New Horizons Memotret Bintik di Wajah Pluto

Bagaimana rasanya menjelajah dunia yang tak pernah dijamah dan dilihat orang? Menyenangkan dan menegangkan tentunya. Setidaknya itu yang dirasakan tim astronom yang ikut dalam tim New Horizons, wahana milik NASA yang tanggal 14 Juli nanti akan tiba di Pluto dan melakukan terbang lintas untuk meneliti Pluto dan kelima satelitnya.

Meskipun belum tiba, New Horizons tetap memantau dan memotret planet kerdil yang jadi tujuannya itu. Setiap foto itu dikirim ke Bumi dan kita semua bisa ikut menyaksikan keindahan planet kerdil yang berada jauh dari Matahari tersebut. Planet kerdil yang statusnya pernah menjadi perdebatan dan pada akhirnya disepakati memperoleh status di kelas baru bernama planet kerdil bersama beberapa anggota lainnya dari keluarga Sabuk Kuiper.

Dua wajah Pluto yang dilihat New Horizons. Kredit: New Horizons/NASA
Dua wajah Pluto yang dilihat New Horizons. Kredit: New Horizons/NASA

New Horizons yang tak pernah lupa memotret tersebut mengirimkan dua foto wajah planet kerdil nan misterius ini. Salah satu foto memperlihatkan adanya serangkaian bintik atau area misterius di sepanjang ekuator yang jaraknya sama dari satu area ke area lainnya. Setiap bintik memiliki diameter sekitar 480 km dengan area permukaan yang berukuran hampir sama dengan negara bagian Missouri.

Sisi wajah berbintik yang diperlihatkan Pluto ini menarik perhatian para astronom. Tentunya karena mereka belum pernah melihat bintik gelap yang memiliki konsistensi ukuran dan jarak antar bintik-bintik itu. Asal usul bintik yang dilihat oleh New Horizons di Pluto masih menjadi misteri yang diharapkan dapat disingkap ketika wahana antariksa itu semakin dekat dengan Pluto. Selain masalah bintik misterius ini, menurut Alan Stern kepala peneliti untuk New Horizons, hal lainnya yang menarik untuk dikaji adalah perbedaan warna dan penampakan Pluto dibanding Charon, satelitnya yang lebih gelap.

Kabar gembira lainnya yang datang dari New Horizons adalah kehadiran metana beku di permukaan Pluto yang berhasil dilihat oleh spektometer inframerah di wahana tersebut. Kehadiran metana beku tersebut mengkonfirmasi pengamatan yang dilakukan dari Bumi oleh para astronom di tahun 1976. Dengan keberhasilan mendeteksi metana, para astronom akan dapat mengetahui jika ada perbedaan dari keberadaan es metana di setiap bagian di Pluto. Metana merupakan senyawa kimi yang tidak berbau, tidak berwarna dan di Bumi bisa ditemukan di bawah tanah, dan di atmosfer. Di Pluto, metana yang ditemukan diperkirakan merupakan metana purba yang berasal dari pembentukan Tata Surya 4,5 miliar tahun lalu.

Ada Bahayakah?
Selain memotret di sepanjang perjalanannya menuju Pluto, New Horizons juga mencari awan debu, cincin atau potensi bahaya lainnya. Ups, bahaya? Yup! Dengan kecepatan 49600 km/jam, partikel sekecil butiran beras bisa sangat mematikan bagi New Horizons. Karena itu, seluruh anggota tim New Horizons yang ada di Bumi pun siap untuk melakukan perubahan rute jika New Horizons melihat ada bahaya berupa satelit kecil baru di Pluto, butiran debu, atau kehadiran cincin di planet kerdil tersebut. Pencarian dan pengamatan dilakukan selama 7 minggu semenjak bulan Mei. Seandainya ada potensi bahaya yang dilihat New Horizons, maka perubahan rute harus dilakukan segera mengingat kesempatan terakhir yang dimiliki New Horizons untuk melakukan manuver adalah tanggal 4 Juli.

Sebenarnya, para peneliti ini sedikit kecewa karena mereka tidak melihat kehadiran satelit baru di Pluto. Tapi tentu juga melegakan karena tidak ada potensi bahaya yang dilihat dan tidak perlu ada luka bakar dari mesin yang mencoba menghindari bahaya.

Bahaya yang diduga akan dihadapi New Horizons salah satunya berasal dari proses pembentukan kawah pada satelit ke-4 Pluto, Kerberos, oleh puing – puing yang berasal dari Sabuk Kuiper. Diperkirakan tabrakan benda-benda kecil ini akan menyisakan serpihan yang membahayakan di jalur perjalanan New Horizons. Tapi setelah menganalisis foto-foto yang dikirim New Horizons yang diambil pada tanggal 22,23 dan 23 Juni, para astronom melihat tidak ada bahaya yang menghadang.

Dalam foto itu Pluto dan kelima satelitnya tampak tapi tidak ada cincin, satelit baru atau potensi bahaya lainnya. Jika ada satelit baru, maka New Horizons akan dapat melihat obyek yang 15 kali lebih redup dari satelit Pluto yang paling redup, Styx. Dan jika ada cincin di Pluto, maka cincin di planet kerdil ini akan sangat redup dan hanya memantulkan cahaya matahari kurang dari 1/5000000 dari cahaya yang diterimanya.

Jadi, kesimpulannya New Horizons akan tetap melanjutkan perjalanan di jalurnya tanpa harus melakukan manuver untuk mengubah rute. Dan dalam waktu kurang dari 2 minggu kita akan ikut menyaksikan saat-saat ketika New Horizons memulai misinya di Pluto dan mengakhiri perjalanan panjangnya ke planet kerdil itu.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...