fbpx
langitselatan
Beranda » Fenomena Langit Bulan Juni 2023

Fenomena Langit Bulan Juni 2023

Planet-planet terang masih bisa diamati di langit malam. Mars dan Venus kala senja serta Jupiter dan Saturnus sebelum fajar menyingsing. 

Nebula Laguna atau M8 di rasi Sagittarius akan mencapai titik tertinggi di langit pada tanggal 23 Juni 2023. Foto ini dipotret dari Samberkima Hill, Bali oleh Joshua A. Anderson. Kredit: Joshua A. Anderson.
Nebula Laguna atau M8 di rasi Sagittarius akan mencapai titik tertinggi di langit pada tanggal 23 Juni 2023. Foto ini dipotret dari Samberkima Hill, Bali oleh Joshua A. Anderson. Kredit: Joshua A. Anderson.

Planet

Merkurius. Planet terdekat dengan Matahari ini bisa diamati jelang fajar sampai pertengahan Juni, sebelum akhirnya menghilang di balik cahaya Matahari. Di awal Juni, Merkurius bisa diamati di rasi Aries dan terus bergerak ke rasi Taurus pada pertengahan Juni. Merkurius masih terus bergeser ke rasi Gemini dan menuju posisi terjauhnya dari Bumi, dan berada berseberangan dari Bumi. 

Venus dan Mars. Bintang kejora dan planet merah ini bisa diamati setelah Matahari terbenam. Planet paling terang ini terus beranjak naik setiap harinya setelah Matahari terbenam dan mencapai posisi tertinggi di ufuk barat pada awal Juni. Venus bisa diamati sampai kisaran pukul setengah sembilan malam di rasi Gemini pada awal Juni dan terus bergerak ke Cancer pada pertengahan bulan dan berakhir di rasi Leo pada akhir bulan Juni. Sementara itu, si planet merah juga bisa diamati setelah Matahari terbenam di rasi Cancer sampai pertengahan Juni dan bergeser ke Leo di akhir Juni.

Jelang akhir Juni, Venus berpapasan dekat dengan Bulan dan membentuk segitiga dengan Mars. Di penghujung Juni,Venus dan Mars tampak berpasangan di langit setelah Matahari terbenam.

Jupiter. Planet gas raksasa terbesar di Tata Surya ini bisa diamati selama bulan Juni sebelum Matahari terbit di rasi Aries. Di awal Juni, Jupiter masih agak rendah di horison timur tapi terus menanjak naik setiap harinya dan berpapasan dengan Bulan pada pertengahan Juni.

Saturnus. Planet yang terkenal karena cincinnya ini bisa diamati jelang tengah malam sampai saat Matahari terbit. Planet ini terus menanjak naik dari awal hingga akhir bulan dan bisa ditemukan di rasi Aquarius. Jelang pertengahan Juni, Saturnus berpapasan dengan Bulan. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut.

Uranus bisa diamati di rasi Aries jelang dini hari sedangkan Neptunus yang berada di rasi Pisces bisa diamati lewat tengah malam. Keduanya bisa diamati sampai Matahari terbit.

Bulan

Fase Bulan Juni. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Bulan Juni. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

4 Juni. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

7 Juni. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 364.861 km.

11 Juni. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

18 Juni. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

Baca juga:  14 Tahun Era Exoplanet

23 Juni.  Bulan di apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 405.385 km

26 Juni. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

Peristiwa

4 Juni — Elongasi Timur Maksimum Venus

Venus ketika mencapai elongasi timur maksimum dari Matahari. Kredit: Stellarium
Venus ketika mencapai elongasi timur maksimum dari Matahari. Kredit: Stellarium

Venus dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi timur maksimum yang dicapai Venus 45,4º. Artinya, Venus akan berada 45,4º di arah barat Matahari. Venus yang berada di rasi Cancer bisa diamati dengan kecerlangan -4,2 magnitudo sejak Matahari terbenam sampai pukul 20:52 WIB saat Venus terbenam. 

9 – 10 Juni — Bulan — Saturnus

Psangan Bulan dan Saturnus pada tanggal 10 Juni pukul 01:00 WIB. Kredit: Stellarium
Psangan Bulan dan Saturnus pada tanggal 10 Juni pukul 01:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan dan Saturnus bisa diamati mulai lewat tengah malam sampai saat Matahari terbit pada pukul 05:57 WIB. Bulan berada 2,9º di selatan Saturnus dan keduanya mulai bisa diamati mulai tanggal 9 Juni tengah malam sampai tanggal 10 Juni sejak Bulan terbit pukul 23:00 disusul Saturnus 10 menit kemudian.

14 Juni — Bulan — Jupiter 

Pasangan Bulan dan Jupiter pada tanggal 14 Juni pukul 04:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Jupiter pada tanggal 14 Juni pukul 04:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Jupiter di rasi Aries dan bisa diamati sebelum Matahari terbit. Bulan dan Jupiter hanya terpisah 3,5º dan keduanya bisa diamati sejak lewat tengah malam sampai saat fajar menyingsing. Bulan terbit pukul 02:22 WIB disusul Jupiter pada pukul 02:43 WIB.

