Bahan Penyusun Kehidupan

Kalian bisa membuat gedung dan struktur menarik lainnya hanya dengan menyusun kepingan-kepingan lego. Orang telah membuat rumah, roket, dan kapal dari lego dan sebesar aslinya. Seperti struktur lego, manusia juga tersusun dari bagian-bagian yang berukuran amat kecil. Bahan penyusun manusia itu disebut molekul organik.

Gambar ini mengilustrasikan sejumlah molekul di dalam piringan yang mengelilingi sebuah bintang muda. Molekul adalah bahan penyusun bentuk kehidupan, ibarat kepingan-kepingan lego yang menyusun struktur yang lebih besar seperti roket atau kapal. Piringan ini suatu saat nanti akan membentuk beberapa planet dan dengan bantuan molekul-molekul organik tersebut, planet-planet itu bisa dihuni makhluk asing! Kredit: ALMA.

Berbeda dengan lego, molekul sangatlah kecil. Kita tidak dapat melihatnya kecuali dengan mikroskop. Molekul tersusun dari unsur-unsur kimia seperti karbon, hidrogen, dan oksigen. Molekul organik telah ditemukan di penjuru alam semesta.

Nah, tak seorangpun tahu bagaimana kehidupan bermula di Bumi 3 milyar tahun lalu, tapi satu hal yang pasti: kehidupan dimulai dengan molekul organik.

Tapi, kalau molekul organik adalah bahan penyusun kehidupan dan molekul-molekul itu ada di seluruh penjuru alam semesta, mengapa kita belum menemukan kehidupan di luar Bumi?

Molekul organik sangatlah rapuh. Molekul-molekul itu jarang sekali bisa bertahan di lingkungan ekstrem di sekeliling bintang baru. Namun, para ilmuwan baru saja mendeteksi banyak sekali molekul organik di sekitar sebuah bintang muda yang jauh.

Bintang yang baru dilahirkan ini belum mempunyai planet tapi dikelilingi oleh piringan bahan-bahan pembuat planet yang akan segera membentuk planet. Di tepi luar piringan inilah, tempat komet di sistem keplanetan itu akan terbentuk, para astronom menemukan molekul organik.

Beberapa juta tahun lagi, komet-komet yang baru terbentuk di tepi luar piringan itu akan mulai menghujani planet-planet. Molekul-molekul organik mungkin juga turut dibawa serta. Siapa yang tahu apa yang bakal terbentuk saat molekul-molekul itu mendarat di planet.

Fakta Menarik: Sebagian ilmuwan menduga komet lah yang membawa molekul organik ke Bumi ketika Tata Surya masih sangatlah muda!

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.