Telur Paskah Kosmik

Menurut kepercayaan kuno, Bumi berada dalam kubah langit raksasa. Setiap malam, kita bisa melihat bintang yang sedang dalam perjalanan.

Seiring waktu, manusia akhirnya menyadari kalau bintang sebenarnya berada sangat jauh dan tersebar di seluruh galaksi Bima Sakti maupun di galaksi-galaksi lain. Selain itu, bintang juga tidak bergerak melintas di dalam bola raksasa, seperti yang “tampak” dari Bumi.

Tapi, kepercayaan masyarakat kuno masih sangat berguna. Di masa kini, kubah raksasa itu menjelma jadi “bola langit”. Sebuah bola khayal yang sangat besar dan Bumi ada di pusatnya. Tujuannya untuk mempermudah kita membuat peta alam semesta.

Saat membuat peta langit seperti ini, jarak bintang-bintang yang sangat jauh bisa diabaikan. Dengan demikian kita bisa membayangkan kalau semua yang kita lihat di langit ada di dalam bola raksasa yang mengelilingi Bumi. Persis seperti imajinasi masyarakat kuno.

Peta langit yang dipindai Gaia. Kredit: ESA/Gaia/DPAC; acknowledgement: B. Holl (University of Geneva, Switzerland) sebagai perwakilan DPAC
Peta langit yang dipindai Gaia. Kredit: ESA/Gaia/DPAC; acknowledgement: B. Holl (University of Geneva, Switzerland) sebagai perwakilan DPAC

Nah, sekarang coba perhatikan foto mirip telur Paskah di atas. Foto tersebut justru mewakili seluruh langit. Lebih tepatnya, foto itu adalah peta langit yang dibuat oleh Satelit Gaia selama 14 bulan pertama misinya.

Gaia bertugas untuk memetakan seluruh Galaksi Bima Sakti. Untuk bisa menyelesaikan misinya, Gaia berputar perlahan di angkasa dan kedua matanya menyapu seluruh alam semesta dalam satu lingkaran raksasa. Dalam satu hari, satelit Gaia berotasi empat kali dan ia juga bergerak mengelilingi Matahari. Artinya, setiap hari, Gaia memindai area langit yang berbeda!

Warna yang tampak di foto mmperlihatkan seberapa sering Gaia mengamati area langit yang berbeda. Warna biru merupakan area yang paling sering dipindai, sedangkan warna peach merupakan area yang kurang mendapat perhatian Gaia.

Fakta keren:
Selama 5 tahun misinya, Gaia akan mengamati 1 milyar bintang dalam 70 kali pengamatan untuk setiap bintang. Itu artinya, Gaia akan mempelajari 40 juta bintang dalam satu hari!

[divider_line]

Sumber: Artikel ini merupakan perluasan dari artikel Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...