Astro Wicara: Ngobrol Santai Bersama Ronny Syamara – Bagian 3

Sesi terakhir ngobrol bersama Ronny Syamara tentang tips membeli teleskop dan memotret untuk pemula.

LEAP: Penjelajahan Antariksa : Merekonstruksi Pola Pikir Manusia

Artikel 10 Besar Lomba Esai Artikel Astronomi Populer (LEAP) LS
Penulis: Elika Prameswari Fariyanto  (Bogor, Jawa Barat)

Pada abad ke-20 ini, di mana masyarakat hidup dalam modernisasi, ilmu pengetahuan berkembang secara pesat. Berbagai hipotesis ilmiah dari para ilmuwan pendahulu secara bertahap telah mendapat bukti-bukti konkret. Misalnya, teori relativitas Albert Einstein yang belum lama ini telah diklarifikasi salah satu bukti kebenarannya melalui terdeteksinya gelombang gravitasi dari dua buah lubang hitam supermasif yang bertumbukan. Percobaan pengukuran gelombang gravitasi sebenarnya telah dilakukan sejak 1960, namun pengukurannya masih sangat sulit dilakukan sehingga sebelumnya belum pernah teramati secara langsung. Gelombang gravitasi berhasil diamati melalui sistem LIGO (Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory) di Amerika yang telah melakukan pengamatan sejak tahun 2002.

Sayangnya, masih banyak masyarakat awam yang menganut paham-paham yang seakan-akan memiliki pembuktian ilmiah, namun pada dasarnya memiliki kesalahan konsepsi karena tidak memenuhi persyarakan metode ilmiah. Kesalahan konsepsi ini dinamakan ilmu semu atau pseudosains. Pseudosains memiliki pengertian sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah. Istilah pseudosains ini pertama kali muncul pada tahun 1843, merupakan kombinasi dari bahasa Yunani pseudo, berarti palsu atau semu dan bahasa Latin scientia, berarti pengetahuan atau bidang pengetahuan. Saat ini masih banyak pseudosains yang beredar dan dipercaya oleh masyarakat, misalnya saja membaca sifat dan karakter seseorang dari golongan darahnya, membaca nasib seseorang dari rasi bintang atau sering disebut astrologi, dan yang paling banyak terdengar belum lama ini adalah paham bumi datar.

Mengapa Teleskop Bisa Melihat Galaksi Jauh Tapi Tidak Bisa Melihat Exoplanet?

LS, mo tanya. Setau ane, teleskop yang paling canggih saat ini bisa ngelihat sampe ke galaksi yang jaraknya super duper jauh mendekati usia alam semesta. Hal yang bikin ane bingung, kalo emang teleskop bisa melihat sedemikian jauhnya, kenapa sampai sekarang belum ada hasil gambar/intipan detail sampai ke daratan planet2 didalam galaksi kita yg berjarak gak begitu jauh?? Terimakasih

Apa Yang Diperlukan Untuk Hobi Astrofotografi?

Salam kenal sebelumnya,

Beberapa minggu lalu saya ke Bosscha dan itu jadi momen pertama saya untuk belajar tentang kebesaran Tuhan di alam semesta. Kebetulan saya hobi fotografi dan ketika di Boscha saya sempat ngobrol dengan salah satu petugas di sana. Saya lupa nama beliau. Pasti beliau yang meracuni saya untuk tertarik untuk belajar astrofotografi.