Fenomena Langit Bulan Januari 2021

Selamat Tahun Baru 2021! Awal tahun akan dimulai dengan papasan Jupiter dan Saturnus, dan tentu saja hujan meteor Quadrantid.

Selamat Tahun Baru 2021. Kredit: Wicak Soegijoko/langitselatan
Selamat Tahun Baru 2021. Kredit: Wicak Soegijoko/langitselatan

Planet

Merkurius. Planet terdekat dengan Matahari ini baru tampak mulai pertengahan Januari setelah Matahari terbenam. Merkurius akan tampak menanjak naik di ufuk barat sampai mencapai titik elongasi timur terbesar sebelum kembali mengejar Matahari di ufuk barat. Saat pertengahan Januari, Merkurius yang berada di Sagittarius berpapasan dengan Bulan. Di akhir Januari, Merurius bisa ditemukan di rasi Capricornus.

Venus. Si Bintang Kejora ini bisa diamati sebelum Matahari terbit di ufuk timur. Planet yang dijuluki jg bintang fajar ini akan tampak sampai pertengahan Januari saat Venus menghilang dalam terang Matahari. Sebelum benar-benar menghilang dari langit fajar, Venus yang bergerak dari rasi Ophiuchus ke rasi Sagittarius ini akan berpapasan dengan Bulan.

Mars. Si planet merah masih bisa diamati saat Matahari terbenam sampai tengah malam di sepanjang bulan Januari. Mars bisa diamati di rasi Pisces saat awal januari dan terus bergeser ke rasi Aries. Jelang akhir Januari, Mars yang berada di rasi Aries, berpapasan dengan Bulan.

Jupiter, & Saturnus. Pasangan planet gas jovian ini masih bisa diamati setelah matahari terbenam sampai kisaran pukul 19:00 waktu lokal. Kedua planet gas raksasa juga berpapasan dengan Merkurius saat planet terdekat dari Matahari ini sedang menanjak naik di ufuk barat. Kedua planet berpapasan dengan Bulan pada pertengahan Januari namun tidak mudah diamati karena posisinya cukup rendah di ufuk barat.

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. Uranus bisa diamati di rasi Aries sementara Neptunus di rasi Aquarius. Keduanya bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai tengah malam.

Bulan

Fase Bulan Januari 2021. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan
Fase Bulan Januari 2021. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

6 Januari. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

9 Januari. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 367.387 km.

13 Januari. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

21 Januari. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

21 Januari. Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.360 km

29 Januari. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Hujan Meteor

3 – 4 Januari – Hujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor Quadrantid 4 anuari 04:00 WIB. Kredit: Stellarium
Hujan meteor Quadrantid 4 anuari 04:00 WIB. Kredit: Stellarium

Tahun 2021 akan diawali oleh pertunjukkan hujan meteor Quadrantid di langit dari tanggal 28 Desember – 12 Januari. Puncak hujan meteor Quadrantid akan berlangsung tanggal 3 – 4 Januari 2021 dan tampak muncul dari rasi Bootes yang terbit pukul 02:43 WIB di arah timur laut. Bulan cembung yang terbit pukul 21:48 WIB akan jadi polusi cahaya alami dalam perburuan meteor Quadrantid.

Berbeda dengan hujan meteor lainnya, intensitas maksimum hujan meteor Quadrantid hanya terjadi beberapa jam. Quadrantid berasal dari puing-puing Komet Wirtanen saat berpapasan dengan Bumi pada tahun 1974. Saat malam puncak, pengamat bisa menikmati setidaknya 110 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 41 km/detik. Akan tetapi, bagi pengamat di belahan Bumi Selatan, hujan meteor Quadrantid tidak sebaik pengamat di Utara dan banyaknya meteor yang bisa dinikmati juga lebih sedikit.

Peristiwa

1 Januari — Konjungsi Jupiter – Saturnus

Pasangan Jupiter Saturnus tangga; 1 Januari 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Jupiter Saturnus tangga; 1 Januari 2021 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium

Papasan duo planet raksasa Jupiter dan Saturnus kembali terjadi di awal tahun 2021. Meski tidak sedekat papasan akbar bulan Desember lalu, kedua planet akan tampak berpasangan di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Keduanya hanya terpisah 1,2º dan bisa diamati sampai kisaran pukul 19:00 WIB saat keduanya sudah berada rendah di horison barat dan terbenam pukul 19:30 WIB.

2 Januari — Perihelion

Ekuinok, Solstis dan 4 musim yang terjadi di Bumi. Kredit: langitselatan
Ekuinok, Solstis dan 4 musim yang terjadi di Bumi. Kredit: langitselatan

Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips. Artinya ada saat dimana Bumi berada pada titik terdekatnya dengan Matahari dan ada kalanya Bumi berada sangat jauh dari Matahari. Pada tanggal 3 Januari, Bumi berada di titik terdekat dengan matahari pada jarak 0,98 AU atau 147,100,176 km dari Matahari.

