Pengamatan Berkelanjutan Suar Bintang

Apakah kamu pernah dengan tentang suar Matahari? Suar Matahari adalah ledakan besar yang terjadi di permukaan bintang dan melontarkan partikel ke angkasa.

Untuk memahami efek suar super di Matahari terhadap teknologi dan kehidupan di Bumi, para astronom mengamati suar super pada sebuah bintang di rasi Leo. Suar super adalah suar ledakan yang sangat dasyat pada bintang. Saat suar Matahari terjadi, ada area di Matahari yang lebih dingin dan tampak lebih gelap. Inilah yang dikenal sebagai bintik Matahari.

Suar pada bintang katai merah yang memiliki planet batuan pada jarak dekat. Kredit: NAOJ
Suar pada bintang katai merah yang memiliki planet batuan pada jarak dekat. Kredit: NAOJ

Ancaman untuk Bumi

Ketika suar terjadi di Matahari, lontaran partikelnya ada yang tiba di Bumi. Ketika partikel -partikel bermuatan yang terlontar dari Matahari sampai ke Bumi, terjadi interaksi dengan medan magnet di kutub yang menghasilkan pertunjukkan aurora yang sangat indah.

Aurora tampak seperti tirai cahaya warna warni di langit dan dikenal sebagai cahaya utara dan selatan. Tapi, partikel-partikel tersebut juga bisa menyebabkan gangguan pada komunikasi radio, jaringan listrik, dan satelit. Jika terjadi suar super, kerusakan yang lebih parah bisa saja terjadi.

Karena itu, para astronom mengamati suar super di bintang lain. Dengan cara ini mereka bisa mempelajari dan memahami bagaimana partikel bermuatan bisa menjadi ancaman bagi Bumi saat suar super terjadi di Matahari.

Selusin Suar

Suar super merupakan peristiwa langka. Karena itu, tidak mudah untuk mengumpulkan data yang cukup untuk memahami apa yang terjadi hanya dengan menanti suar super terjadi di Matahari. Karena itu, para astronom mencari exoplanet mirip Bumi dalam ukuran dan jarak ke bintang induknya. Tujuannya untuk mengamati suar super di bintang yang dikelilingi planet pada jarak dekat.

Teleskop Seimei 3,8 meter milik Universitas Kyoto di Jepang tidak hanya mempelajari satu suar super, melainkan dua belas!

Ke-12 suar super tersebut terjadi pada AD Leonis, bintang katai merah yang berada 16 tahun cahaya dari Bumi. Bintang katai merah adalah bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari. Bintang katai merah memang terkenal sebagai tuan rumah ledakan-ledakan yang melontarkan partikel ke angkasa. Karena itu, bintang tipe ini merupakan target yang tepat untuk diamati.

Pengamatan Lanjut

Dengan mempelajari 12 suar super tersebut, para astronom berhasil mempelajari aktivitas atom partikel Matahari dan ledakan energinya. Cahaya dari atom hidrogen tereksitasi saat suar super mengindikasikan keberadaan elektron energi tinggi 10 kali lebih banyak dibanding saat suar yang biasa terjadi. Yang menarik, peningkatan cahaya atom hidrogen tereksitasi tidak menyebabkan peningkatan kecerlangan pada seluruh spektrum cahaya tampak.

Dengan melakukan pengamatan terus menerus maka diharapkan suatu hari nanti para astronom bisa memprediksi kapan suar super terjadi sehingga bisa diambil tindakan untuk mengurangi kerusakan di Bumi.

Untuk sekarang, para astronom akan terus mengamati ledakan tersebut supaya bisa lebih banyak belajar,

Fakta Keren

Suar Matahari yang biasa terjadi, ukurannya bisa puluhan kali lebih besar dari Bumi. Salah satu suar super yang diamati pada bintang katai merah ukurannya 20 lebih besar dari suar yang sering terjadi di Matahari!


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.