fbpx
langitselatan
Beranda » Kendi Kosmik Langka di Alam Semesta

Kendi Kosmik Langka di Alam Semesta

Para astronom berhasil memotret struktur kendi yang menandai akhir kehidupan bintang raksasa merah. Perkenalkan, Kendi Kosmik!

Sepasang lingkaran gas dan debu yang bercahaya yang menandai kematian bintang raksasa merah kuno dalam tangkapan kamera yang dipasang pada teleskop Gemini Selatan. Kredit: International Gemini Observatory/NOIRLab/NSF/AURA. Proses citra: T.A. Rector (University of Alaska Anchorage/NSF’s NOIRLab), J. Miller (Gemini Observatory/NSF’s NOIRLab), M. Rodriguez (Gemini Observatory/NSF’s NOIRLab), M. Zamani (NSF’s NOIRLab)
Sepasang lingkaran bercahaya dari gas dan debu yang menandai kematian bintang raksasa merah kuno dalam tangkapan kamera pada teleskop Gemini Selatan. Kredit: International Gemini Observatory/NOIRLab/NSF/AURA. Proses citra: T.A. Rector (University of Alaska Anchorage/NSF’s NOIRLab), J. Miller (Gemini Observatory/NSF’s NOIRLab), M. Rodriguez (Gemini Observatory/NSF’s NOIRLab), M. Zamani (NSF’s NOIRLab)

Kendi Tua Toby

Para astronom memotret nebula dengan struktur aneh mirip kendi tua di Inggris dengan teleskop Gemini Selatan. Nebula ini merupakan nebula pantul yang kita kenal dengan nama Nebula Toby Jug atau Nebula Kendi Toby. Kendi Toby atau sering disebut Filipot ini merupakan kendi tanah liat dalam bentuk orang duduk.

Nama Toby untuk kendi ini berasal dari nama Sir Toby Belch dan Paman Toby, tokoh dalam dua karya Shakespeare. Tapi masyarakat Inggris lebih meyakini kalau nama ini berasal dari julukan Henry Elwes yang terkenal meminum 2000 galon bir tanpa makan. Julukannya adalah Toby Filipot!

Kendi yang satu ini bukan dari tanah liat melainkan gas dan debu dan struktur ini memantulkan cahaya yang diterima dari bintang. 

Kendi di Alam Semesta

Nebula Kendi Toby atau resminya IC 2220, berada pada jarak 1200 tahun cahaya dari Bumi di Rasi Carina. Yang menarik, nebula ini punya lingkaran ganda atau awan gas dan debu bipolar yang diterangi bintang raksasa merah HR3126 di pusat nebula. Struktur simetris yang unik untuk bintang raksasa merah dalam proses penuaan dan akan berevolusi menjadi nebula planetari. 

Keunikan inilah yang menjadikan nebula Kendi Toby kasus yang tepat untuk mempelajari evolusi bintang. Tapi, tidak mudah bagi para astronom untuk mempelajari tahap akhir bintang raksasa merah karena periode bintang berada pada tahap ini sangat singkat. Selain itu, para astronom menduga kalau pembentukan struktur di sekitar bintang dalam waktu singkat itu sangat langka. 

Penemuan ini tentu saja sangat penting karena para astronom bisa mempelajari secara detail evolusi dan utamanya tahap akhir dari bintang-bintang massa kecil dan menengah. Apalagi dari hasil pengamatan struktur gas dan debu tersebut bisa terbentuk dalam periode singkat ketika bintang berada pada tahap raksasa merah. 

Evolusi Bintang HR3126

Bintang HR3126 merupakan bintang raksasa merah atau bintang yang sudah berada pada tahap akhir evolusinya. Singkatnya, HR3126 adalah bintang tua yang tak lama lagi akan mati dan bintang ini akan segera memasuki tahap evolusi berikutnya yakni nebula planetari. Perlu diingat untuk skala astronomi memang singkat tapi untuk skala kehidupan manusia, waktunya masih agak panjang. 

Ketika bintang sudah membakar seluruh hidrogen di pusatnya menjadi helium, bintang akan bertumbuh semakin besar. Lebih tepatnya, atmosfernya mulai mengembang sampai akhirnya bintang pun melepaskan lapisan terluarnya. Selubung materi yang lepas ini akan terlontar ke area di dekat bintang dan membentuk struktur gas dan debu yang memantulkan cahaya dari bintang. 

Dari hasil pengamatan pada cahaya inframerah, para astronom menemukan kalau komponen kimia yang memantulkan cahaya bintang adalah silika dioksida. 

Baca juga:  Fenomena Langit Bulan Desember 2016

Menurut para astronom, struktur kosmik bipolar seperti yang tampak pada Nebula Kendi Toby terbentuk dari tabrakan antara bintang raksasa merah dengan bintang pasangannya. Akan tetapi, selama ini para astronom belum berhasil menemukan bintang pasangan HR3126. 

Dalam pengamatan terbaru, para astronom menemukan piringan kecil materi di sekeliling HR3126. Mereka menduga piringan materi ini berasal dari bintang pasangan HR3126 yang tercabik-cabik akibat interaksi dengan si raksasa merah. Tabrakan inilah yang tampaknya memicu terbentuknya struktur bipolar di sekeliling nebula Kendi Toby. 

Fakta Keren

Usia Bintang HR3126 jauh lebih muda dibanding Matahari. Usianya baru 50 juta tahun sedangkan Matahari sekarang usianya 4,6 miliar tahun. Tapi, bintang HR3126 lima kali lebih masif dari Matahari. Karena itu, HR3126 membakar hidrogen lebih cepat dibanding Matahari, sehingga bintang ini juga lebih cepat berevolusi ke tahap raksasa merah. 


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

1 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini