Permata di Rasi Cassiopeia: Planet Bumi-super!

Telah ditemukan planet batuan di lingkungan tetangga Matahari!

Ilustrasi exoplanet batuan HD 219134b. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Ilustrasi exoplanet batuan HD 219134b. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Planet batuan yang baru ditemukan tersebut berada di salah satu bintang yang berada tak jauh dari Matahari. Yup! Tak jauh jika dibandingkan dengan planet Kepler 452b, planet sepupu Bumi yang baru saja ditemukan oleh Wahana Kepler tersebut. Diketahui, jarak exoplanet batuan tersebut 21 tahun cahaya dari Bumi, jauh lebih dekat dari lokasi sepupu Bumi yang jaraknya 1400 tahun cahaya. Dekat bukan? Ups! Tidak terlalu dekat juga karena setidaknya jika kita mampu membuat wahana berkecepatan cahaya pun, masih butuh waktu 21 tahun untuk mengunjungi planet tersebut.

Walaupun dari ukuran jarak masih jauh dari Bumi tapi kehadiran planet batuan pada bintang dekat memberi kesempatan untuk para astronom mempelajari planet tersebut dengan lebih baik menggunakan teleskop landas Bumi maupun teleskop yang ditempatkan di luar angkasa. Salah satu kandidat yang akan dapat mempelajari planet ini dengan lebih baik adalah Teleskop James Webb.

Planet baru tersebut ditemukan mengitari bintang HD 219134, bintang oranye tipe K yang lebih dingin, lebih kecil dan tidak semasif Matahari.  Satu hal yang juga menarik, bintang HD  219134 yang berada di rasi sang ratu Cassiopeia yang menyerupai bentuk W dapat dilihat dengan mata bugil di area yang tidak terkontaminasi polusi cahaya. Jadi siapapun bisa menikmati bintang “tetangga” Matahari yang memiliki planet tersebut. Bintang HD 219134 berada di salah satu kaki bentuk W di rasi Cassiopeia dengan kecerlangan 5 magnitud.

Ilustrasi exoplanet batuan HD 219134b saat transit. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Ilustrasi exoplanet batuan HD 219134b saat transit. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Planet Kebumian di Lingkungan Matahari
Planet batuan tersebut ditemukan lewat pengamatan kecepatan radial dengan instrumen HARPS-utara yang dipasang pada teleskop nasional Galileo 3,6 meter di pulau Canary. Pengamatan pada bintang HD 219134 memperlihatkan kehadiran sebuah planet Bumi super yang mengorbit sang bintang setiap 3 hari. Pengamatan lanjutan dengan metode transit yang dilakukan oleh teleskop Spitzer, mengkonfirmasi keberadaan planet HD 219134b tersebut.

Planet HD 219134b merupakan planet batuan yang massanya 4,5 massa Bumi dan ukurannya 1,6 kali ukuran Bumi. Tak hanya itu, para astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics  dan Observatorium Jenewa berhasil mengukur kerapatan planet yang sekaligus menjadi kunci komposisi planet tersebut. Planet Bumi super yang baru ditemukan tersebut memiliki kerapatan 6 gr/cm3 yang artinya, planet ini disusun oleh batuan. Mirip dengan Bumi, sekaligus menjadi planet batuan terdekat di luar Tata Surya.

Planet terdekat lainnya sebenarnya sudah ada yakni di sistem Gliese 674 yang jaraknya 14,8 tahun cahaya dan Glise 581 pada jarak 20,4 tahun cahaya. Akan tetapi komposisi planet-planetnya masih belum diketahui.

Selain planet Bumi super tersebut, para astronom juga mendeteksi kehadiran 3 planet lainnya dari pengamatan dengan metode kecepatan radial. Dalam pengamatan ini para astronom mencari planet dari efek gangguan gravitasi yang diberikan planet pada gerak bintang.

Planet pertama memiliki massa 2,7 kali Bumi dan mengorbit setiap 6,8 hari. Planet kedua diketahui mirip Neptunus dengan massa 9 massa Bumi dan mengorbit tiap 47 hari. Planet terakhir berada agak jauh dari bintang induk dengan massa 62 massa Bumi berada pada jarak 2,1 AU dan setahun di planet ini lamanya 1190 hari.

Pengamatan lanjutan akan dilaksanakan untuk mempelajari atmosfer planet Bumi super baru tersebut jika memang si planet memiliki atmosfer.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...