Bintang atau Planet? Bukan! ini Bintang Katai Coklat

Ada lebih dari 100 milyar bintang katai coklat di galaksi Bima Sakti!

Ilustrasi bintang katai coklat. Kredit: NASA / JPL-Caltech
Ilustrasi bintang katai coklat. Kredit: NASA / JPL-Caltech

Awan gas kosmik jadi lebih padat dan panas seiring dengan penyusutannya. Ketika panas di inti semakin membara dan mencapai 10 juta derajat, gumplan ini secara resmi akan mengalami pembakaran dan memulai kehidupan baru sebagai bintang.

Tapi, tidak semua awan yang runtuh bisa mencapai temperatur ekstrim untuk jadi bintang. Ada juga yang gagal untuk menginisiasi pembakaran di dalam dirinya. Benda-benda inilah yang dikenal sebagai bintang gagal atau “Bintang Katai Coklat”.

Sama seperti bintang, si katai coklat juga bisa menghasilkan cahaya sendiri, karena mereka juga panas. Massa bintang-bintang ini terlalu rendah untuk bisa menginisiasi reaksi pembakaran yang stabil di inti. Bintang-bintang katai coklat berpendar kemerahan dan memancarkan cahaya tak tampak, yakni cahaya inframerah (seperti cahaya di pengendali jarak jauh). Bintang katai coklat juga berbeda karena lebih kecil, lebih redup dan lebih dingin dari bintang pada umumnya.

Akibatnya, bintang katai coklat sulit dikenali. Kebanyakan justru ditemukan di ddekat area pembentukan bintang. Belum banyak yang ditemukan. Sampai saat ini kita baru bisa menemukan 3000 katai coklat di galaksi kita. Tapi menurut para astronom ada lebih banyak katai coklat yang sedang mengintip dari balik kegelapan.

Ada tim ilmuwan yang mencari bintang-bintang gagal ini. Mereka melakukan pengamatan pada lima area pembentukan bintang di angkasa. Survei yang diberi nama Substellar Objects in Nearby Young Clusters (SONYC) melakukan pengamatan di gugus NGC 1333 yang berada 1000 tahun cahaya di rasi Perseus. Ternyata, setengah dari populasi bintang merupakan katai coklat.

Muncul pertanyaan, apakah gugus NGC 1333 ini unik dan punya banyak katai coklat?

Untuk memastikan. dilakukan pengamatan pada gugus RCW 38 di rasi Vela yang jauhnya 5500 cahaya. Bintang-bintang katai coklat yang berada sangat jauh ini juga sangat redup. Susah untuk ditemukan, tapi Very Large Telescope punya ESO bisa melihat mereka. Ternyata, setengah dari populasi bintang di gugus bintang RCW 38 adalah katai coklat.

Kesimpulannya, untuk setiap dua bintang ada satu bintang katai coklat. Atau dengan kata lain bintang-bintang gagal ini umum ditemukan di alam semesta.

Jadi, untuk seluruh galaksi kita, jumlah bintang katai coklat harusnya lebih dari 100 milyar – atau 100.000.000.000!

Dan perkiraan ini belum termasuk katai coklat yang paling kecil dan sangat redup. Artinya, jumlah katai coklat di galaksi kita jauh lebih banyak dari 100 milyar!

Fakta Keren

Ciri-ciri katai coklat itu ada di antara planet gas raksasa (Jupiter & Saturnus) dan bintang. Massanya sangat rendah dan ada di antara massa Jupiter dan massa bintang. Bintang-bintang ini bisa memancarkan cahaya dan punya planet yang mengelilinginya seperti bintang lain. Tapi, katai coklat juga punya atmosfer, awan dan badai seperti halnya planet.

[divider_line]

Sumber: Artikel ini merupakan perluasan dari artikel Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.