Menjejak Perjalanan New Horizons Menuju MU69

Kurang dari setahun New Horizons akan bertemu dengan 2014 MU69, objek Sabuk Kuiper yang ukurannya hanya setengah ukuran Pluto. New Horizons akan jadi tamu pertama MU69 dari Bumi yang akan melintas dari jarak 3500 km atau 4 kali lebih dekat dari pertemuan New Horizons dan Pluto yakni 12500 km.

Ilustrasi pertemuan New Horizons dan 2014 MU<sub>69</sub>. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI/Carlos Hernandez
Ilustrasi pertemuan New Horizons dan 2014 MU69. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI/Carlos Hernandez

Tapi tentunya perjalanan dari Pluto ke MU69 yang jaraknya ~1,5 miliar km bukan perjalanan mudah. Apalagi hanya dengan sisa bahan bakar yang dimiliki setelah menempuh perjalanan 5 milyar km ke Pluto.

Perjalanan New Horizons

Setelah berpapasan dekat dengan Pluto pada tanggal 14 Juli 2015 dan akhirnya misi ke MU69 disetujui, maka lintasan perjalanan New Horizons pun harus diubah agar bisa bertemu dengan MU69. Mirip dengan kita yang harus menyesuaikan arah dan jalan yang diambil jika ingin singgah di suatu tempat. New Horizons pun demikian. Dan tentunya ini bukan pekerjaan mudah.

Tantangan terbesar misi ini justru untuk berburu MU69 yang luar biasa redup untuk diketahui posisinya. Tidak satupun teleskop yang berada di Bumi mampu melihat objek yang satu ini. Satu-satunya yang melihat adalah teleskop Hubble yang juga menemukan objek ini. Bahkan New Horizons pun tak bisa mendeteksi MU69 sampai 100 hari jelang papasan.

Jadi, para astronom menggunakan teleskop Hubble untuk menelusuri jejak MU69 sampai jelang akhir tahun 2018 ketika New Horizons sudah sangat dekat dengan objek tersebut. Untuk itu, para astronom yang dipimpin Alan Stern, menggunakan data dari Hubble dan satelit Gaia untuk memperoleh posisi yang akurat untuk bertemu dengan 2014 MU69 pada jarak 3500 km.

Lintasan New horizons dari Bumi ke Pluto dan MU69. Kredit: JPL NASA
Lintasan New horizons dari Bumi ke Pluto dan MU69. Kredit: JPL NASA

Jelang akhir tahun 2015, Wahana New Horizons harus menyesuaikan jalurnya agar bisa tiba di 2014 MU69 yang jaraknya sekitar 1,5 miliar km dari Pluto dengan kecepatan 51.500 km per jam.

Empat kali manuver dilakukan selama bulan Oktober dan November 2015 untuk mengubah jalur New Horizons sekitar 57 meter / detik dan membawa New Horizons pada jalur yang benar untuk bertemu 2014 MU69 pada tanggal 1 Januari 2019.

Setelah berada di jalur yang benar, New Horizons meneruskan perjalanan sambil terus mengirimkan seluruh data Pluto yang diambilnya saat terbang lintas. Seluruh informasi dari Pluto akhirnya berhasil dikirim ke Bumi pada tanggal 25 Oktober 2016.

Selama perjalanan, selain mengirimkan data ke Bumi, New Horizons juga memotret benda-benda di Sabuk Kuiper. Di antaranya adalah 15810 Arawn yang dipotret dari jarak 270 juta km pada tanggal 2 November 2015. Pada tanggal 7 – 8 April 2016, New Horizons kembali memotret Arawn dari jarak yang lebih dekat yakni 178,5 juta km. Setelah itu, giliran Quaoar yang dipotret pada tanggal 13-14 Juli 2016 dari jarak 2,1 miliar km.

Mengawali tahun 2017, New Horizons melakukan pemotretan ke arah lokasi MU69 dari jarak 877 juta km. Jarak yang sangat jauh dan objek yang jadi target pun masih belum tampak. Memasuki Februari 2017, New Horizons kembali melakukan manuver untuk menyesuaikan jalurnya menuju MU69. Setelah itu, New Horizons pun masuk masa hibernasi a.k.a ditidurkan selama 157 hari sejak 7 April 2017. Saat akan tidur, New Horizons sudah menempuh jarak 782,45 juta kilometer atau setengah perjalanan menuju MU69.

Ketika New Horizons tidur, seluruh sistem di wahana dimatikan, kecuali radio, sistem komputer utama, sistem distribusi daya, dan sistem kendali termal. Sementara itu, 3 dari 7 instrumen yang dibawa New Horizons juga tetap aktif untuk memantau lingkungan antariksa di sekitar wahana saat tidur. Ketiganya adalah SWAP, PEPSSI dan SDC.

September 2017, New Horizons pun dibangunkan kembali. Bukan tanpa tujuan. Perjalanan panjang New Horizons ke tepian Tata Surya tidak boleh disia-siakan dengan beristirahat untuk mengoptimalkan bahan bakar dan instrumen.

