Saturnus: Jawara Satelit di Tata Surya

Sepanjang ingatan penulis sebagai pecinta Astronomi, planet Jupiter memegang hampir semua rekor keplanetan di Tata Surya: planet terbesar, planet dengan jumlah satelit terbanyak, planet dengan sistem badai yang bertahan ratusan tahun, dan sejenisnya. Namun, temuan para ilmuwan dari Carnegie Institution of Science (Carnegie Science) telah menurunkan Jupiter dari tahta planet dengan satelit terbanyak. Mari kita sambut sang jawara Satelit Terbanyak yang baru: Saturnus!

2019 MO, Asteroid Mini yang Jatuh ke Bumi

Sebuah asteroid mini telah jatuh ke Bumi hanya dalam 12 jam pasca dilihat manusia untuk pertama kalinya. Inilah untuk keempat kalinya umat manusia berhasil mendeteksi sebuah benda langit yang sedang menuju ke Bumi saat masih berada di antariksa. Kali ini disertai bonus, asteroid ini yang terbesar di antara ketiga asteroid lainnya sehingga memiliki energi terbesar.

“Mengayak” Debu Tata Surya, Menemukan Cincin Debu Orbit Planet!

Ruang angkasa, meskipun terlihat kosong, sebenarnya memiliki banyak debu yang beterbangan di dalamnya. Dalam situasi tertentu (seperti pencitraan obyek ruang angkasa) debu dapat sangat mengganggu, namun dalam situasi lain sangat bermanfaat untuk mempelajari banyak hal, seperti sejarah Tata Surya. Ketika “mengayak” debu-debu antariksa inilah, para ilmuwan menemukan dan mempelajari fenomena cincin debu di orbit planet.

Melacak Jejak Asteroid yang Jatuh di Atas Laut Bering

Sebuah asteroid-tanpa-nama telah jatuh di atas perairan Laut Bering, bagian dari Samudera Pasifik bagian utara yang berdekatan dengan lingkar Kutub Utara, pada Rabu 19 Desember 2018 TU (Tarikh Umum) tengah hari waktu setempat. Ini disebut Peristiwa Bering 2018. Energinya sungguh besar, totalnya mencapai 173 kiloton TNT atau 8,5 kali lipat lebih dahsyat ketimbang bom nuklir yang dijatuhkan di Nagasaki.

Kala Matahari Menjadi Dua, Asteroid Meledak di Udara dekat Kutub Utara

Peristiwa Bering 2018. Itulah namanya. Satu peristiwa ledakan-benda-langit-di-udara (airburst) yang sejatinya telah terjadi pada Rabu 19 Desember 2018 TU (Tarikh Umum) pukul 06:48 WIB mengambil tempat di atas Laut Bering beratus kilometer lepas pantai timur Semenanjung Kamchatka atau tak jauh dari perbatasan Russia dan Amerika Serikat. Tak kurang dari 96 kiloton energi ledakan dilepaskan airburst ini. Sementara energi totalnya sendiri diperhitungkan mencapai 173 kiloton TNT, membuatnya hampir seterang Matahari pada saat airburst terjadi. Andaikata di sekitar ground zero (yakni titik yang tepat berada di bawah lokasi airburst) terdapat pemukiman penduduk, niscaya mereka bakal terkesiap menyaksikan langit siang bolong (tepatnya pukul 11:48 waktu setempat) mendadak laksana berhias dua Matahari.