Berburu Lubang Hitam Pemberontak

Ada obyek tak terlihat, 160 kali lebih padat dari Matahari dan sedang bergerak. Apakah itu? Benda itu, lubang hitam supermasif yang sedang melarikan diri!

Ilustrasi galaksi yang di pusatnya ada lubang hitam yang bergerak menjauh dari galaksi. Kredit: X-ray: NASA/CXC/NRAO/D.-C.Kim; Optical: NASA/STScI; Illustration: NASA/CXC/M.Weiss
Ilustrasi galaksi yang di pusatnya ada lubang hitam yang bergerak menjauh dari galaksi. Kredit: X-ray: NASA/CXC/NRAO/D.-C.Kim; Optical: NASA/STScI; Illustration: NASA/CXC/M.Weiss

Lubang hitam supermasif. Seperti namanya, benda ini memang amat sangat masif atau sangat padat. Benda ini bisa bertumbuh jadi miliaran kali lebih padat dari Matahari. Akibatnya, si lubang hitam jadi punya kekuatan yang luar biasa besar dan kebiasaan makan yang semakin ekstrim. Tidak ada yang tidak disukai. Semuanya dilahap, termasuk bintang, planet, bahkan cahaya.

Biasanya, lubang hitam yang kecil bisa ditemukan di antara bintang-bintang. Tapi, untuk lubang hitam supermasif, biasanya hanya ditemukan “diam” di pusat sebuah galaksi.

Hasil pengamatan Teleskop Sinar-X Observatorium Chandra justru membuat astronom terkaget-kaget karena ada lubang hitam yang sedang bergerak menjauhi pusat galaksi. Lokasi lubang hitam pemberontak ini sangat jauh yakni 3,9 milyar tahun dari Bumi.

Dengan mengikuti jejak-jejak yang bisa dijadikan petunjuk, para astronom berhasil mengetahui penyebab perilaku menyimpang dari lubang hitam. Galaksi yang di dalamnya ada lubang hitam yang berperilaku aneh ini sebenarnya mengalami tabrakan dengan galaksi lain, jutaan tahun yang lalu.

Setelah kondisi lebih tenang, kedua galaksi yang tabrakan itu kemudian bergabung dan membentuk galaksi yang lebih besar. Jejak bergabungnya kedua galaksi tampak dari gangguan yang terjadi area terluar galaksi.

Dalam proses penggabungan itu, masing-masing galaksi juga membawa lubang hitam supermasifnya. Ternyata, satu galaksi yang super besar ternyata tidak mampu menampung dua lubang hitam raksasa.

Gaya gravitasi yang luar biasa besar menyebabkan kedua lubang hitam saling mendekat. Pada akhirnya keduanya bertabrakan dan bergabung membentuk lubang hitam supermasif baru yang massanya 160 kali lebih masif dari Matahari.

Saat dua lubang hitam supermasif bergabung, ada efek rekoil yang muncul. Efek rekoil ini berupa tolakan atau hentakan yang menyebabkan benda bergerak ke arah berlawanan.

Hukum ketiga Newton, ada aksi maka timbul reaksi yang sama besar pada arah berlawanan.

Ini juga yang terjadi saat lubang hitam supermasif bergabung. Dua lubang hitam bermassa luar biasa besar dengan gaya tarik yang sedemikian kuat bertabrakan dan bergabung. Peristiwa ini menghasilkan gelombang gravitasi – riak di angkasa – yang menerobos alam semesta.

Saat tabrakan, pancaran gelombang gravitasi yang dihasilkan labih kuat pada satu arah dibanding arah lainnya. Hentakan ini menyebabkan lubang hitam kemudian didorong ke arah yang berlawanan, dan bergerak menjauhi pusat galaksi.

Kejadian ini mirip dengan peluncuran roket. Gas (buang) yang dilepaskan nozzle roket ini berkecepatan tinggi dan menyebabkan roket terdorong ke arah berlawanan, yakni mengangkasa.

Fakta menarik: Tata Surya berada 25000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bima Sakti, si lubang hitam Sagittarius A*

[divider_line]

Sumber: Artikel ini merupakan perluasan dari artikel Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.