16 Juni — Bulan — Pleiades 

Bulan dan gugus terbuka Pleiades sebelum Matahari terbit pada tanggal 16 Juni 2023 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium
Bulan dan gugus terbuka Pleiades sebelum Matahari terbit pada tanggal 16 Juni 2023 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Pleiades a.k.a Lintang Kartika dan bisa diamati sebelum Matahari terbit.  Bulan dan gugus bintang terbuka ini hanya terpisah 2,3º di ufuk timur saat keduanya terbit beriringan.  Bulan terbit terlebih dahulu pada pukul 04:04 WIB disusul Pleiades delapan menit kemudian pada pukul 04:12 WIB. Meski bisa diamati, keduanya masih sangat rendah di ufuk timur. 

17 Juni — Bulan — Merkurius 

Pasangan Bulan dan Merkurius sebelum Matahari terbit pada tanggal 17 Juni 2023 pukul 05:30 WIB. Keduanya terlalu rendah untuk diamati. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Merkurius sebelum Matahari terbit pada tanggal 17 Juni 2023 pukul 05:30 WIB. Keduanya terlalu rendah untuk diamati. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dengan Merkurius sebelum Matahari terbit. Akan tetapi keduanya sangat sulit diamati karena masih sangat rendah di horison timur. Merkurius terbit pukul 04:51 WIB disusul Bulan tujuh menit kemudian. Saat Matahari terbit pada pukul 05:59 WIB, keduanya baru mencapai ketinggian 7º di ufuk timur.  

21 Juni – Solstice (Summer Solstice – Belahan Utara ; Winter Solstice – Belahan Selatan)

Ekuinok, Solstis dan 4 musim yang terjadi di Bumi. Kredit: langitselatan
Ekuinok, Solstis dan 4 musim yang terjadi di Bumi. Kredit: langitselatan

Titik balik musim panas bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik musim dingin bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan malam terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah siang terpanjang.

Titik balik musim panas akan terjadi tanggal 21 Juni pukul: 21:57 WIB, ketika Matahari berada di rasi Taurus.

22 Juni — Bulan — Venus — Mars

Segitiga Bulan, Venus, dan Mars setelah Matahari terbenam pada tanggal 22 Juni 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Segitiga Bulan, Venus, dan Mars setelah Matahari terbenam pada tanggal 22 Juni 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Segitiga Bulan, Venus, dan Mars bisa diamati setelah Matahari terbenam. Bulan berada 3,6º di utara Venus dan 3,7º di utara Mars dan ketiganya bisa diamati sampai kisaran pukul sembilan malam. Mars terbenam terlebih dahulu pada pukul 21:06 WIB disusul Bulan pukul 21:13 WIB dan terakhir Venus pada pukul 20:48 WIB. Bulan dan Venus berada di rasi Cancer sedangkan Mars di rasi Leo. 

Baca juga:  Oposisi Mars 2014

28 — 30 Juni — Venus — Mars

Pasangan planet Venus dan Mars di penghujung Juni setelah matahari terbenam. Gambar ini memperlihatkan Venus dan Mars pada tanggal 28 Juni 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan planet Venus dan Mars di penghujung Juni setelah matahari terbenam. Gambar ini memperlihatkan Venus dan Mars pada tanggal 28 Juni 2023 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Di penghujung bulan Juni, Venus si bintang kejora dan Mars si planet merah akan tampak berpasangan di langit setelah matahari terbenam. Keduanya bisa diamati sampai pukul 20:30 WIB saat kedua planet tetangga Bumi ini sudah semakin rendah di ufuk barat dan pada akhirnya terbenam.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Pertengahan Juni menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan berada pada fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati setelah lewat tengah malam membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.  

Setelah Matahari terbenam, ada Pollux dan Castor di Gemini, Procyon di rasi Canis Minor, Canopus di rasi Carina, Sirius di rasi Canis Major, Leo di rasi Regulus yang bisa diamati sampai jelang tengah malam. Selain itu Spica di Virgo, Crux, Rigel Kentaurus dan Hadar di Centaurus, Arcturus di rasi Bootes, Antares di Scorpius, yang bisa diamati sampai jelang dini hari. Sementara itu Vega di rasi Lyra, Altair di rasi Aquila, dan Deneb di rasi Cygnus yang bisa diamati sepanjang malam sampai jelang fajar. Mulai tengah malam sampai fajar ada Fomalhaut di rasi Piscis Austrinus dan Archenar di rasi Eridanus yang bisa diamati.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 Juni 2023

Peta Bintang 15 Juni 2023

Kampanye Langit Gelap

9 – 18 Juni — Kampanye Globe At Night

Di bulan Juni, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya dari 9 – 18 Juni.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye ini, pengamat di utara diajak untuk mengamati rasi Bootes dan rasi Herkules, sedangkan di belahan selatan melakukan pengamatan rasi Bootes dan rasi Crux.

Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

2 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • Makasih banget infonya sangat amat membantu buat saya yg kaum awam tp mencintai pemandangan langit malam khususnya untuk bulan. Pengennya selalu ada notif dari artikel kak avivah ??????

  • Senang sekali membaca artikel ttg fenomena alam terkait bintang2 dan planet. Saya orang awam yg menyukai pemandangan langit di malam hari. Terima kasih kak Avivah Yamani..