Ketika Bintang Mati Karena Spagetifikasi

Para astronom berhasil melihat fenomena spagetifikasi bintang yang sedang dilahap lubang hitam supermasif.

Ilustrasi peristiwa bintang yang mengalami spagetifikasi dan melontarkan materi. Kredit: ESO/M. Kornmesser
Ilustrasi peristiwa bintang yang mengalami spagetifikasi dan melontarkan materi. Kredit: ESO/M. Kornmesser

Efek Bakmi

Lubang hitam adalah objek yang paling kuat di Alam Semesta. Ketika ada bintang yang lewat terlalu dekat dengan lubang hitam maka tak pelak ada efek yang sangat serius. Bagaimana tidak. Gravitasi lubang hitam itu sangat kuat dan bisa menarik semua materi yang ada di dekatnya. Kalau materi itu masuk melewati horison peristiwa lubang hitam, maka materi akan terperangkap di sana.

Apalagi kalau ada bintang yang melintas dekat lubang hitam supermasif. Kekuatannya jauh lebih besar lagi. Bisa dibilang bintang ini cukup sial karena gravitasi lubang hitam akan langsung mengoyak dan mencabik bintang tersebut. Singkatnya, bintang akan ditarik menuju lubang hitam. Saking kuatnya tarikan itu, materi bintang akan tampak membentuk aliran memanjang menuju lubang hitam yang bergerak dengan kecepatan tinggi.

Para astronom menyebutnya “efek spagetifikasi” atau “efek bakmi”.

Tertangkap Basah

Bintang yang jadi korban adalah bintang AT2019qiz, di galaksi 2MASX J04463790-1013349. Bintang ini berada sangat jauh. Jaraknya 215 juta tahun cahaya di arah rasi Eridanus. dan sedang dalam proses dilahap lubang hitam yang massanya sekitar satu juta massa Matahari.

Proses spagetifikasi bintang AT2019qiz pertama kali diamati oleh Zwicky Transient Facility pada tanggal 19 September 2019. Dari hasil pengamatan perilaku materi yang mengalami spagetifikasi, para astronom menduga kalau bintang in mirip Matahari. Jika demikian, diduga, bintang AT2019qiz berada dalam jarak 70 juta km untuk bisa tercabik oleh lubang hitam.

Untuk mempelajari efek yang luar biasa dramatik ini, para astronom melakukan pengamatan dengan teleskop yang dioperasikan ESO dan teleskop lainnya di dunia. Pengamatan dilakukan untuk melihat apa yang terjadi setelah bintang dicabik lubang hitam. Ternyata terjadi ledakan cahaya!

Ini adalah ledakan cahaya terdekat yang berhasil diamati astronom sampai saat ini.

Efek Pasang Surut

Ketika bintang mengalami efek spagetifikasi, sebagian aliran materi akan mengalami pembelokkan di dekat lubang hitam dan menghantam materi bintang yang masih jatuh ke lubang hitam. Akibatnya terjadi ledakan cahaya yang sangat terang.

Sementara itu, sebagian besar materi bintang yang dicabik akan jatuh dalam piringan akresi di sekeliling lubang hitam. Sebagian materi dalam piringan bergerak mendekati kecepatan cahaya, sementara ada bagian lain dari piringan di mana materi bergerak lebih lambat. Friksi ini menghasilkan energi yang menenagai semburan serpihan materi yang terlontar dari lubang hitam.

Peristiwa ini dikenal sebagai peristiwa cabikan gaya pasang-surut.

Ledakan cahaya terang itu tampak semakin terang dalam beberapa minggu. Pada puncak kecerlangannya, energi yang dilepaskan bisa mencapai 10 miliar kali energi Matahari. Setelah itu, ledakan cahaya meredup dalam rentang waktu 6 bulan.

Fakta Keren:

Para astronom berhasil mengamati ledakan debu dan puing-puing bintang yang hancur. Materi tersebut dilontarkan oleh lubang hitam dengan kecepatan 10.000 km/detik atau 100 kali lebih cepat dari sambaran petir!


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.