fbpx
langitselatan
Beranda » Planet Bumi super di Bintang Katai Merah “Tetangga” Matahari

Planet Bumi super di Bintang Katai Merah “Tetangga” Matahari

Para astronom menemukan planet Bumi super di area laik huni sebuah bintang katai merah! Yang keren, jaraknya hanya 37 tahun cahaya!

Diagram skematik sistem Ross 508. Area hijau merupakan zona laik huni di mana air bisa tetap berada dalam wujud cair di permukaan planet. Orbit planet ditunjukkan dalam warna biru. Planet Ross 508b berada pada tepi dalam zona laik huni (garis utuh) dan melintasi area laik huni (garis putus-putus) saat mengorbit bintang. Kredit: Pusat Astrobiologi. 

Sampai saat ini para astronom sudah menemukan lebih dari 5000 planet yang mengitari bintang lain. Planet-planet yang ditemukan ada yang mirip planet di Tata Surya, tapi banyak yang tipenya berbeda. Contohnya ada planet Jupiter panas yang mirip Jupiter tapi suhunya sangat tinggi karena berada di dekat bintang. Ada lagi planet Bumi super, planet batuan yang lebih masif dari Bumi dan Neptunus-mini yang mirip Neptunus tapi lebih kecil.

Planet yang ditemukan merupakan planet Bumi super dan yang menarik, planet ini mengitari bintang katai merah “tidak jauh” dari Matahari. Bisa dibilang termasuk tetangga dalam lingkungan Matahari. 

Pengamatan Sistem Katai merah

Bintang katai merah merupakan bintang paling umum ditemukan. Dari seluruh populasi bintang di Bimasakti, 75% merupakan bintang katai merah. Bintang seperti ini lebih kecil, lebih dingin, lebih redup, dibanding Matahari. Tapi, umur bintang katai merah jauh lebih panjang dibanding Matahari. 

Jadi, bintang katai merah merupakan target ideal untuk mencari planet yang mungkin bisa menopang kehidupan seperti di Bumi. 

Masalahnya, bintang katai merah itu bintang dingin dengan temperatur permukaan kurang dari 4000 K. Bintang seperti ini tidak banyak memancarkan cahaya tampak dibanding bintang tipe lain. Itu artinya, bintang katai merah merupakan bintang yang sangat redup. Tidak akan mudah menemukan planet pada bintang katai merah dalam panjang gelombang visual atau tampak. 

Tidak demikian jika kita mengamatinya dengan instrumen yang bekerja pada panjang gelombang inframerah. 

Bintang katai merah akan tampak cemerlang dalam inframerah. 

Supaya para astronom bisa mengamati bintang-bintang katai merah yang ada di Alam Semesta, maka dikembangkan instrumen khusus yang bekerja pada panjang gelombang inframerah. Untuk itu, para astronom mengembangkan spektograf Doppler Inframerah (Infrared Doppler/IRD) yang dipasang pada Teleskop Subaru di Hawai’i. Dengan IRD, para astronom bisa mendeteksi goyangan halu tiap menit pada kecepatan bintang.

Hasilnya, mereka menemukan sebuah exoplanet Bumi-super di bintang katai merah! 

Sistem Ross 508

Planet Bumi-super yang diamati dengan spektograf IRD pada teleskop Subaru 8 meter itu berada di sebuah bintang dekat. 

Sistem Ross 508. Itu nama bintang dengan planet Bumi-super yang baru ditemukan. Bintang Ross 508 berada pada jarak 37 tahun cahaya dari Bumi di rasi Ular a.k.a serpent yang bisa ditemukan dalam gendongan Ophiuchus, si pembawa Ular. Ukuran dan massa bintang Ross 508 hanya 20% ukuran dan massa Matahari, dengan temperatur 3071 K. 

Pada sistem ini, ditemukan sebuah planet yang empat kali lebih masif dari Bumi. Jaraknya ke bintang juga sangat dekat. Hanya 0,05 kali jarak Bumi dari Matahari atau hanya 7,9 juta km dari bintang Ross 508. 

Baca juga:  Kegelapan Yang Hilang

Sesuai nama bintang induknya, planet ini diberi nama Ross 508b. Yang jadi pertanyaan itu, apakah planet yang ditemukan ada tanda-tanda kehidupan. 

Supaya planet bisa punya tanda kehidupan seperti di Bumi, planet tersebut harus berada pada jarak tertentu dari bintang induknya. Jadi, lokasinya harus tepat di area yang temperaturnya cukup hangat supaya air tetap dalam wujud cair di permukaan. Para ilmuwan menyebut area ini zona laik huni. 

Dan ternyata…. planet Ross 508b berada di tepi dalam zona laik huni!

Tim astronom yang dipimpin Professor Bun’ei Sato dari Tokyo Institute of Technology juga menemukan kalau planet Ross 508b memiliki orbit elips atau lonjong. Dan rupanya, sebagian orbitnya berpotongan atau melintasi area laik huni. 

Dengan teleskop Subaru, para astronom bisa mempelajari lebih lanjut apakah air ataupun kehidupan ada di Ross 508b. Juga para astronom bisa melakukan analisis yang lebih baik untuk mencari kandidat planet di bintang katai merah.

Fakta keren:

Satu tahun di planet Ross 508b sama dengan 11 hari di Bumi. Itu artinya kamu lebih sering merayakan ulang tahunmu di planet Ross 508b dan hidup lebih lama, dibanding di Bumi.  


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini