Penglihatan Baru untuk Katai Coklat

Para astronom berhasil mendeteksi bintang gagal dengan cara berbeda. Kali ini mereka melihat dengan gelombang radio.

Ilustrasi bintang katai coklat Elegast. Kredit: ASTRON / Danielle Futselaar
Ilustrasi bintang katai coklat Elegast. Kredit: ASTRON / Danielle Futselaar

Katai Coklat

Ketika awan gas kosmis menyusut, awan jadi padat dan panas. Nah, waktu suhu di pusat awan mencaipai 10 juta derajat, gumpalan awan padat itu memulai kehidupannya sebagai bintang baru. Tapi, tidak semua awan yang runtuh bisa mencapai temperatur ekstrim dan lahir sebagai bintang. Awan yang gagal jadi bintang itu dikenal sebagai bintang Katai Coklat.

Seperti bintang, katai coklat juga punya cahaya sendiri karena bintang ini juga cukup panas. Tapi katai coklat bercahaya merah dan bersinar hanya pada panjang gelombang inframerah yang tak terlihat. Meskipun demikian, bintang katai coklat tidak bisa membakar hidrogen di pusatnya sehingga bintang kemudian mendingin. Kalaui dibandingkan dengan bintang pada umumnya, katai coklat lebih kecil, lebih redup dan lebih dingin.

Kesuksesan Bersama

Di astronomi, penemuan keren biasanya muncul dari hasil kerjasama lebih dari satu organisasi atau lebih dari satu teleskop.  Kali ini, kolaborasi teleskop radio LOw Frequency ARray di Eropa, dan dua teleskop di Hawai’i yakni teleskop Gemini Utara, dan NASA InfraRed Telescope Facility, berhasil menemukan bintang katai coklat dingin dengan gelombang radio!

Yang Pertama di Radio

Gelombang radio adalah cahaya tipe khusus yang tidak bisa dilihat dengan mata. Di Bumi, teleskop radio yang digunakan dalam penemuan ini, digunakan juga untuk mempelajari planet, komet, awan gas dan debu, bintang dan galaksi.

Dengan mempelajari gelombang radio dari sumbernya, para astronom bisa merempelajari dari apa objek tersebut dibuat dan bagaimana mereka bergerak. Gelombang radio sangat berguna karena tidak dipengaruhi oleh cahaya Matahari, awan, maupun hujan.

Sebelumnya, bintang katai coklat ditemukan dari pengamatan pada cahaya tampak (yang kita lihat dengan mata) dan/atau cahaya inframerah (yang bisa melihat sampai menembus awan dan debu). Karena itu, pengamatan katai coklat lewat gelombang radio merupakan yang pertama dalam astronomi radio. Penemuan ini sekaligus menorehkan cara baru dalam mendeteksi bintang katai coklat dan merupakan langkah penting untuk pencarian eksoplanet dengan teleskop radio.

Fakta keren:

Temperatur di pusat bintang katai coklat lebih rendah dari 3 juta derajat, dan suhu tersebut lebih dingin dari suhu di pusat Matahari yakni 16 juta derajat!


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avatar

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...