Pertemuan Astronom Asia Tenggara di Malaysia

Pada 17-18 Desember 2013 yang baru lalu, bertempat di Kantor lembaga ANGKASA Malaysia, Banting, Selangor, Malaysia berlangsung pertemuan SEAAN yang ke-5. SEAAN, South East Asian Astronomy Network, atau “Jaringan Astronomi Asia Tenggara” adalah sebuah jaringan kerjasama antar para ahli astronomi di negara-negara Asia Tenggara dalam upaya mengembangkan ilmu dan pendidikan astronomi di wilayah Asia Tenggara. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan ke-5, artinya semenjak pertama kali digagas, ini adalah pertemuan yang ke-lima kalinya. Dan apabila setiap pertemuan dilakukan setahun sekali, paling tidak sudah lima tahun kerjasama ini berjalan.

Suasana pada pertemuan bisnis berisi laporan kegiatan SEAAN.
Suasana pada pertemuan bisnis berisi laporan kegiatan SEAAN.

Apa saja yang telah dicapai dalam lima tahun perjalanan bagi astronomi di Asia Tenggara? Apa lagi yang diharapkan pada perkembangan astronomi di masa mendatang? Itu adalah sebagian dari materi pembahasan pada pertemuan tersebut, demikian juga membahas hasil-hasil penelitian terkini dari pegiat astronomi baik senior maupun yunior. Pertemuan berlangsung dalam suasana yang bersahabat dan kondusif, tidak ada batas antara senior-yunior, karena semuanya saling mendukung dan melengkapi dalam studi astronomi.

Dalam pertemuan dua hari tersebut, tidak hanya membahas hal-hal yang telah dicapai dalam kegiatan astronomi; salah satu yang menarik adalah proyek BIMA, sebuah proyek yang digagas para astronom muda dari Observatorium Bosscha & Program Studi Astronomi ITB. Proyek BIMA atau Eclipsing BInaries’ MiniMA Monitoring adalah sebuah proyek untuk melakukan pengamatan dan pengumpulan data dari Bintang Ganda Gerhana. Proyek yang awalnya dimulai dari kegiatan mahasiswa astronomi ITB telah menjadi proyek yang diadopsi sebagai kegiatan astronomi Asia Tenggara.

Proyek lain yang diusulkan agar dapat dikembangkan pada kegiatan astronomi di Asia Tenggara adalah upaya untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai meteorit yang jatuh di wilayah Asia Tenggara, kegiatan ini boleh diikuti oleh siapapun yang mempunyai minat pada meteorit.

ALMA, studi pada frontier dalam astronomi & astrofisika.
ALMA, studi pada frontier dalam astronomi & astrofisika.

Tidak kalah pentingnya, pada pertemuan tersebut juga disepakati pembentukan Kelompok Kerja baru SEAAN yang menangani Sejarah Astronomi, khususnya yang terjadi di wilayah Asia Tenggara.

Foto bersama peserta SEAAN ke-5 di kantor ANGKASA, Banting Malaysia.
Foto bersama peserta SEAAN ke-5 di kantor ANGKASA, Banting Malaysia.

Sungguh menjadi kerjasama yang menarik melihat perkembangan astronomi Asia Tenggara pada masa sekarang, dan diharapkan bisa menumbuh-kembangkan kegiatan astronomi di masa mendatang, astronomi adalah ilmu yang bisa mengatasi batas geografis, dan siapapun bisa terlibat; sampai jumpa pada pertemuan astronomi Asia Tenggara berikutnya, di Filipina, 2014!

Ditulis oleh

Emanuel Sungging

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.

Tulis komentar dan diskusi...