Tolong! Ada Kawanan Galaksi Terperangkap!

Ada sekelompok galaksi terperangkap dalam jaring laba-laba di sekitar lubang hitam supermasif yang ada di pusat.

Ilustrasi jaring laba-laba dengan lubang hitam supermasif di pusat dan kawanan galaksi pada perpotongan jaring. Kredit: ESO/L. Calçada
Ilustrasi jaring laba-laba dengan lubang hitam supermasif di pusat dan kawanan galaksi pada perpotongan jaring. Kredit: ESO/L. Calçada

Coba bayangkan dalam jaring laba-laba raksasa yang lebih besar dari Bima Sakti. Dan yang paling menakutkan, tentu saja di pusatnya ada lubang hitam supermasif. Itulah kenyataan yang harus dihadapi kawanan galaksi yang baru saja ditemukan!

Jejaring Raksasa dan Monster Yang Sedang Mengintip

Dalam pengamatan terbaru Very Large Telescope milik ESO, para astronom menemukan 6 galaksi dalam struktur jaring laba-laba kosmis dari gas yang merentang 300 kali lebih besar dari Bima Sakti.
Yang menarik, cahaya dari jaring laba-laba kosmis dan lubang hitamnya menempuh perjalanan yang sangat jauh sebelum ditangkap di Bumi.

Dari waktu tempuh itu, kita bisa mengetahui kalau galaksidi jaring laba-laba kosmis ini usianya baru 0,9 miliar tahun. Itu artinya kawanan galaksi tersebut termasuk galaksi-galaksi pertama yang terbentuk setelah Dentuman Besar.

Tak cuma itu.

Keenam galaksi dalam jaring tersebut berada pada area perpotongan filamen gas dalam struktur.Untuk skala astronomi, ke-6 galaksi tersebut jaraknya masih cukup “berdekatan”. Nah, ini berarti kawanan galaksi berenam ini adalah kelompok galaksi dekat pertama yang tampak setelah Dentuman Besar.

Penemuan ini juga membantu kita untuk memahami seberapa besar lubang hitam supermasif dan pembentukannya. Hal penting lainnya adalah memahami bagaimana lubang hitam bertumbuh masif dengan cepat.

Pertumbuhan Yang Mengejutkan

Lubang hitam pertama terbentuk ketika bintang pertama di Alam Semesta runtuh dan mati. Itu artinya, dalam waktu 0,9 miliar tahun, lubang hitam tersebut sudah bertumbuh sangat masif yakni 1 miliar massa Matahari.

Masalahnya, para astronom kesulitan untuk menjelaskan seberapa banyak makanan lubang hitam yang ada saat Alam Semesta masih muda. Ini penting. Tanpa makanan yang cukup bagaimana lubang hitam bisa bertumbuh jadi super masif.

Penemuan struktur jaring laba-laba dan galaksi di dalamnya memberi petunjuk ada gas yang cukup untuk lubang hitam bertumbuh jadi supermasif. Tapi, bagaimana struktur filamen mirip jaring laba-laba ini terbentuk.

Para astronom menduga, halo raksasa dari materi gelap nan misterius menjadi kunci terbentuknya struktur jaring laba-laba kosmis tersebut. Materi gelap tersebut menarik sejumlah besar gas pada Alam Semesta dini untuk membentuk struktur jaring di mana galaksi dan lubang hitam berevolusi. Selain itu, materi gelap dan gas di dalam struktur raksasa inilah yang menjadi sumber makanan lainnya di dalam jaring laba-laba yang membantu lubang hitam bertumbuh dengan cepat.

Tak hanya itu. Halo raksasa dari materi gelap juga menjadi

Fakta Keren

Galaksi Bima Sakti juga punya lubang hitam supermasif di pusat. Tapi, jangan kuatir, jaraknya sangat jauh yakni 26.000 tahun cahaya! Kita tidak akan masuk dalam daftar makanannya. Lubang hitam di pusat Bima Sakti 4 juta kali lebih masif dari matahari!


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.