Pelatihan Teleskop “You Are Galileo” di Yogyakarta

Setelah melakukan acara pembagian dan pelatihan teleskop You Are Galileo di Jakarta, acara safari workshop “You Are Galileo! Project” pun berlanjut ke kota ke berikutnya yakni Yogyakarta.  Untuk itu, tim dari Jepang dan Bandung yang terdiri dari Fumi Yoshida (National Astronomical Observatory of Japan / NAOJ), Akira Hirai (NAOJ), Hiroko Komiyama (NAOJ), Evan Akbar (Observatorium Bosscha), Deva Octavian (Observatorium Bosscha), Endang Soegiartini (Astronomi ITB) dan Avivah Yamani (langitselatan) bertolak dari bandung ke kota pelajar Yogyakarta pada tanggal 23 Februari 2011.

Foto bersama para peserta workshop YAG. kredit : langitselatan

Di Yogyakarta, workshop “You Are Galileo! Project” dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2011 bertempat di Universitas Negeri Yogyakarta yang bertindak sebagai tuan rumah. Acara yang berlangsung sejak siang hari tersebut sangat menarik dan interaktif karena para guru yang berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya menunjukkan rasa ingin tahu yang sangat besar akan astronomi.

Acara workshop “You Are Galileo! Project” dimulai dengan pembukaan dari pihak Universitas Negeri Yogyakarta dan Observatorium Bosscha yang kemudian dilanjutkan dengan 2 kuliah umum dari Fumi Yoshida (NAOJ) mengenai apa yang terjadi di Bulan 3,8 milyar tahun lalu dan dilanjutkan dengan kuliah umum dari Endang Soegiartini yang memperkenalkan Observatorium Bosscha dan astronomi secara umum dalam hal ini. Endang mengajak peserta untuk juga mengenal alam semesta dari skala yang paling kecil yakni rumah kita sampai dengan alam semesta. Kedua kuliah tersebut menark perhatian para guru yang kemudian mempertanyakan berbagai hal yang terkait dengan materi kuliah.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, ada beberapa hal yang menarik. Kalau di Jakarta yang banyak bertanya adalah siswa dan para siswa menganggap astronom harus tahu segalanya, di Yogyakarta para guru pun memiliki pemahaman yang sama. Salah satu pertanyaan yang menarik adalah mengenai akhir hidup Matahari dan kaitannya dengan kehidupan di Bumi dan alam semesta. Intinya ada pendapat bahwa jika Matahari mati maka alam semesta pun ikut berakhir. Selain itu, masalah bagaimana memvisualisasikan lubang hitam juga dipertanyakan karena para guru menemui kesulitan untuk menjelaskan bagaimana si lubang hitam dalam sebuah gambaran pada siswa. Dan yang pasti, kekuatiran mengenai ledakan Matahari dan isu kiamat 2012 juga mengemuka.

Setelah beristirahat sejenak, para guru pun memulai pelatihan teleskop yang dipandu oleh Hiroko Komiyama dan Akira Hirai. Seperti halnya di Jakarta, di Yogyakarta ada 2 tipe teleskop yang dibagikan kepada para guru yakni teleskop 4 cm dengan perbesaran 15 x dan 35 x.  Sayangnya, acara uji coba teleskop yakni pengamatan langit malam lagi-lagi gagal dilakukan karena turun hujan yang cukup deras. Akhirnya acara pun ditutup dengan penyerahan cindera mata dari NAOJ dan Observatorium Bosscha.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.