Cara-cara astronom mencari planet lain — Bagian 1: Metode transit

Semenjak kita manusia sudah bisa berandai-andai dan melihat bintang-bintang di langit, kita sudah mempertanyakan, adakah kehidupan lain di luar Bumi. Semenjak kita menyadari posisi kita di alam semesta ini, yaitu sebuah bola raksasa yang kita sebut planet, mengorbit sebuah bola gas raksasa yang kita sebut bintang (dan kita beri nama Matahari dalam Bahasa Indonesia), maka tentunya muncul pertanyaan apakah bintang-bintang yang bertaburan di langit malam juga memiliki planet, dan adakah kehidupan di sana?

LEAP: Menikmati Jagat Raya Sebagai Angka

Artikel 10 Besar Lomba Esai Artikel Astronomi Populer (LEAP) LS
Penulis: Bayu Prahara (Banjaran, Jawa Barat)

Menikmati objek langit kala malam memang tiada habisnya terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan polusi lampu sedikit. Jika tidak ada gangguan seperti awan mendung dan cahaya dari bulan, bintang-bintang dilangit akan lebih terlihat karena cahaya dari mereka tidak tertutup atau kalah terang dari cahaya lain. Bahkan, kalau beruntung, kita bisa melihat sabuk tipis dari  galaksi Bima Sakti (Milky Way) dan galaksi Andromeda dengan syarat polusi lampu yang sedikit serta bulan berada pada fase mati.

Kepler-19c, Dunia Baru Yang Tak Terlihat

Apa jadinya kalau kita terlambat hanya 5 menit ? Bisa jadi kita sudah ditinggal pergi atau tidak lagi mendapatkan tiket pertunjukkan atau malah kehilangan pekerjaan. Akhirnya hanya sesal yang tersisa. Tapi kalau planet terlambat melintas 5 menit saja bukannya penyesalan yang di dapat, tapi justru membuat para astronom bahagia karena ia mengindikasikan ada sesuatu yang membuat dia terlambat datang. Artinya lagi… kemungkinan ada planet lain di dekatnya.