Melihat Matahari Dengan Cahaya Berbeda

Teleskop ALMA di Chile baru saja melakukan sesuatu yang pastinya tidak akan kamu lakukan. Melihat Matahari secara langsung! Bagaimanapun, cahaya Matahari yang sangat terang itu bisa merusak mata kita.

Bahkan dulu, ada yang mengalami kebutaan karena melihat Matahari secara langsung terlalu lama. Tapi, ALMA tidak punya mata seperti kita. Sebagai gantinya, ia memiliki detektor mahal yang sangat sensitif.

Detektor juga bisa rusak oleh cahaya Matahari yang sangat terang. Apalagi selama ini ALMA hanya melihat obyek-obyek yang milyaran kali lebih redup dari Matahari. Tapi ada para teknisi yang siap merawat dan melindungi teleskop ALMA dari terang dan panasnya cahaya kasat mata Matahari.

Cahaya Matahari yang kita lihat, berasal dari “permukaan” Sang Surya yang terang. Yang kita lihat adalah cahaya kasat mata atau cahaya tampak dari Matahari. Tapi, tidak demikian dengan Teleskop ALMA. Cahaya yang dilihat ALMA merupakan tipe yang berbeda, yang kita kenal sebagai “radio”. Melalui mata ALMA, kita justru bisa melihat lapisan gas panas yang berada di atas permukaan Matahari. Area inilah yang kita kenal sebagai kromosfer.

Bintik Matahari raksasa yang dilihat ALMA dalam panjang gelombang 1,25 milimeter. Kredit: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO)
Bintik Matahari raksasa yang dilihat ALMA dalam panjang gelombang 1,25 milimeter. Kredit: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO)

Foto yang ditampilkan di laman ini merupakan salah satu hasil pengamatan terkeren dari ALMA. Foto ini memperlihatkan bintik Matahari yang sangat besar. Bintik Matahari merupakan area dingin di Matahari yang tampak sebagai potongan gelap. Temperatur yang rendah di bintik Matahari disebabkan oleh medan magnet.

Pengamatan Matahari yang dilakukan ALMA diharapkan bisa memberi informasi tentang perilaku Matahari. Salah satunya, ALMA berhasil mengungkap perbedaan temperatur di area kromosfer. Informasi ini sangat penting untuk bisa memahami Matahari yang merupakan sumber utama cahaya dan panas bagi kehidupan di Bumi! Tanpa Matahari, tidak akan ada kehidupan di Bumi.

Fakta menarik: Bintik Matahari yang dipotret ALMA pada tanggal 18 Desember 2015 ini ukurannya dua kali ukuran Bumi!

[divider_line]

Sumber: Artikel ini merupakan perluasan dari artikel Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...