Gletser Nitrogen Mengalir di Pluto

Masih tentang pluto, kali ini New Horizons mengirimkan cerita yang lebih detil dari jantung hati Pluto. area yang kita kenal sekarang dengan nama Tombaugh Regio. Sama seperti bentuknya yang menarik perhatian masyarakat dunia, keberadaan Tombaugh regio memang menyimpan banyak cerita menarik.

Dalam foto-foto yang dikirim oleh New Horizons kita bisa melihat adanya pola terang dan gelap di permukaan Pluto. Pola ini muncul sebagai tanda dari perbedaan komposisi di permukaan Pluto. Ada pola area global yang berubah menurut garis lintang di Pluto. Pola ini menunjukkan perbedaan komposisi di setiap area di Pluto. Dataran yang paling gelap tampak di ekuator Pluto sedangkan warna yang sedikit lebih terang berada di lintang tengah antara ekuator dan kutub utara. Dan kutub utara menjadi area yang sangat terang karena didominasi es. Pola tersebut diduga merupakan hasil dari transfer es dari ekuator ke kutub. Yang menarik, pola ini diinterupsi oleh kehadiran jantung hati Pluto!

Jantung hati Pluto tersebut tampaknya berfungsi sebagai waduk es di Pluto!

Dan seperti yang sudah pernah diceritakan sebelumnya, area Tombaugh ini memang menarik. Di dalam jantung hati Pluto, atau tepatnya di bagian barat area Tombaugh, ada dataran Sputnik nan datar dengan pola poligon dan gunung es Norgay.

Kali ini cerita dari New Horizons masih seputar area Tombaugh dengan detil yang lebih jelas lagi. Kisah ini bisa kita peroleh setelah New Horizons berpapasan dengan pluto dan memotret permukaannya dari jarak 450 ribu km dan menampilkan fitur terkecil yang berukuran 2,2 km.

Aliran Gletser di Pluto
Kehadiran aktivitas geologi di Pluto memang mengejutkan sekaligus menarik perhatian para astronom dan geolog. Permukaan yang masih muda dalam hitungan kurang dari 100 juta tahun dan bagaimana pegunungan di Pluto terbentuk menjadi cerita yang belum terungkap. Sekarang ada lagi cerita baru. Aktivitas lainnya di permukaan Pluto yang membuat para ilmuwan di tim new Horizons terkagum-kagum.

Mereka melihat adanya aliran es di Pluto yang mirip dengan gletser di Bumi.

Foto jarak dekat yang dikirim New Horizons memperlihatkan area dataran Sputnik yang berada di bagian barat area Tombaugh. Tepat di bagian barat laut Sputnik Planum, ada gletser nitrogen yang mengalir pada temperatur -235º C!

Gletser nitrogen tersebut tampak mengalir keluar dari tepi hati di area Tombaugh bergerak menuju area yang dipenuhi kawah-kawah tua dan mengisi kawah-kawah tersebut dengan es.

Bagian utara Sputnik Planum yang memperlihatkan aliran Gletser Nitrogen dan bagian selatan yang diisi pegunungan Norgay dan Hillary juga kawah yang diisi endapan es. Kredit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute
Bagian utara Sputnik Planum yang memperlihatkan aliran Gletser Nitrogen dan bagian selatan yang diisi pegunungan Norgay dan Hillary juga kawah yang diisi endapan es. Kredit: Belahan selatan Pluto. Kredit: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute

Pada temperatur yang sangat rendah dan dingin seperti ini, air es tidak akan bisa mengalir dan sudah membeku. Tapi tidak demikian dengan es nitrogen. Pada kondisi temperatur rendah yang ekstrim, es nitrogen masih bisa mengalir jika ketebalannya sekitar 1 km.  Es nitrogen bisa mengalir seperti ini tentu karena ditenagai sesuatu. Masih menjadi perdebatan, tapi ada dua ide yang dikemukakan. Mekanisme pertama dari bawah ke atas dimana materi es dipanasi oleh peluruhan radioaktif yang bocor dari bagian dalam Pluto. Mekanisme lainnya melibatkan atmosfer Pluto yang membeku dan menghujani Pluto dengan salju yang kemudian berakumulasi menjadi gletser tebal. Tapi mekanisme ini agak sulit diterapkan mengingat tidak mudah untuk mengumpulkan salju dengan ketebalan ratusan meter agar bisa mengalir seperti gletser.

Di sisi selatan dataran Sputnik, tak jauh dari area ekuator yang gelap, dataran kuno yang dipenuhi kawah sedang diinvasi oleh endapan es baru. Area penuh kawah ini secara informal dinamai Cthulhu Regio.

Di area selatan Sputnik planum, selain pegunungan Norgay, ditemukan juga area pegunungan baru dengan ketinggian 1,6 km seperti Gunung Muria di Indonesia. Pegunungan baru di Pluto ini diberi nama Hillary Montes dari nama Sir Edmund Hillary yang pertama kali menjejakkan kakinya di puncak Gunung Everest bersama Tenzing Norgay pada tahun 1953. Dan kini nama keduanya diabadikan sebagai nama dua pegunungan di Pluto.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.