Hari Ketika Bumi Dipotret

Yang keren, heboh, baru, dan spesial banget baru saja terjadi!

Pada tanggal 19 Juli 2013 wahana Cassini mengitari Saturnus, lebih dari semilyar kilometer jaraknya dari kita, berbalik lalu memotret Bumi! Waktu pemotretan ini diperhitungkan dengan seksama sedemikian rupa sehingga sinar Matahari yang terang benderang terhalang oleh Saturnus itu sendiri. Planet bercincin nan cantik ini tampak sebagai bayangan gelap di latar depan, lengkap dengan sistem cincinnya, sedangkan Bumi tampak sebagai ‘titik biru pucat’ di kejauhan. Dalam foto ini Bumi dilingkari karena terlalu kecil, saking kecilnya kalian bisa saja tidak melihatnya. Barangkali foto ini sangatlah kecil, tapi kita semua berada di dalamnya, milyaran manusia yang ada di Bumi.

Foto yang diambil wahana Cassini pada tanggal 19 Juli 2013. Bayangan gelap bercincin di latar depan adalah planet Saturnus, sedangkan Bumi tampak sebagai 'titik biru pucat' di kejauhan. Dan, kita semua tinggal di titik itu! Kredit: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute
Foto yang diambil wahana Cassini pada tanggal 19 Juli 2013. Bayangan gelap bercincin di latar depan adalah planet Saturnus, sedangkan Bumi tampak sebagai ‘titik biru pucat’ di kejauhan. Dan, kita semua tinggal di titik itu!
Kredit: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Kali ini untuk pertama kalinya sistem Saturnus dipotret bersama-sama dengan Bumi dalam warna natural. Jadi, foto ini memperlihatkan pemandangan yang persis sama dengan apa yang akan dilihat manusia ketika ia berada di jarak yang sama dengan si wahana! Foto ini akan menjadi salah satu harta pusaka yang berisi foto-foto rumah kita yang diambil dari ruang angkasa. Foto lainnya adalah ‘Earthrise‘ atau terbitnya Bumi yang diambil oleh seorang astronot dari jarak sekitar 380.000 kilometer saat dalam misi Apollo 8, dan foto ‘Titik Biru Pucat‘ yang diambil oleh Voyager 1 pada tahun 1990 saat tengah melayang di ruang angkasa pada jarak 6 milyar kilometer dari Bumi!

Peristiwa ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi seluruh umat di dunia untuk mengingat betapa istimewanya planet cantik berwarna biru-laut kita ini dan betapa berharganya kehidupan yang ada di sana. Nah, apa yang kalian lakukan pada momen penting tadi? Tersenyum bersama-sama dengan orang-orang di seluruh penjuru dunia karena rasa syukur telah hidup di titik biru pucat?

Fakta Menarik
Tujuh tahun lamanya waktu perjalanan yang dibutuhkan wahana Cassini dari Bumi ke Saturnus. Wahana tersebut musti berayun dari beberapa planet untuk mendapatkan kecepatan dan energi, dan akhirnya berhasil menempuh hampir 3.5 milyar kilometer sebelum memasuki orbit Saturnus.

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.