fbpx
langitselatan
Beranda » Efek Mi

Efek Mi

Menurut kalian apakah tua itu? Orang tua kalian? Kakek dan nenek kalian? Dalam skala astronomis manusia tidak pernah bertambah tua. Matahari kita sudah hidup selama 4.6 milyar tahun dan itu masih di pertengahan kala hidupnya!

Rasi Sagittarius (Pemanah), paling mudah dilihat dari belahan bumi selatan pada bulan Juni hingga September. Kredit: UNAWE.
Rasi Sagittarius (Pemanah), paling mudah dilihat dari belahan bumi selatan pada bulan Juni hingga September. Kredit: UNAWE.

Karena lamanya kala hidup benda-benda kosmik, tampak seolah-olah tidak terjadi banyak perubahan di angkasa. Kita tidak sering melihat akhir sebuah bintang dalam ledakan supernova yang fantastis, atau melihat suatu objek malang yang lewat terlalu dekat dengan lubang hitam lalu tersedot ke dalamnya. Tapi, nanti dulu… itu justru yang sekarang sedang dilihat astronom! Dan itu bukan sekedar lubang hitam yang sedang ‘makan’, melainkan lubang hitam supermasif yang berdiam di pusat Galaksi kita!

Hampir semua galaksi diyakini mempunyai lubang hitam supermasif di pusatnya. Lubang hitam supermasif milik kita disebut Sagittarius A*. Dinamai demikian karena kalau kita mencarinya di langit malam, kita harus melihat ke arah rasi ‘Sagittarius’. Tapi, jangan harap kalian bakal melihat Sagittarius A. Lubang hitam dinamai berdasarkan warnanya, atau lebih tepatnya, ketiadaan warnanya. Dengan latar belakang ruang angkasa yang gelap, lubang hitam tidaklah tampak sebelum mereka mulai melahap.

wan gas (yang berwarna merah) dihisap oleh medan gravitasi yang kuat dari lubang hitam supermasif di pusat Galaksi kita. Awan itu telah tertarik sedemikian rupa sehingga bentuknya seperti spaghetti. Garis-garis biru menggambarkan orbit bintang-bintang yang ada pada gambar. Kredit: ESO/S.Gillessen/MPE/Marc Schartmann
wan gas (yang berwarna merah) dihisap oleh medan gravitasi yang kuat dari lubang hitam supermasif di pusat Galaksi kita. Awan itu telah tertarik sedemikian rupa sehingga bentuknya seperti spaghetti. Garis-garis biru menggambarkan orbit bintang-bintang yang ada pada gambar. Kredit: ESO/S.Gillessen/MPE/Marc Schartmann

Nah, sebuah awan-gas raksasa melayang-layang terlau dekat dengan lubang hitam di pusat Galaksi kita, dan untuk pertama kalinya, kita beruntung bisa melihat aksinya! Gambar ini menunjukkan si awan (yang berwarna merah), yang telah tertarik begitu kuat oleh gravitasi si lubang hitam, berbentuk mirip spaghetti! Proses ini memang disebut ‘Spaghettifikasi’ atau ‘Efek Mi’. Garis-garis biru yang malang-melintang mengilustrasikan orbit masing-masing bintang.

Fakta Menarik
Sebelum para astronom mengetahui adanya Sagittarius A*, mereka sangat bingung dengan perilaku aneh do pusat Galaksi kita. Sekitar selusin bintang tampak menari-nari dalam lingkaran, tapi tidak mengelilingi apa-apa! Sementara Matahari kita bergerak di ruang angkasa dengan kecepatan sekitar 220 kilometer per jam, bintang-bintang tadi bergerak bersama-sama dengan kecepatan 5.000 kilometer per detik!

Sumber: Universe Awareness Space Scoop

Avatar photo

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini