Fenomena Langit Bulan Februari 2021

Selama bulan Februari, pengamat bisa mengamati papasan planet dan Bulan maupun planet lainnya, dan hujan meteor minor alpha Centaurid.

Kenampakan langit malam tanggal 15 Februari 2021 tengah malam. Kredit: Stellarium

Planet

Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus. Di bulan Februari, ada 4 planet yang bisa diamati kala fajar.  

Venus masih bisa diamati di ufuk timur meskipun sangat rendah karena terbit sekitar satu jam sebelum Matahari terbit. Tapi, selama minggu pertama Februari, si Bintang Kejora masih tampak kala fajar sambil terus bergerak mengejar Matahari dan akhirnya menghilang dalam terang Matahari dan tidak teramati lagi.

Merkurius, Jupiter, dan Saturnus. Mulai pertengahan Februari, planet Jovian bisa diamati sebelum fajar. Saturnus tampak terlebih dahulu pada akhir minggu kedua Februari, disusul kemunculan Merkurius dan Jupiter pada minggu ketiga Februari. Merkurius yang saat kemunculannya di bulan Februari berada di rasi Aquarius bergerak menuju rasi Capricornus menemui Jupiter.  Jelang akhir Februari, Merkurius berpapasan dekat dengan Saturnus dan Jupiter. 

Venus masih bisa diamati di ufuk timur meskipun sangat rendah karena terbit sekitar satu jam sebelum Matahari terbit. Tapi, selama minggu pertama Februari, si Bintang Kejora masih tampak kala fajar sambil terus bergerak mengejar Matahari dan akhirnya menghilang dalam terang Matahari dan tidak teramati lagi.

Mars. Si planet merah masih bisa diamati saat Matahari terbenam sampai jelang tengah malam di sepanjang bulan Februari.  Mars bisa diamati di rasi Aries saat awal Februari dan terus bergeser ke rasi Taurus. Pertengahan Februari, Mars yang berada di rasi Taurus, berpapasan dengan Bulan. 

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. Uranus bisa diamati di rasi Aries sementara Neptunus di rasi Aquarius. Uranus dan Neptunus bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai keduanya terbenam.  Uranus bisa diamati sampai jelang tengah malam sedangkan Saturnus sudah rendah di ufuk barat dan bisa diamati sampai kisaran pukul 19:00 waktu lokal. 

Bulan

Fase Bulan Februari 2021. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Bulan Februari 2021. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

4 Februari. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 370.116 km.

5 Februari. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

12 Februari. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

18 Februari.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.467 km

20 Februari. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

27 Februari. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Hujan Meteor

9 Februari – Hujan Meteor alpha Centaurid

Hujan Meteor alpha Centaurid tanggal 8 Februari pukul 01:00 WIB. Kredit: Stellarium
Hujan Meteor alpha Centaurid tanggal 8 Februari pukul 01:00 WIB. Kredit: Stellarium

Hujan meteor alpha Centaurid merupakan hujan meteor minor yang arah datangnya tampak berasal dari rasi Centaurus. Hujan meteor alpha Centaurid mulai tampak pukul 21:45 WIB dan bisa ditemukan di arah  tenggara tak jauh dari bintang beta Centauri.

Hujan meteor Alpha Centaurid berlangsung dari 31 Januari – 20 Februari dan aktivitas meteor akan mencapai puncaknya pada tanggal 8 Februari pukul 14:00 WIB.  Saat mencapai intensitas maksimum, pengamat bisa menemukan setidaknya 6 meteor per jam atau bisa mencapai 25 meteor per jam.

Peristiwa

8 Februari — Konjungsi Inferior Merkurius

Konjungsi Inferior Merkurius. Kredit: langitselatan
Konjungsi Inferior Merkurius. Kredit: langitselatan

Merkurius berada sejajar di antara Matahari dan Bumi dan terpisah 3,6° dari Matahari. Pada posisi ini, Merkurius berada pada papasan terdekatnya dengan Bumi dengan jarak 0,65 AU. Karena itu Merkurius tidak akan tampak bagi pengamat karena planet terdekat Matahari ini terbit dan terbenam hampir bersamaan dengan Matahari. Jika bisa diamati, maka piringan Merkurius akan tampak lebih besar dengan diameter 10,3”.

