Mars Tidak Akan Tampak Sebesar Bulan!

Ingin tau bagaimana kalau sebagian besar masyarakat di dunia ini gak bisa “move on” dari isu yang sama setiap tahunnya? Well, berita inilah yang akan kamu terima lewat pesan di jejaring sosialmu.

Info dr sesama Pada 27 Agustus 2014 akan ada dua bulan. Seluruh dunia sedang menunggu untuk itu. Pada hari ini Mars akan sangat cerah dan seperti bulan semua orang bisa melihatnya dengan mata telanjang. Hari ini akan menjadi 34,65 juta Mil (55,7 juta km) jauhnya dari bumi.Pada hari ini jangan lupa untuk melihat ini jam 12.30 malam. (28/8, 00:30) Karena Anda akan melihat dua bulan di langit. Acara ini akan terjadi lagi pada tahun 2287.Silakan berbagi ini dengan semua. Karena orang-orang yang hidup sekarang tidak bisa melihatnya kedua kalinya pada tahun 2287. (MARS HOAX -red)

Tidak asing dengan pesan ini? Tentu saja! Ini pesan yang disebar semenjak tahun 2003. Redaksi kalimatnya sedikit berubah dari pesan awal yang 11 tahun lalu dikirimkan tapi idenya sama saja. Mars akan tampak sebesar Bulan Purnama di langit malam, dan masyarakat Bumi akan melihat Bulan kembar di langit!

Bulan dan Mars. Kredit: Bulan: Gregory H. Revera/Wikipedia. Mars: NASA/UPI/Landov
Bulan dan Mars. Kredit: Bulan: Gregory H. Revera/Wikipedia. Mars: NASA/UPI/Landov

Spektakuler bukan? Fenomena menarik? Tertarik berbagi? Dan anda pun akan mulai meneruskan pesan yang sama pada semua teman anda tanpa melakukan pengujian kebenaran sebuah berita. Kebiasaan buruk atau insting karena rasa ingin tahu yang besar dan ingin berbagi fenomena menarik ke semua teman? Apakah sedemikian sulit dan merepotkan untuk melakukan pengujian terkait berita yang diterima?

Padahal untuk menguji kebenaran berita tersebut tak membutuhkan upaya berupa perjalanan jauh atau harus mencari koran atau buku di toko buku atau penjual koran.  Pengujian hanya sejauh melakukan pencarian dengan kata kunci “Mars sebesar Bulan atau Mars as big as Moon” lewat mesin pencari seperti Google, Bing atau Yahoo dan jawabannya akan diperoleh dalam sekejap. Benar-benar dalam sekejap! Hanya beberapa detik tergantung koneksi internet anda!

Yang dibutuhkan hanya kemauan untuk melakukan pengujian berita dan kemampuan untuk berpikir apakah mungkin planet Mars yang tampak seperti titik di langit malam itu bisa sebesar Bulan?

Berita Mars yang beredar merupakan berita tahunan yang dikenal sebagai Mars Hoax. Artinya ini merupakan berita yang salah tentang Mars. Versi awal berita Mars tersebut menyebutkan jika ingin melihat Mars sebesar Bulan saat dilihat dengan mata telanjang, maka lihatlah dengan teleskop yang perbesarannya 75 kali. Tapi sayangnya, berita itu kemudian hanya tersisa Mars sebesar bulan dilihat dengan mata telanjang atau mata tanpa alat.

Dimana salahnya?

Pada tahun 2003, tepatnya tanggal 27 Agustus 2003 alias 27 Agustus 11 tahun yang lalu! Catat yah sebelas tahun lalu bukan sekarang! Kala itu Mars sedang berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi pada jarak 55.758.006 km (55,7 juta km!), dan oposisi terjadi tgl 28 Agustus 2003. Berita tentang kejadian menarik ini pun menyebar dan masyarakat pun berbondong-bondong datang ke Observatorium Bosscha, Planetarium Jakarta, dan ITB untuk ikut mengamati fenomena tersebut, karena memperoleh berita yang salah bahwa Mars akan tampak sebesar Bulan dengan mata tanpa alat.

Pada bulan Agustus 2003 tersebut, diameter sudut Mars atau penampakan semu atau besar piringan sebuah obyek lingkaran dari posisi pengamat, hanya 25 detik busur.  Ukuran 25 detik busur ini sangat kecil dibandingkan dengan diameter sudut Bulan yakni 31 menit busur ( 1 menit busur = 60 detik busur).

Jarak Bumi – Bulan itu 384 403 km, sedangkan pada posisi terdekatnya di tahun 2003, jarak Bumi – Mars itu 55,7 juta km atau 144 kali lebih jauh dari Bulan. Dan pada jarak terdekatnya, Mars hanya sebesar 25 detik busur. Mars yang diameternya 6,779 km atau dua kali diameter Bulan (3,475 km) hanya bisa tampak sebesar Bulan dari Bumi dengan mata tanpa alat jika planet merah ini hijrah jadi tetangga Bumi dengan jarak sekitar dua kali jarak Bumi – Bulan. Dan jika itu sampai terjadi, bersiap-siaplah karena papasan sedemikian dekat antara Bumi dan Mars akan menimbulkan gangguan gravitasi yang memberi pengaruh pada kedua planet.

