Ledakan Kehidupan Setelah Hujan Meteor

Bagaimana kehidupan di Bumi terbentuk?

Masa akhir Ordovician

Kalau sebelumnya sempat dibahas benih kehidupan di Bumi yakni asam amino, dibawa oleh meteorit CR Chondrites dari luar angkasa. Ternyata, ada berita baru yang menyatakan kalau ledakan kehidupan di Bumi terjadi setelah hujan meteor lebih dari 400 juta tahun lalu. Pada saat itu, meskipun Bumi diserang lebih dari 100 meteorit berukuran 1 km dalam waktu yang sangat singkat, ternyata kehidupan tidak hanya bisa diselamatkan tapi justru terus berkembang.

Rangkaian tabrakan meteorit tersebut terjadi sepanjang periode Ordovician, antara 490 – 440 juta tahun lalu. Memang kehidupan yang ada belum seperti kehidupan yang kita kenal sekarang, namun saat itu sudah ada makhluk hidup di darat dan organisme juga sudah mulai berevolusi untuk bisa hidup dalam ceruk di lautan. Tampaknya, ketidakteraturan pada sabuk asteroid 470 juta tahun lalulah yang mengirimkan ratusan batuan angkasa keluar dari orbit normalnya menuju Bumi.

Pemusnahan besar-besaran oleh meteorit

Setelah beberapa juta tahun, lebih dari 100 meteorit besar yang telah terpisah-pisah kemudian menyerang Bumi, dan membalut Matahari dalam debu. Tumbuhan yang lapar akan Matahari akahirnya mati dan rantai kehidupan yang bergantung pada tumbuhan pun putus. Tapi secara mengejutkan, kehidupan justru berkembang pesat setelah periode tersebut. Tumbuh dan berevolusi kedalam bentuk yang baru dan lebih menarik.

Para peneliti dari Universitas Copenhagen dan Universitas Lund, bersama-sama mengumpulkan contoh kimia dari meteorit, fosil dan juga mempelajari beberapa kawah di Swedia. Kawah Lockne adalah salah satu kawah yang juga diteliti, terletak di utara Swedia dengan diameter 75 km. Penelitian yang dilakukan menunjukan adanya bukti kehidupan yang berkembang pada lapisan lebih baru dibanding lapisan yang mengandung sisa serangan meteorit.

Masa setelah pemusnahan besar-besaran.

Dengan adanya ledakan kehidupan tersebut, bisa dikatakan evolusi biologis mendapat bantuan besar dalam waktu relatif singkat. Contoh kasus, letusan gunung berapi atau kebakaran hutan yang besar, pada awalnya akan membawa pengaruh kerusakan yang sangat besar pada kehidupan. Namun dari abunya muncul fauna yang lebih kaya dari yang ada sebelumnya.

Awal tahun ini, paleontologis menyatakan kalau kehidupan bisa kembali muncul dengan cepat setelah kejadian pemusnahan besar-besaran, namun dibutuhkan waktu yang panjang untuk bisa mengembalikan keanekaragaman kehidupan. Karena itu, setelah sebagian besar kehidupan tersapu oleh asteroid, kecoa, lipas maupun hewan berkerat seperti tikus yang mengambil alih. Tapi butuh beberapa tahun sebelum kekayaan ekosistem bisa kembali dengan kupu-kupu, jerapah atau yang lainnya.

Sumber : Universe Today, Nature Geoscience

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.