10 – 11 Januari — Merkurius — Jupiter — Saturnus

Segitiga Merkurius, Jupiter, dan Saturnus tanggal 10 Januari 2021 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Segitiga Merkurius, Jupiter, dan Saturnus tanggal 10 Januari 2021 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Selama dua hari tersebut, Merkurius, Jupiter dan Saturnus tampak membentuk segitiga di langit senja. Pada tanggal 10 Januari, Merkurius terlebih dahulu berkonjungsi dengan Saturnus dan hanya terpisah 1,6º. Setelah itu, keesokan harinya, Merkurius berkonjungsi dengan Jupiter dan hanya terpisah 1,46º.

Segitiga planet ini berada pada ketinggian kurang dari 10º saat matahari terbenam sehingga sulit untuk diamati.

12 Januari — Bulan — Venus

Pasangan Bulan sabit tua dan Venus si bintang kejora pada tanggal 12 Januari pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan sabit tua dan Venus si bintang kejora pada tanggal 12 Januari pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan sabit tua berjumpa dengan Venus sebelum fajar menyingsing. Venus terbit lebih dahulu pada pukul 04:28 WIB disusul Bulan sabit 1% terbit pukul 04:32 WIB. Keduanya hanya terpisah 1,48º dan berada pada ketinggian 13º ketika Matahari terbit.

14 Januari — Bulan — Merkurius

Papasan Bulan dan Merkurius pada tanggal 14 Januari 2021, pukul 18:45 WIB. Kredit: Stellarium
Papasan Bulan dan Merkurius pada tanggal 14 Januari 2021, pukul 18:45 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan sabit muda berjumpa dengan Merkurius dan tampak setelah Matahari terbenam. Keduanya berada pada ketinggian 11º saat Matahari terbenam di ufuk barat. Hanya terpisah 2º, Bulan sabit tipis 2% dan Merkurius bisa diamati sampai kisaran pukul 19:00 WIB saat keduanya sudah rendah di horison. Merkurius terbenam pukul 19:12 WIB dan disusul Bulan 10 menit kemudian.

21 Januari — Bulan — Mars

Pasangan Bulan dan Mars pada tanggal 21 Januari 2021 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan Mars pada tanggal 21 Januari 2021 pukul 20:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan setengah berpapasan dengan Mars dan bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai tengah malam. Keduanya berada pada ketinggian 67º saat Matahari terbenam di ufuk barat. Bulan yang berada 4,5º di selatan Mars bisa diamati sampai kisaran pukul 23:57 WIB saat keduanya sudah rendah di horison.

24 Januari — Elongasi Timur Maksimum Merkurius

Merkurius pada titik tertingginya. Kredit: Stellarium
Merkurius pada titik tertingginya. Kredit: Stellarium

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Merkurius 18,6º. Artinya, Merkurius akan berada 18,6º di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Capricornus bisa diamati dengan kecerlangan -0,5 magnitudo setelah Matahari terbenam sampai pukul 19:22 WIB.

24 Januari — Konjungsi Saturnus

Konjungsi Saturnus. Kredit: langitselatan
Konjungsi Saturnus. Kredit: langitselatan

Saturnus akan berada pada posisi terjauh dari Bumi yakni 10,97 AU, dan Matahari berada di antara kedua planet. Akibatnya, pengamat di Bumi tidak akan bisa melihat planet cincin tersebut karena jaraknya yang sangat dekat dengan Matahari, yakni 0,4°. Jika Saturnus bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 15,2’’ atau 0,004º.

29 Januari — Konjungsi Jupiter

Konjungsi Jupiter. Kredit: langitselatan
Konjungsi Jupiter. Kredit: langitselatan

Jupiter akan berada pada posisi terjauh dari Bumi yakni 6,07 AU, dan Matahari berada di antara kedua planet. Jupiter akan menghilang dari langit karena posisinya di langit hanya 0,5º dari Matahari. Planet raksasa ini akan terbit dan terbenam beriringan dengan Matahari. Jika Saturnus bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 31,8’’ atau 0,008º.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Pertengahan Januari menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan menuju fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati mulai tengah malam membentang dari Tenggara ke Barat Laut.

Setelah Matahari terbenam, ada Archenar di rasi Eridani, Canopus di rasi Carina, Rigel dan Betelgeus di rasi Orion, Aldebaran di rasi Taurus, Capella di rasi Auriga, Sirius di rasi Canis Major, Procyon di rasi Canis Minor.

Jelang tengah malam, ada Pollux dan Castor di rasi Gemini, Regulus di rasi Leo. Mulai tengah malam sampai jelang fajar ada Rigel Kentaurus dan Hadar di Centaurus, Spica di Virgo, Crux,  Arcturus di rasi Bootes, yang bisa diamati sampai jelang fajar.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.

Peta Bintang 1 Januari 2021

Peta Bintang 15 Januari 2021

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.

Kampanye Langit Gelap

4 — 13 Januari — Kampanye Globe At Night
Di bulan Januari, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 4 – 13 Januari. Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye bulan Januari, para pengamat di belahan utara diajak mengamati rasi Orion, sementara pengamat di belahan selatan mengamati rasi Orion dan rasi Canis Mayor. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

1 thought on “Fenomena Langit Bulan Januari 2021

Tulis komentar dan diskusi...