15. kapan kita bisa meluncurkan roket ke bulan?

    • mungkin harus menunggu presidennya bicara dulu ya, seperti proyek Apollo yang dimulai setelah presiden Kennedy bicara bangsa Amerika harus ke bulan, mereka ngebut untuk itu. kalau presiden kita mau bicara tentang ini, mungkin ceritanya juga akan berbeda

  16. Saya pernah buat roket yang panjangnya setengah meter berdiameter 70 mm. Baru hari ini di lakukan peluncuran hasilnya sangat bagus ditambah lagi roket ini menggunakan parasut…!

Aturan Dalam Memberi komentar :

  1. Jika anda sudah memiliki akun di langitselatan, silahkan log masuk untuk memberi komentar
  2. Admin dan Moderator berhak untuk memoderasi setiap komentar yang masuk
  3. Diharapkan menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
  4. Bersikap Baik - Tidak menyerang pembaca yang lain ataupun penulis
  5. Dilarang memberikan komentar yang mengarah pada hal-hal terkait SARA.
  6. Berikan komentar yang singkat - Tidak menuliskan komentar yang bahkan lebih panjang dari artikel yang ada.
  7. Dilarang mengiklankan produk, jasa, dll.
  8. Jika melanggar, komentar akan langsung kami hapus

Beri Komentar