Kandidat Planet Kepler di Zona Laik Huni

Apakah Bima Sakti juga rumah untuk planet-planet berukuran Bumi lainnya? Apakah Bumi ini hanya sendiri? Apakah planet seukuran Bumi umum ataukah jarang? Inilah pertanyaan yang coba dicari jawabannya.Kali ini Kepler mencoba mengungkap hasil yang sudah ia dapatkan selama bekerja untuk mencari planet-planet baru di bintang lain.  Hasilnya?

Kepler saat ini mengoleksi setidaknya ada 68 kandidat planet seukuran Bumi dan 54 kandidat planet yang berada di zona laik huni.  Zona laik huni merupakan area dimana air dalam bentuk cair di permukaan planet masih bisa dipertahankan. Tak hanya itu, sebagian kandidat juga bisa jadi memiliki satelit dengan air berbentuk cair di permukaannya.  Lima kandidat di antaranya merupakan planet seukuran bumi dan mengorbit di zona laik huni bintang induknya.

Kandidat Planet yang dilihat Kepler sampai 1 Februari 2011. kredit : NASA/Wendy Stenzel

Kandidat Planet dari Potongan Kecil Angkasa
Nah, apa maksudnya dengan kandidat planet? Artinya obyek-obyek ini masih membutuhkan pengamatan lanjutan untuk mengkonfirmasi apakah mereka benar-benar planet atau bukan. Menurut William Borucki, “kami sudah menemukan 1200 kandidat planet, jumlah terbanyak yang pernah ditemukan sampai saat ini. Dan meskipun masih kandidat, namun sebagian besar akan segera dikonfirmasi sebagai planet di bulan dan tahun-tahun yang akan datang.”

Penemuan ini menambah jumlah kandidat planet yang diidentifikasi Kepler menjadi 1235. Di antaranya 68 merupakan planet berukuran Bumi, 288 Super Bumi, 662 berukuran Neptunus, 165 berukuran Jupiter dan 19 lebih besar dari Jupiter. Dari keseluruhan kandidat, 54 ditemukan di zona laik huni dan 5 diantaranya berukuran Bumi.  Sisa ke-49 kandidat planet di zona laik huni memiliki ukuran Super Bumi – dari 2 kali ukuran Bumi – sampai ke ukuran yang lebih besar dari Jupiter.  Penemuan tersebut merupakan hasil pengamatan 156000 bintang dari 12 Mei – 17 September 2009 lewat mata Kepler yang memiliki medan pandang 1/400 langit.

Kandidat planet yang dilihat Kepler berdasarkan ukuran. kredit : NASA/Wendy Stenzel

Fakta bahwa Kepler menemukan sedemikian banyak kandidat planet pada potongan angkasa yang sangat kecil menunjukkan betapa tidak terhitungnya jumlah planet yang mengelilingi bintang serupa Matahari di Bima Sakti.

Mengapa cuma potongan kecil angkasa yang bisa dilihat Kepler? Hal ini disebabkan oleh orbitnya yang tidak benar-benar sejajar. Ini tentu memberi indikasi masih ada jutaan planet yang mengorbit bintang di sekitar Matahari.

Dari bintang-bintang dengan kandidat planet, 170 diantaranya memberikan bukti keberadaan kandidat sistem multi planet yang salah satunya adalah Kepler-11, yang sudah berhasil dikonfirmasi memiliki setidaknya 6 buah planet.

Kandidat sistem multi planet yang ditemukan Kepler. Kredit : NASA

Tonggak sejarah dunia exoplanet
Penemuan menggembirakan lainnya menunjukkan betapa bervariasinya struktur dari planet yang sudah dikonfirmasi keberadaannya. Ada yang hanya memiliki kerapatan seperti stereofoam dan ada juga yang jauh lebih rapat dari besi. Sementara kerapatan Bumi berada di antara keduanya.

Apa yang ditemukan Kepler jelas merupakan tonggak sejarah baru yang akan memberi patokan bagi setiap misi exoplanet lainnya.  Kepler dalam tugasnya mendeteksi planet dengan mengukur perubahan kecerlangan bintang saat si planet melintas di depan piringannya atau yang dikenal sebagai sistem transit.

Untuk transit planet yang berada di zona laik huni bintang serupa Matahari, dibutuhkan 3 kali transit untuk bisa diverifikasi. Sementara transit planet seperti ini terjadi 1 kali dalam setahun sehingga diperkirakan butuh 3 tahun untuk menemukan dan memverifikasi keberadaan planet seukuran Bumi yang mengorbit bintang serupa Matahari.

Tim peneliti Kepler menggunakan teleskop landas Bumi dan Teleskop Spitzer di ruang angkasa untuk melakukan pengamatan lanjutan pada kandidat planet dan obyek lainnya yang ditemukan Kepler.  Bintang-bintang yang diamati Kepler berada di rasi Cygnus dan Lyra dan hanya bisa dilihat oleh teleskop landas Bumi saat tertentu ketika rasi ini tampak di malam hari pada kisaran musim semi sampai awal musim gugur.  Data dari observasi lands Bumi maupun Spitzer akan membantu untuk menentukan apakah si kandidat planet bisa disebut planet atau bukan.

Kepler akan melanjutkan misinya sampai bulan November 2012 untuk mencari planet berukuran Bumi termasuk yang mengorbit zona laik huni bintang dimana air dalam bentuk cair masih bisa dipertahankan di permukaan planet.

Misi di masa depan akan dibuat untuk mempelajari komposisi atmosfer planet untuk bisa menentukan apakah si planet mempertahankan kehidupan atau tidak. Yang pasti, misi lanjutan ini akan sangat bergantung pada keberhasilan Kepler untuk menemukan planet berukuran Bumi di zona laik huni sebagai sesuatu yang umum ataukah jarang.

Sampai saat ini sudah ada 15 exoplanet yang sudah dikonfirmasi Kepler termasuk diantaranya yang terkecil yakni Kepler-10b.

Di masa depan, akan semakin banyak data planet kecil di area sekitar laik huni untuk diteliti yang dibawa Kepler. Dan dalam satu generasi, manusia sudah dibawa Kepler untuk mengubah fiksi sains menjadi realita yakni membawa manusia mendekati mimpinya untuk menemukan kembaran Bumi di sudut lain di angkasa maha luas.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.