Lingkungan Padat Bintang di Wilayah Nebula Tarantula

Bimasakti itu tidak sendiri. Galaksi kita ini memiliki setidaknya 59 galaksi satelit yang terikat secara gravitasi dengan Bima Sakti. Di antaranya adalah Awan Magellan Besar yang beranggotakan Nebula Tarantula, palung kelahiran bintang yang berada pada jarak 160000 tahun cahaya.

LEAP: Bertualang Menuju Antariksa yang Tak Terbatas Tanpa Meninggalkan Rumah? Bisa!

Artikel 10 Besar Lomba Esai Artikel Astronomi Populer (LEAP) LS
Penulis: Muhammad Lutfi (Cirebon, Jawa Barat)

Pada saat kecil, sering kali anak-anak bermimpi untuk menjadi seorang astronaut. Alasan mereka untuk menjadi seorang astronaut biasanya karena ingin bertualang menuju antariksa dan melihat seperti apa keadaan di luar Bumi, planet-planet, dan luar angkasa yang di dalamnya tersimpan banyak misteri. Melihat Bulan dan bintang dari dekat pun sudah menjadi angan-angan sejak masih berada di taman kanak-kanak. Siapa yang tak kenal lagu “Ambilkan Bulan Bu” karya AT Mahmud. Salah satu lagu yang menyiratkan keinginan seorang anak untuk menjadikan Bulan yang indah itu sebagai sumber penerangannya saat dia tidur.

Materi Kelam Membekukan Bintang

Bintang-bintang yang lahir saat alam semesta dini atau yang juga dikenal sebagai bintang Populasi III merupakan bintang yang hidupnya singkat atau bisa dikatakan mati muda. Bintang-bintang ini terbakar setelah beberapa ratus ribu tahun. Namun, hasil penelitian terbaru menyatakan, bisa jadi bintang-bintang ini masih ada. Tidak tampaknya bintang-bintang ini adalah akibat dari interaksi mereka dengan materi kelam, yang menghentikan pertumbuhan mereka untuk sementara waktu dan menahan ekses sinar mereka yang terang. Menurut Gianfranco Bertone dari Paris Institute of Astrophysics, Prancis, bintang-bintang tersebut mengalami pembekuan dalam jangka waktu yang lebih lama daripada usia alam semesta.