Kesempatan langka untuk bisa mempelajari benda-benda di sabuk Kuiper dari dekat tentu tak boleh dilewatkan oleh New Horizons. Karena itu, meskipun hanya bangun untuk periode yang singkat, New Horizons tetap memanfaatkan waktu untuk mengamati dan memotret 5 objek Sabuk Kuiper yang ada dalam medan pandangnya. Tujuannya untuk mengetahui karakteristik permukaan, sistem satelit, maupun periode rotasinya.

Memasuki bulan Desember 2017, New Horizons kembali melakukan manuver untuk mengoreksi lintasan perjalanan menuju MU69. Kali ini selain menyesuaikan lintasan perjalanan, New Horizons juga diatur untuk terlambat tiba beberapa jam di MU69 agar dapat mengoptimalkan liputan peristiwa penting ini oleh jejaring teleskop radio Deep Space milik NASA. Teleskop radio tersebut akan memantulkan gelombang radar dari permukaan MU69 ke New Horizons. Jika berhasil, percobaan ini akan dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kekasaran dan kemampuan pantulan dari permukaan MU69 dalam panjang gelombang radar.

Gugus bintang Wishing Well atau Sumur Harapan yang dipotret New Horizons. Kredit: NASA
Gugus bintang Wishing Well atau Sumur Harapan yang dipotret New Horizons. Kredit: NASA

Sebelum kembali tidur pada tanggal 21 Desember, New Horizons melakukan kalibrasi instrumen dan salah satu hasilnya adalah potret gugus bintang Wishing Well atau Sumur Harapan.

Untuk tidur kali ini, new Horizons akan beristirahat selama lebih dari 5 bulan dan baru akan bangun tanggal 4 Juni 2018. Ketika bangun nanti, New Horizons tidak akan punya waktu untuk tidur lagi. New Horizons akan sangat dibuk mulai dari saat ia bangun bulan Juni nanti sampai tahun 2020 ketika seluruh data yang dikumpulkan saat berpapasan dengan MU69 dikirim seluruhnya ke Bumi.

Jadi, tak ada salahnya bagi New Horizons untuk tidur dalam perjalanan menuju MU69.

Bersiap-siap Bertemu Benda Kecil MU69

New Horizons akan dibangunkan pada tanggal 4 Juni 2018 untuk memulai persiapannya bertamu di MU69. Selain persiapan terbang lintas, New Horizons juga akan memotret sejumlah obyek Sabuk Kuiper lainnya sampai Maret 2019. Jelang akhir Agustus 2018, saat New Horizons sudah semakin dekat denganMU69, ia akan memotret benda kecil di Sabuk Kuiper ini. Setelah itu, lagi-lagi akan dilakukan koreksi lintasan ke MU69 sebanyak dua kali pada tanggal 3 Oktober dan 2 Desember 2018.

Selama bergerak mendekati MU69, ada tantangan lain untuk New Horizons. Tantangan itu justru datang dari lingkungan di sekitar MU69 yang masih asing bagi wahana antariksa New Horizons. Ingat juga bahwa data tentang MU69 pun masih sangat minim. Seandainya benda sabuk Kuiper ini punya cincin berupa puing-puing debu, maka tak ayal kehadiran reruntuhan debu tersebut bisa merusak wahana yang sedang bergerak dengan kecepatan hampir 53000 km/jam tersebut. Apalagi New Horizons akan melakukan terbang lintas pada jarak hanya 3500 km dari MU69.  Tabrakan seperti itu harus dihindari. Karena itu, jika New Horizons mendeteksi keberadaan cincin pada MU69, sistem kontrol akan mengubah lintasannya untuk terbang lintas dari jarak yang lebih aman yakni 10000 km. Nah, jika ada anomali, sistem kontrol hanya punya 12 jam untuk melakukan tindakan.

Voila! Saat Bumi merayakan tahun Baru 2019, nun jauh di tepi Tata Surya, New hHorizons merayakannya dengan pertemuan singkat bersama MU69 di Sabuk Kuiper. Pertemuan bersejarah itu dirancang terjadi pada tanggal 1 Januari 2019 pukul 05: 33 UT atau 12:33 WIB.

Selama merayakan tahun baru, seluruh instrumen yang dibawa New Horizons akan mmberikan hadiah istimewa untuk Bumi. Cerita tentang MU69, objek Sabuk Kuiper yang berada di halaman belakang Tata Surya. Seluruh kisah MU69 akan dikirimkan ke Bumi dari jarak 6,5 miliar km selama 22 bulan dengan laju 1 – 4 kilobit.

Seluruh data yang akan selesai dikirim pada tahun 2020 tersebut akan jadi loncatan penting lainnya dalam dunia astronomi. Data tersebut akan membuka cakrawala baru tentang Sabuk Kuiper maupun cerita dari masa lalu Tata Surya di masa awal pembentukannya.

Misi Perpanjangan di Sabuk Kuiper ini akan berakhir pada tahun 2021, dan New Horizons akan mulai kehabisan bahan bakar pada tahun 2026. Meskipun demikian, masih diharapkan dapat berfungsi sampai tahun 2035 untuk mengirimkan data heliosfer dan pada akhirnya bersama Voyager mempelajari area tersebut.  Jika memungkinkan, tim New Horzions akan mengajukan perpanjangan misi lainnya di Sabuk Kuiper. Jika tidak, maka MU69 akan menjadi misi terakhir seperti yang direncanakan selama ini.

Bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu saja sampai setelah New Horizons bertamu di MU69. 

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.