2014 MU69, Tujuan Terakhir New Horizons!

New Horizons akan melanjutkan misinya mengunjungi objek Sabuk Kuiper lainnya!

Di tahun baru 2019, kita akan kembali memperoleh cerita baru dari New Horizons. Wahana yang berpapasan dekat dengan Pluto di bulan Juli disepakati akan melanjutkan misinya dan menyambangi objek lain di Sabuk Kuiper.

Ilustrasi pertemuan New Horizons dengan obyek di Sabuk Kuiper. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI/Alex Parker
Ilustrasi pertemuan New Horizons dengan objek di Sabuk Kuiper. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI/Alex Parker

Pada tanggal 28 Agustus 2015, NASA pun mengumumkan objek Sabuk Kuiper yang menjadi tujuan berikut dari Wahana New Horizons. Objek 2014 MU69 adalah tujuan baru bagi New Horizons.

Seperti kita ketahui, setelah New Horizons meninggalkan Pluto ia menuju ke area sabuk kuiper yang diisi oleh objek-objek dingin trans neptunian. Tapi tentu saja tidak semua objek bisa disambangi oleh New Horizons. Harus dipilih satu objek yang masih dalam jangkauan perjalanan New Horizons setelah ia meninggalkan Pluto. Hal ini penting mengingat tidak banyak bahan bakar yang tersisa bagi New Horizons untuk melakukan perjalanan panjang.

Wahana New Horizons memang dirancang untuk terbang melintasi Pluto dan menjelajah objek di Sabuk Kuiper. Untuk itu ia juga membawa bahan bakar hydrazine ekstra agar dapat berpapasan dengan objek sabuk kuiper lainnya. Setelah berpapasan dengan Pluto, hydrazine yang tersisa di New Horizons hanya 35 kg lagi. Untuk itu perlu penghematan signifikan agar misi selanjutnya dapat tercapai.

Jadi, lupakan impian untuk mengunjungi Eris atau bahkan Sedna!

Mencari Tujuan Baru New Horizons
Sebelum 2014 MU69 ditentukan sebagai tujuan berikut dari perjalanan New Horizons, tim peneliti misi New Horizons menentukan terlebih dahulu beberapa kandidat yang bisa dipertimbangkan sebagai tujuan berikut setelah Pluto. Tercatat ada 3 KBO aka Objek Sabuk Kuiper yang dipilih sebagai kandidat tujuan dari New Horizons sebelum tim kemudian memilih satu KBO sebagai tujuan.

Pencarian tujuan baru New Horizons dilakukan sejak tahun 2011 dengan menggunakan teleskop landas Bumi seperti Teleskop Kembar Magellan 6,5 meter di Chille, Teleskop Subaru 8,2 meter di Hawaii dan Teleskop Canada–France–Hawaii di Mauna Kea, Hawaii. Pengamatan yang juga menyertakan partisipasi aktif masyarakat lewat sains warga Perburuan Es (Ice Hunters project) membuahkan penemuan 143 KBO yang berpotensi sebagai objek baru tujuan New Horizons. Tapi pada akhirnya kandidat target KBO yang paling cocok justru ditemukan oleh Teleskop Hubble.

Ada 3 objek sabuk Kuiper yang ditemukan Hubble yang kemudian ditetapkan sebagai target yang berpotensi sebagai objek kunjungan New Horizons setelah meninggalkan Pluto, dan diberi indikasi PT (Potential Target). Ke-3 objek yang berpotensi jadi target itu memiliki kemiripan dalam ukuran yakni sekitar 30 – 55 km, terlalu kecil untuk bisa diamati oleh telesko di Bumi dan masih berada dalam rentang jarak yang cukup mudah dijangkau New Horizons. Ketiganya berada pada jarak 43 – 44 AU.