Peristiwa konjungsi inferior Merkurius menandai akhir kenampakan planet ini kala senja dan mulai bertransisi untuk hadir kala fajar dalam beberapa minggu lagi.

19 Februari — Bulan — Mars

Konjungsi Bulan dan Mars pada tanggal 19 Februari 2021 dilihat pada pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium
Konjungsi Bulan dan Mars pada tanggal 19 Februari 2021 dilihat pada pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan setengah berpapasan dengan Mars di rasi Taurus dan bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai tengah malam. Keduanya berada pada ketinggian 57º saat Matahari terbenam di ufuk barat. Bulan yang berada 3,6º di selatan Mars bisa diamati sampai kisaran pukul 23:02 WIB saat keduanya sudah rendah di horison. Mars terbenam pukul 23:02 WIB sedangkan Bulan baru terbenam pukul 23:32 WIB. 

23 Februari — Merkurius — Saturnus

Konjungsi Merkurius dan Saturnus pada tanggal 23 Februari 2021 dilihat pada pukul 04:30 WIB. Kredit: Stellarium
Konjungsi Merkurius dan Saturnus tanggal 23 Februari 2021 pukul 04:30 WIB. Kredit: Stellarium

Planet Merkurius dan Saturnus akan tampak berpapasan di langit fajar.  Saturnus dan Merkurius terpisah 3,4ª dan keduanya bisa diamati sekitar pukul 04:30 WIB di ufuk timur. Sementara untuk melihat Jupiter baru bisa dilakukan pada pukul 05:00 WIB. Itu pun masih sangat rendah di ufuk timur.

28 Februari — Merkurius — Jupiter

Konjungsi Merkurius dan Jupiter tanggal 28 Februari 2021 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Planet Merkurius dan Jupiter akan tampak berpapasan di langit fajar. Tentu saja masih ada Saturnus juga. Tapi pada tanggal 28 Februari, Merkurius yang terus bergerak turun di langit timur berada pada jarak 3º dari Jupiter. Meskipun rendah di ufuk timur, keduanya bisa diamati pukul 05:00 WIB.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Pertengahan Februari menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan menuju fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati mulai tengah malam membentang dari Tenggara ke Barat Laut.

Setelah Matahari terbenam, ada Archenar di rasi Eridanus, Canopus di rasi Carina, Sirius di rasi Canis Major, Procyon di rasi Canis Minor, Pollux dan Castor di Gemini, Aldebaran di rasi Taurus, Rigel dan Betelgeuse di rasi Orion, serta Capella di rasi Auriga yang bisa diamati sampai tengah malam.

Selain itu, ada Regulus di rasi Leo, Spica di Virgo, rasi Crux, Rigel Kentaurus dan Hadar di Centaurus,  Arcturus di rasi Bootes, dan Antares di Scorpius yang bisa diamati sepanjang malam sampai jelang fajar.

Peta Bintang 1 Februari 2021

Peta Bintang 1 Februari 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 1 Februari 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 1 Februari 2021 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 1 Februari 2021 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Peta Bintang 15 Februari 2021

Peta Bintang 15 Februari 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 15 Februari 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 15 Februari 2021 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 15 Februari 2021 pukul 23:59 WIB. Kredit: Stellarium

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.

Kampanye Langit Gelap

3 — 12 Januari — Kampanye Globe At Night
Di bulan Januari, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 3 – 12 Januari. Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye bulan Januari, para pengamat di belahan utara diajak mengamati rasi Orion, sementara pengamat di belahan selatan mengamati rasi Orion dan rasi Canis Mayor. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...