Lautan di Satelit Saturnus, Enceladus

Ada lautan global di bawah lapisan kerak es Enceladus, si satelit Saturnus yang aktif sekali secara geologi.  

Kehadiran lautan global bisa diketahui dari goyangan yang sangat halus yang terjadi ketika Enceladus mengorbit Satunus. Goyangan tersebut hanya bisa terjadi jika selubung es terluarnya tidak padat dan menyatu dengan bagian dalamnya. Inilah yang menandai kehadiran lautan global.

Skema interior Enceladus. Kredit: Cassini/NASA
Skema interior Enceladus. Kredit: Cassini/NASA

Penemuan ini menunjukan kalau semburan uap air, partikel es dan juga molekul organik yang diamati Cassini selama ini berasal dari patahan di dekat kutub selatan satelit Saturnus tersebut dan memperoleh makanannya dari waduk air yang besar ini.

Perjalanan untuk bisa menemukan lautan global di Enceladus bukanlah perjalanan yang singkat. Lebih dari 10 tahun para astronom melakukan penelitian dan merangkai satu per satu fakta yang dilihat Cassini pada satelit Saturnus yang aktif tersebut.

Cerita ini dimulai ketika astronom menemukan lingkungan air dalam bentuk cair di Enceladus. Lingkungan tersebut menyerupai lautan yang berada jauh di bawah es yang menutupi belahan selatan Enceladus. Di daerah ini, air tersebut bercampur dengan senyawa organik yang sebanding dengan salinitas atau kadar garam terlarut di lautan di Bumi.

Tapi ada satu pertanyaan yang belum terjawab: Seberapa luaskah lapisan air di Enceladus?

Bukti pun dikumpulkan oleh Cassini untuk mencari jawabannya.

Salah satu jawaban yang dikemukakan adalah kehadiran air ini selebar dataran kutub utara Enceladus yang dihiasi oleh lipatan pegunungan dan punggung bukit yang memiliki 4 rekahan utama dimana terjadi erupsi geyser.

Di tahun 2013/2014, pengukuran gravitasi yang dilakukan Cassini mengindikasikan bukti kuat kejadian laut di kutub selatan atau tepatnya 35 km di bawah permukaan dan ketebalan 10 km.  Dan diperkirakan juga kalau lautan di kutub selatan Enceladus terhubung dengan lautan global yang lebih tipis. Tapi masih belum ada jawaban pasti.

Penelitian yang tak pernah berhenti dilakukan untuk menganalisa foto resolusi tinggi  dari permukaan Enceladus yang dipotret Cassini selama 7 tahun terakhir. Hasilnya, lapisan air di Enceladus memang global atau menyeluruh.

Bagaimana caranya? Seperti yang disebutkan sebelumnya, para astronom menemukan adanya goyangan halus ketika Enceladus mengorbit Saturnus. Karena satelit es ini tidak benar-benar berbentuk bola dan karena Enceladus tampak bergerak lebih cepat dan lebih lambat saat mengorbit Saturnus, maka gaya tarik Saturnus menyebabkan Enceladus bergerak maju mundur ketika berotasi.

Penyimpangan yang terjadi pada perubahan maju mundur yang terjadi saat rotasi inilah yang dianalisa untuk menemukan kalau perubahan itu hanya terjadi pada selubung es terluar saja. Karena itulah bisa diindikasikan kalau cangkang atau selubung es dan inti batuan di Enceladus terpisah oleh lapisan cair.

Penemuan lautan global di Enceladus menjadi langkah penting dalam  perjalanan panjang mencari lautan biru seperti di Bumi. Perjalanan untuk menemukan planet laik huni lainnya di alam semesta.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.