Jarak ini penting mengingat bahan bakar yang menopang perjalanan New Horizons tidak banyak tersisa. Dengan demikian, jarak yang “dekat” dari Pluto akan menghemat bahan bakar dan waktu New Horizons untuk berpapasan dengan objek di sabuk kuiper tersebut. Selain bahan bakar, semakin jauh objek tersebut maka kemampuan New Horizons dalam komunikasi juga semakin lemah. Karena itu dipilih objek yang masih ada dalam rentang jarak 55 AU dalam lintasan perjalanan New Horizons. Pada jarak lebih dari 55 AU, komunikasi akan sangat lemah dan daya yang dihasilkan RTG juga akan semakin turun dan menghambat pengamatan.

Ketiga objek yang dipilih juga berasal dari anggota Sabuk Kuiper “dingin klasik” dan memiliki inklinasi dan eksentrisitas rendah. Berbeda dengan Pluto yang memiliki inklinasi lebih besar dan lebih lonjong dibanding ketiga objek yang memiliki orbit hampir lingkaran.

Ketiga objek itu adalah 2014 MU69 (PT1), 2014 OS393 (PT2), dan 2014 PN70 (PT3). Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya objek PT 1 atau 2014 MU69 yang dipilih sebagai target berikutnya dengan pertimbangan utama adalah jarak tempuh yang lebih pendek dan bahan bakar yang digunakan hanya 35% dari persediaan yang ada.

Untuk bisa berpapasan dengan 2014 MU69 pada tahun baru 2019, New Horizons akan melakukan empat manuver di akhir bulan Oktober dan awal November 2015 untuk memulai perjalanannya menuju 2014 MU69. Perubahan lintasan tersebut akan menghabiskan 12 kg dari 35 kg bahan bakar yang tersisa. Penghematan bahan bakar sangat diperlukan untuk menghadapi hal tak terduga dalam perjalanan menuju target baru tersebut.

Tahun baru 2019 akan menjadi lompatan baru bagi astronom ketika New Horizons melintas 12000 km di atas permukaan 2014 MU69.

Jejak New Horizons menuju 2014 MU69. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI/Alex Parker
Jejak New Horizons menuju 2014 MU69. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI/Alex Parker

Berkenalan dengan 2014 MU69
Objek sabuk kuiper 2014 MU69 akhirnya ditetapkan oleh NASA sebagai target kunjungan New Horizons setelah meninggalkan Pluto.

KBO 2014 MU69 ditemukan oleh Teleskop Hubble tanggal 26 Juni 2014 dalam survei pencarian objek yang akan menjadi target misi lanjutan New Horizons. KBO 2014 MU69 merupakan bagian dari objek sabuk kuiper klasik yang dingin, dengan diameter 45 km.

Objek sabuk kuiper klasik yang dingin merupakan benda – benda yang mengorbit pada jarak 40-50 AU dengan orbit yang hampir lingkaran dan kemiringan orbitnya juga rendah. Pada umumnya objek di kelas sabuk kuiper klasik yang dingin merupakan sisa dari populasi purba di awal Tata Surya dengan orbit yang tidak terpengaruh oleh gangguan planet raksasa di luar Tata Surya. Diperkirakan, 2014 MU69 tidak banyak berubah dan merupakan bahan dasar pembentuk objek di Sabuk Kuiper.

2014 MU69 memang memiliki orbit yang hampir lingkaran dengan eksentrisitas 0,046 dan kemiringan orbit hanya 2,45º dibanding Pluto yang memiliki kemiringan 17,14º. Saat ini New Horizons sedang berada pada jarak 4,9 miliar km dari Bumi dan harus menempuh perjalanan 1 miliar km lagi untuk menemui 2014 MU69 yang berada pada jarak 43,4 AU.

Saat ini tidak banyak yang kita ketahui tentang 2014 MU69, akan tetapi setelah New Horizons melintasi objek ini, kita akan memperoleh lebih banyak informasi tentang objek beku di Sabuk Kuiper.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...