fbpx
langitselatan
Beranda » Lubang Hitam Pasif di Awan Magellan Besar

Lubang Hitam Pasif di Awan Magellan Besar

Tim astronom yang terkenal dengan julukan Polisi Lubang Hitam menemukan sebuah lubang hitam pasif di Awan Magellan Besar.

Ilustrasi lubang hitam VFTS 243 dan bintang biru pasangannya. Kredit: ESO/L. Calçada
Ilustrasi lubang hitam VFTS 243 dan bintang biru pasangannya. Kredit: ESO/L. Calçada

Seperti mencari jarum dalam jerami. Itulah yang terjadi pada penelitian kali ini. Para astronom mencari galaksi pasif pada sistem bintang ganda di Nebula Tarantula yang berada di galaksi katai Awan Magellan Besar.

Pencarian ini melibatkan 1000 bintang masif di nebula Tarantula. Dan pastinya tidak mudah untuk menemukan lubang hitam massa bintang yang pasif. Lubang hitam yang dicari ini tidak mudah dideteksi karena pasif alias tidak punya interaksi dengan lingkungan sekitar. 

Pendeteksian Lubang Hitam

Lubang hitam tidak memancarkan cahaya. Karena itu kita tidak bisa mengamatinya. Tapi, gravitasi lubang hitam itu besar sekali sehingga lubang hitam bisa berinteraksi dengan materi di sekitarnya.  Dalam interaksi itu, materi di sekeliling lubang hitam akan ditarik masuk ke lubang hitam atau tampak mengalir jatuh ke monster pelahap tersebut. 

Selain itu, para astronom juga mengamati bintang yang tampak mengitari pasangan tak terlihat. Bintang pasangan itu bisa sebuah bintang sangat redup hingga tak teramati atau sebuah lubang hitam. 

Jadi, pada pasangan bintang normal dan bintang tidak kasat mata, ada aliran materi dari bintang normal ke bintang yang tidak terlihat. Materi tersebut seperti ditarik oleh pasangan tak nampak, dan bergerak dalam orbit spiral mendekati bintang tak terlihat itu. Semakin dekat semakin cepat materi bergerak dan akhirnya menjadi panas dan memancarkan sinar-X.

Bintang tidak kasat mata itu tak lain dari lubang hitam.

Jadi para astronom bisa mengenali lubang hitam dari aliran materi yang jatuh ke lubang hitam. Bagaimana jika lubang hitam itu tidak menarik materi dan tidak ada pancaran sinar X? 

Inilah yang dilakukan tim kolaborasi astronom yang dijuluki Polisi Lubang Hitam.

Lubang Hitam Pasif

Nebula Tarantula di Awan Magellan besar ini berada pada jarak 160.000 tahun cahaya. Citra ini dipotret oleh Teleskop Survei VLT ESO dan memperlihatkan area di sekeliling nebula yang kaya dengan gugus bintang, awan gas dan sisa-sisa ledakan bintang. Kredit: ESO

Dikenal sebagai Polisi Lubang Hitam, tim terkenal karena mereka biasanya menyanggah penemuan lubang hitam. 

Kali ini, bukannya menyanggah keberadaan lubang hitam yang ditemukan, justru untuk pertama kalinya, tim ini menemukan lubang hitam. Bukan itu saja, lubang hitamnya pasif atau tidak punya interaksi apapun dengan lingkungan sekitarnya.

Lubang hitam baru itu diberi kode atau nama VFTS 243. Sebuah lubang hitam pada sistem bintang ganda di galaksi katai tetangga Bima Sakti yakni Awan Magellan Besar. Lubang hitam ini berpasangan dengan bintang biru yang massanya 25 massa Matahari. Bintang biru merupakan bintang kelas O yang massanya lebih dari 16 massa Matahari dan temperatur lebih dari 30.000 K. Sementara itu, lubang hitam yang mengitari bintang biru ini massanya 9 massa Matahari. 

Yang menarik, bintang pendahulu yang mengakhiri sebagai lubang hitam juga berakhir tanpa jejak ledakan bintang yang kita kenal sebagai supernova. Jadi, lubang hitam massa bintang itu merupakan produk akhir dari sebuah bintang masif yang mengalami keruntuhan di akhir hidupnya dan meledak sebagai supernova. Pusat bintang yang tersisa inilah yang kemudian runtuh menjadi lubang hitam. 

Baca juga:  Struktur Bintang : Sejarah dan Pengukurannya

Pada sistem bintang ganda ini, lubang hitam yang tersisa tidak memancarkan radiasi tingkat tinggi sinar-X. Lubang hitam ini pasif. Dan tidak ada jejak supernova yang tersisa. Bintang ini seperti menghilang begitu saja meninggalkan sebuah lubang hitam. 

Sepertinya, bintang pendahulu mengalami keruntuhan total dan tidak mengalami ledakan. Keruntuhan inilah yang menyisakan lubang hitam VFTS 243. 

Para astronom menemukan lubang hitam VFTS 243 lewat pengamatan selama 6 tahun dengan instrumentasi  Fibre Large Array Multi Element Spectrograph yang dipasang pada Very Large Telescope (VLT) ESO. 

Ketika tim Polisi Lubang Hitam menemukan VFTS 243, mereka juga meragukan apakah objek itu merupakan sebuah lubang hitam. Seperti biasa tim ini memang meragukan hasilnya dan melakukan pengecekan ulang yang memperkuat dugaan kalau objek pasangan bintang biru itu merupakan lubang hitam. 

Fakta Keren:

Polisi Lubang HItam bukan hanya menemukan lubang hitam pasif pada pasangan bintang ganda. Mereka juga menemukan bukti pengamatan keruntuhan total bintang yang menghasilkan lubang hitam tanpa disertai ledakan supernova. Dan bukti ini jadi penting untuk asal mula merger lubang hitam.

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini