Permukaan Pluto Yang Beragam

Foto-foto baru dari Pluto kembali diterima oleh tim New Horizonsdari jarak 5 milyar km dari Bumi atau 43 juta km dari Pluto.

Hasil pemotretan yang dikirim merupakan citra jarak dekat permukaan Pluto dengan resolusi 400 meter/piksel. Hasilnya sama seperti foto-foto lain yang dikirim sebelumnya oleh New Horizons, tetap mencengangkan dan dihiasi dengan hal baru.

Foto terbaru Pluto yang dikirim New Horizons. Kredit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute
Foto terbaru Pluto yang dikirim New Horizons. Kredit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute

Pluto memang bukan hanya “obyek beku” di tepi luar Tata Surya. Ia adalah sebuah dunia baru yang layak untuk dijelajahi. Pesan dari Pluto yang dikirimkan lewat New Horizons sangat jelas. Ia adalah sebuah dunia beku yang memiliki keragaman dengan proses yang kompleks di dalamnya.

Mosaik permukaan Pluto selebar 1600 km dengan Dataran Es Sputnik yang terang dan berbagai fitur berbeda di sekelilingnya. Kredit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute
Mosaik permukaan Pluto selebar 1600 km dengan Dataran Es Sputnik yang terang dan berbagai fitur berbeda di sekelilingnya. Kredit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute

Foto-foto yang dikirimkan New Horizons memperlihatkan kehadiran bukit pasir, aliran es nitrogen yang mengalir dari pegunungan ke dataran, serta jaringan lembah yang dipahat oleh materi yang mengalir di permukaan Pluto. Tak hanya itu, Pluto juga memiliki area luas dengan pegunungan yang tidak beraturan seperti wilayah yang rusak di Europa, bulan es milik Jupiter.

Pegunungan tak beraturan tersebut diperkirakan terbentuk dari balok es raksasa yang mengambang di nitrogen beku yang lebih lembut, padat dan luas di Dataran Sputnik.

Sisi lain yang juga diperlihatkan dalam foto-foto yang dikirim New Horizons adalah wilayah yang lebih tua yang memiliki banyak sekali kawah yang berada tak jauh dari dataran es yang lebih muda dan bebas kawah. Selain itu terdapat kemungkinan akan kehadiran daerah berupa perbukitan gelap yang berangin. Bagaimana perbukitan ini terbentuk masih merupakan misteri apalagi kondisi atmosfer Pluto saat ini sangat tipis.  Jawabannya ada masa lalu Pluto. Apakah obyek dingin ini punya atmosfer tebal di masa lalu ataukah ada proses lain yang bekerja di sana? Semua masih perlu dicari jawabannya.

Foto-foto yang dikirimkan juga mengungkap lebih banyak lapisan kabut atmosferik global pada Pluto dibanding yang diketahui sebelumnya. Kabut ini juga membentuk efek temaram senja yang menerangi daerah malam Pluto di dekat wilayah tenggelamnya Matahari.  Hasilnya, area tersebut dapat dilihat oleh kamera New Horizons.

Charon. Kredit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute
Charon. Kredit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute

Selain Pluto, foto dengan resolusi yang lebih dari Charon, Nix dan Hydra juga dikirimkan ke Bumi. Foto-foto tersebut memperlihatkan keunikan setiap satelit Pluto dan cerita masa lalu Charon yang penuh siksaan juga berhasil diungkap.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.