Penemuan Beberapa Planet Dingin

ALMA, si  teleskop terbaru yang saat ini sedang dibangun,  berhasil menunjukkan hasil perdananya! Ia menemukan dua buah planet yang sedang mengorbit bintang seperti tampak pada  foto. Dan planet yang ditemukan merupakan planet paling dingin dari semua planet yang sudah ditemukan saat ini!.

ALMA menemukan 2 buah planet di bintang yang sangat dingin. Kredit : NASA, ESA, dan Digitized Sky Survey 2. Acknowledgment: Davide De Martin (ESA/Hubble)

Teleskop ALMA, si penemu planet ini sama sekali  tidak tampak seperti teleskop normal. Ia memang berbeda dan masih dalam tahap pembangunan yang akan  selesai tahun depan.  Kalau sudah selesai dibangun, ALMA akan memiliki 66 parabola, yang kalau dilihat tampak seperti parabola di atap rumah untuk menangkap sinyal televisi. Hal menarik lainnya, parabola milik ALMA 12 kali lebih besar dan tidak dirancang untuk menangkap gelombang radio yang digunakan untuk mengirim saluran televisi. Sementara, teleskop ALMA dirancang untuk menerima gelombang yang lain yang disebut gelombang submilimeter.

Gelombang yang diterima ALMA akan menjadi petunjuk bagi astronom untuk mempelajari benda-benda yang sangat dingin di angkasa seperti halnya debu. Inilah teleskop yang dibutuhkan para astronom untuk menghasilkan penemuan baru dari dunia dingin di luar sana! ALMA berhasil menemukan planet karena gravitasi kedua planet yang ada di bintang itu membentuk awan debu dingin menjadi cincin raksasa yang melingkari bintang.

Saat ini, ketika para astronom menemukan kedua planet tersebut,  ALMA baru memiliki  seperempat dari jumlah total parabola yang akan digunakan. “ALMA memang masih dalam tahap pembangunan, tapi ia membuktikan dirinya sebagai teleskop yang terbaik di antara yang sejenis”, kata Bill Dent, salah satu astronom yang melaporkan penemuan baru tersebut.

Fakta menarik : Kondisi beku di planet yang baru ditemukan, disebabkan oleh jarak dari bintangnya 140 kali lebih jauh dari bintangnya dibanding letak Bumi dari Matahari.

Sumber : Universe Awareness Space Scoop

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...