Tapi sayangnya cerita Mars hijrah itu cuma mimpi dan angan-angan para pencari sensasi. Jarak minimum Mars dengan Bumi yang bisa dicapai Mars adalah 54,6 juta km. Bahkan di tahun 2003 pun jarak terdekatnya hanya 55,7 juta km masih lebih jauh dari jarak minimum. Dan pada saat berada di jarak terdekatnya Mars hanya tampak seperti titik merah di langit malam. Jauh lebih kecil dari Bulan.

Bulan dan Mars. Kredit: Bulan: Gregory H. Revera/Wikipedia. Mars: Stellarium
Bulan dan Mars. Kredit: Bulan: Gregory H. Revera/Wikipedia. Mars: Stellarium

Bagaimana dengan tahun 2014? Pada tahun 2014, Mars mencapai jarak terdekat dengan Bumi pada tanggal 14 April dengan jarak 92,7 juta km. Pada saat itu, diameter sudut Mars hanya 15,2 detik busur atau 1,6 kali lebih kecil dibanding penampakan tahun 2003. Apalagi jika dibandingkan dengan Bulan yang diameter sudutnya 119 kali lebih besar dari Mars saat berada pada jarak terdekatnya di tahun 2014.

Setelah oposisi Mars tanggal 9 April 2014 dan Mars mencapai jarak terdekatnya pada tanggal 14 April 2014, planet merah ini akan kembali menjauh dari Bumi. Di bulan Agustus 2014, atau tepatnya pada tanggal 26 Agustus 2014, Mars berada pada jarak 1,4 AU atau 200,4 juta km!

Berita yang beredar menyebutkan Mars akan tampak sebesar Bulan pada tanggal 27 Agustus dan akan mencapai jarak terdekat 34,6 juta mil atau 55,7 juta km pada jam 00.30 tgl 28 dini hari. Kita tahu bahwa Mars sudah mencapai jarak terdekat tahun ini tgl 14 April 2014 dengan jarak 92 juta km. Dan kalau masih “percaya” bahwa Mars akan tampak sebesar Bulan purnama dan akan berdampingan dengan sang Bulan malam ini jam 00.30.

Bagaimana kalau kita cari tahu dimana Mars dan Bulan tgl 27 Agustus 2014 malam?

Tanggal 27 Agustus 2014, Mars terbit jam 09.46 wib dan terbenam jam 22.15 wib. Bulan sedang berada dalam fase sabit tipis setelah melewati fase Bulan Baru tanggal 26 Agustus. Bulan terbit jam 06.16 wib dan terbenam jam 18.34 wib. Jadi apa yang bisa anda lihat jam 00.30 malam nanti kalau Mars dan Bulan sudah berada di balik peraduannya alias sudah terbenam dan tidak lagi ada di langit malam? Mungkin anda bisa menemukan dua Bulan kembar dalam impian anda.. yang entah seperti apa bentuknya. Anda bebas berimajinasi kok!

Yang pasti malam ini tidak ada Mars maupun Bulan di langit malam pada jam tersebut karena keduanya sudah terbenam. Dan Mars tidak akan pernah sebesar Bulan jika dilihat dengan mata telanjang, kecuali anda bisa menemukan cara untuk memindahkan Mars ke dekat Bumi. Kalau ada Superman yang bisa memindahkan Mars lebih dekat ke Bumi, ya mungkin kita bisa melihat Mars sebesar Bulan. Tapi itupun tidak akan terlihat berdampingan tanggal 27 Agustus 2014 malam karena Mars dan Bulan sudah terbenam dan Bulan juga tidak sedang dalam fase purnama. Kalaupun ada yang bisa memindahkan Mars demi impian melihat Mars sebesar Bulan, maka itu hanya mencelakakan Bumi karena gaya ganggu akibat interaksi gravitasi kedua planet saat berpapasan terlalu dekat akan sangat besar pengaruhnya pada Bumi maupun Mars.

Jadi… pesan dari tulisan ini, selalu cari tahu atau uji kebenaran sebuah berita sebelum menyebarkannya. Meski saya cukup yakin isu yang sama akan tetap disebarkan lagi di tahun – tahun mendatang. Setidaknya pemilu tahun ini dan semua hoax astronomi sudah mengajarkan saya bahwa kemampuan meneruskan berita yang tidak benar lebih tinggi dari keinginan untuk menguji kebenaran berita dan lebih cepat dari kemampuan untuk berpikir bahwa berita yang diterima bahkan tidak bisa diterima oleh logika.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.