Hartley-id dan Pertemuan dengan Wahana EPOXI

Di bulan Oktober, para pengamat langit berkesempatan untuk menikmati indahnya komet Hartley 2 kala ia mengalami pertemuan terdekat dengan Bumi. Tak hanya itu, wahana Deep Impact/ EPOXI juga berencana akan bertemu dengan inti komet tersebut di bulan November.

Akan tetapi, tampaknya ada kemungkinan lain bagi para pengamat langit untuk menikmati hujan meteor dari komet Hartley 2 atau yang diberi nama hujan meteor Hartley-id. Pertanyaannya mungkinkah komet Hartley 2 menghasilkan hujan meteor? Tampaknya tidak. Namun, hasil pengamatan sepertinya memberi cerita berbeda.

Hujan Meteor Hartley-id

Tanggal 16 Oktober, pasangan kamera NASA yang melakukan survei menangkap bola api asing yang melintasi langit di atas Alabama dan Georgia. Bola api trsebut tampak cerlang, perlahan dan selintas mirip dengan bola api yang melintasi Canada bagian timur 5 jam sebelumnya.

Bola api di Canada dilihat oleh kamera survei langit yang dioperasikan oleh University of Western Ontario. Karena kejadian tersebut direkam oleh beberapa kamera, maka sangat dimungkinkan untuk melakukan perhitungan posisi sekaligus penelurusan orbit sebelum terjadi tabrakan dengan Bumi.

Bola api yang berasal dari Komet Hartley 2 yang dilihat dari Amerika dan Canada. kredit : NASA Science

Hasilnya, orbit kedua bola api itu sangat mirip dan tampanya berasal dari induk yang sama. Dan sumber itu tampaknya adalah Komet Hartley 2 yang berada 17,7 juta km. Dengan demikian jika memang akan terjadi, hujan meteor dari komet Hartley 2 akan menabrak atmosfer Bumi pada kisaran tanggal 2 dan 3 November 2010 dengan kecepatan yang relatif lambat seperti kedua bola api yang terlihat pada tanggal 16 Oktober 2010.

Pada tanggal 20 Oktober, komet Hartley 2 memang mengalami pertemuan terdekat dengan Bumi namun tidak berarti itu adalah saat dimana hujan meteornya mengalami puncak.  Komet yang sudah menjelajahi angkasa selama ribuan tahun ini, tentunya sudah memilki awan debu yang jauh lebih besar dari kometnya sendiri.

Dengan adanya tekanan radiasi Matahari dan pertemuan dengan planet, awan debu pada komet pun menyimpang. Tidak banyak namun cukup untuk memberi tontonan hujan meteor.

Jika hujan mteor Hartley-id terjadi, ia akan tampak muncul dari rasi Cygnus si Angsa, dan hanya tampak bagi para pengamat di langit utara setelah matahari terbenam di awal November.

Terbang Lintas Deep Impact

Komet Hartley 2 yang dipotret dari Bandar Lampung. Foto : Jeff Teng

Setelah memberi suguhan hujan meteor bagi pengamat di Bumi,  pada tanggal 4 November 2010 jam 13:50 UTC atau 20:50 Wib, wahana ruang angkasa Deep Impact/ EPOXI akan melakukan terbang lintas  dengan komet Hartley 2. Terbang lintas tersebut akan dilakukan dari jarak 700 km.

Terbang lintas yang akan dilakukan wahana Deep Impact dengan Hartley 2 akan menjadi kali kedua wahana tersebut bertemu dengan komet dalam terbang lintas.  Dalam misi kali ini Deep Impact tidak akan menabrakan wahana penabraknya ke inti komet seperti yang ia lakukan saat bertemu komet Tempel 1.

Dalam pertemuan dengan Hartley 2, Deep Impact yang saat ini dikenal sebagai EPOXI, akan mengumpulkan dan mengirimkan data Hartley 2 dengan menggunakan kamera spektrometer dan instrumen lainnya.

EPOXI dan DIXI

Setelah selesai dengan tugasnya untuk mengirim wahana penabrak ke Komet 9P/Tempel pada tahun 2005. Setelah misi tersebut selesai, misi wahana Deep Impact diperpanjang dengan nama DIXI atau Deep Impact Extended Investigation dengan target untuk melakukan terbang lintas dari jakar 700 km dengan Komet Boethin, di tahun 2007.

Akan tetapi, para astronom tidak dapat menemukan lokasi komet Boethin yang tampaknya sudah hancur berkeping-keping sehingga terlalu lemah untuk diamati. Akibatnya, orbit komet Bothein tidak dapat diperkirakan dengan tepat untuk melakukan terbang lintas.

Target pun diubah yakni untuk mendekati komet Hartley 2 di bulan November 2010, sekaligus memperpanjang misi wahana Deep Impact selama 2 tahun.

Saat ini wahan Deep Impact dikenal dengan akronim EPOXI yang berasal dari gabungan akronim DIXI dan Extrasolar Planet Observation and Characterization atau EPOCh menjadi EPOXI (Extrasolar Planet Observation and Deep Impact Extended Investigation).

Misi EPOCh dilaksanakan pada periode Januari – Agustus 2008, saat wahana tersebut mengamati planet di bintang lain. Setelah misi EPOCh selesai, EPOXI melanjutkan misi DIXI dengan mendekati komet Hartley 2.

Sumber : Planetary Society, NASA Science

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.