fbpx
langitselatan
Beranda » Pelatihan Guru-Guru IPBA Se-Asia Tenggara dalam SEAMEO QITEP in Science

Pelatihan Guru-Guru IPBA Se-Asia Tenggara dalam SEAMEO QITEP in Science

Pada tanggal 13-26 Juli yang baru lalu, Indonesia menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di Asia Tenggara, melalui pusat regional SEAMEO (South East Asia Ministry of Education Organization/Organisasi Mentri Pendidikan Asia Tenggara), dalam bidang Matematika, Bahasa dan Sains.

South East Asia Ministry of Education Organization/Organisasi Mentri Pendidikan Asia Tenggara. Kredit : Nggieng
South East Asia Ministry of Education Organization/Organisasi Mentri Pendidikan Asia Tenggara. Kredit : Nggieng

Program yang dilaksanakan oleh SEAMEO tersebut dinamai SEAMEO QITEP (Quality Improvement of Teachers and Education Personel) in Science, Mathematics and Language, diluncurkan di Jakarta pada Senin 13 Juli 2009 yang lalu, oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, beserta perwakilan dari SEAMEO.

Pelatihan QITEP bidang sains dilaksanakan di Bandung, dengan tema unggulan: “Sun-Planetary Interaction” (interaksi Matahari-keplanetan), yang ditujukan untuk memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Matahari, yang juga sebagai bintang, berinteraksi dengan planet-planet dalam Tata Surya, serta dinamikanya. Oleh karena itu, pada waktu pelatihan, materi yang diajarkan semuanya adalah materi dasar mengenai bintang, Matahari, dinamikanya, pengamatannya serta pengolahan data & analisanya. Tenaga pengajar yang memberikan pelatihan adalah profesional yang menekuni bidang-bidang terkait, seperti astronom, pakar Fisika Matahari, Atmosfer atas, Geomagnetik, dari dosen-dosen sampai peneliti-peneliti dari institusi terkait.

Ada 30 peserta tenaga guru dan pengajar yang mengikuti pelatihan ini, terbanyak dari Indonesia, serta dari perwakilan guru-guru di Asia Tenggara. Selama dua minggu mereka mengikuti perkuliahan, sambil melakukan praktek pengamatan, di Observatorium Bosscha dan di Stasiun Pengamat Dirgantara LAPAN, Tanjungsari, Sumedang.

Suasana belajar di dalam kelas. Kredit : Nggieng
Suasana belajar di dalam kelas. Kredit : Nggieng

Kendati interaksi Matahari-keplanetan adalah ilmu dasar, tetapi belum banyak disentuh secara mendalam dalam kurikulum pendidikan, baik di Indonesia, maupun di tingkat Asia Tenggara, oleh karena itu, pelatihan ini menjadi batu pijakan agar ilmu pengetahuan ini bisa lebih diserap dalam pendidikan, di masa yang akan datang, dan pada akhirnya pengembangan ilmu pengetahuan Matahari-keplanetan bisa memberikan sumbangan nyata pada masyarakat.

Pengajaran yang hanya dua minggu tentulah akan sangat kurang untuk menyampaikan berbagai aspek dalam ilmu pengetahuan tersebut, tetapi diharapkan, guru-guru dan tenaga pengajar yang telah mengikuti pelatihan tersebut dapat menyerap hal-hal yang sangat mendasar, dan dapat menurunkannya kepada siswa-siswanya, sehingga, perlahan tapi pasti, kemampuan anak-anak bangsa di wilayah Asia Tenggara bisa meningkat, dengan makin menguasai pengetahuan akan alam semesta kita.

Avatar photo

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.

3 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • As a science teacher,I am very interested to have such important training like that.
    But how to apply it ?

    Please kindly contact me if you have such information like that.

    • Dear Mr.Sudarman, there will be another training, you can check langitselatan for update. Perhaps, you can leave your personal msg to the administrator of this site, so, in due time you can have further information about another training.