Apa Yang Terjadi Jika Matahari Diganti Bintang Neutron?

Bagaimana keadaan tata surya kita jika Matahari diganti dengan bintang neutron?

(Calvin Avrilian Vernando – Malang)

Ilustrasi bintang neutron. Kredit: NASA
Ilustrasi bintang neutron. Kredit: NASA

Sebelum kita membahas apa yang terjadi jika Matahari digantikan oleh bintang neutron, yang perlu diingat, Matahari tidak akan pernah menjadi bintang neutron.

Akhir Hidup Bintang

Ketika Matahari semakin tua, bintang yang jadi pusat Tata Surya ini juga akan berevolusi. Sekarang, Matahari masih dalam tahap pembakaran hidrogen. Dalam 5 miliar tahun lagi, matahari akan mengembang jadi raksasa merah dan pada akhirnya mengakhiri hidupnya sebagai bintang katai putih yang dingin.

Jauh sebelum Matahari jadi bintang katai putih, kehidupan di Bumi sudah punah atau bahkan pindah ke planet lain.

Tapi, mari kita berandai-andai sejenak. Bagaimana jika Matahari digantikan dengan bintang neutron. Apakah Bumi dan planet-planet akan tetap seperti sekarang? Sebelum kita bahas apa yang terjadi dengan Tata Surya, bagaimana kalau kita berkenalan dengan bintang neutron.

Bintang neutron merupakan bintang yang terbentuk di masa akhir kehidupan sebuah bintang bermassa besar. Bintang-bintang normal seperti Matahari hanya berakhir sebagai bintang katai putih.

Tapi, bintang yang massanya besar biasanya mengakhiri hidupnya dengan meledak sebagai supernova. Bagian terluar akan terlontar dengan kecepatan puluhan ribu kilometer per detik sedangkan pusat bintang akan runtuh menjadi benda yang sangat mampat.

Selama keruntuhan terjadi di pusat bintang, gaya gravitasi yang sangat kuat akan terus menarik materi ke arah pusat sehingga pada akhirnya elektron pun menembus inti yang terdiri atas proton dan neutron. Proton dan elektron pun bergabung membentuk neutron. Akibatnya terbentuk gas yang kaya neutron.

Dalam kondisi yang sangat mampat (kerapatan sangat tinggi), tekanannya juga sangat tinggi. Akibatnya, neutron terdegenerasi dan memberi tekanan balik yang menghentikan pengerutan di pusat bintang. Pada akhirnya bintang neutron pun mantap terbentuk dengan diameter hanya 20 km. Tapi, massanya setara massa Matahari yakni 1,4 massa Matahari. Bandingkan dengan Matahari yang diameternya 1,4 juta km (dan menampung 1 massa Matahari). Itu artinya semua materi dimampatkan dalam ruang yang sangat sempit.

Menurut Dr. Hakim L. Malasan dari Astronomi ITB dalam diskusinya dengan Pengembara Angkasa, kondisi terdegenerasi itu bisa digambarkan seperti ada ribuan lalat yang hinggap di daun sehingga daun pun jadi berat dan menyatu dengan daun di bawahnya. Padahal kalau hanya satu lalat yang hinggap di daun tentu tidak memberikan pengaruh apapun.

Masih menurut Hakim, “dalam hukum gas ideal, ketika terjadi peningkatan temperatur maka tekanan juga meningkat. Pada kondisi terdegenerasi, ketika temperatur naik, tekanan tidak naik. Jadi untuk menjaga kesetimbangan, benda akan menarik atau menghisap materi di sekelilingnya”.

Bintang Neutron di Pusat Tata Surya

Ilustrasi Supernova. Kredit: NASA/Swift/Skyworks Digital/Dana Berry
Ilustrasi Supernova. Kredit: NASA/Swift/Skyworks Digital/Dana Berry

Gaya tarik di bintang neutron ini luar biasa besar atau sekitar ~2 milyar kali lebih kuat dari gravitasi Bumi.

Jadi, ketika kita menggantikan bintang neutron sebagai pusta Tata Surya, planet-planet akan ditarik oleh gaya gravitasi bintang neutron yang sangat besar. Akibatnya planet-planet pun mengalami kehancuran dan materinya ditarik ke arah bintang neutron. Bisa jadi, serpihan planet-planet di Tata Surya yang hancur akibat tarikan bintang neutron ini akan membentuk piringan akresi di sekeliling bintang.

Semakin jauh sebuah benda dari bintang neutron tentu gaya tarik yang berpengaruh pada objek tersebut akan semakin lemah. Seandainya Matahari digantikan dengan bintang neutron, maka yang pasti kehidupan di Bumi juga akan punah.

Seandainya yang kita gantikan itu bukan bintang neutron tapi bintang bermassa besar yang kelak akan jadi bintang neutron maka Tata Surya pun tidak akan bertahan.

Planet-planet dalam akan semakin dekat dengan bintang yang radiusnya besar, dan berpotensi ditelan bintang ketika berevolusi jadi bintang raksasa merah. Ketika bintang tersebut meledak dan pusat bintang runtuh, ledakan tersebut akan melontarkan planet-planet dari Tata Surya.

Jadi kira-kira seperti itulah nasib Tata Surya jika Matahari digantikan bintang neutron.

Fakta Menarik:

Sampai saat ini ada 5 planet yang memang ditemukan mengelilingi bintang pulsar atau bintang neutron yang berputar cepat. Bisa jadi ini adalah planet yang selamat dari ledakan supernova karena letaknya yang jauh dari bintang tersebut, atau planet yang baru terbentuk dari sisa ledakan, atau bisa jadi planet yang ditangkap oleh gravitasi bintang neutron yang baru terbentuk.

Ditulis oleh

Pengembara Angkasa

Pengembara Angkasa

Pengelana yang telah banyak menjelajahi angkasa raya dan ingin membagi kisahnya dengan banyak orang. Senang pula mengamen, nebeng kapal orang, dan menumpang tidur di rumah singgah antar bintang.

Tulis komentar dan diskusi...