Hari Asteroid: Berkenalan Dengan Batu dari Langit

PBB menetapkan tanggal 30 Juni sebagai Hari Asteroid Internasional. Tujuannya untuk memperkenalkan asteroid pada masyarakat. Bukan hanya dari segi keilmuan tapi juga meningkatkan kesadaran akan bahaya asteroid bagi bumi.

NEA yang (Konon Katanya) Mengancam Kehidupan di Bumi

Masih ingat karya Hollywood yang menggugah minat kita dulu? Deep Impact dan Armageddon, dua film sci-fi ini membuka mata kita kalau sesuatu di luar Bumi mengancam kehidupan umat manusia (lupakan perang saudara, invasi militer, wabah penyakit, bencana alam sekelas tsunami yang melanda Aceh!). Asteroid sebesar 1 km digambarkan bisa menyebabkan kerusakan sedemikian parahnya. Bayangkan apa yang akan terjadi kalau planet kecil menubruk bumi? Siapkah kita menghadapinya?

Menguak Teka Teki Meteorit Yang Menabrak Bumi

Selama beberapa tahun terakhir ini, astronom menghadapi sebuah teka teki. Sebagian besar asteroid yang mendekati Bumi ternyata hanya sebagian kecil yang cocok dengan meteorit yang sering menghantam planet kita ini. Meteorit dan asteroid memang memiliki keterkaitan yang kuat, karenameteorit adalah pecahan dari asteroid yang menghantam sebuah planet. Perbedaan keduanya sangat sulit untuk dijelaskan, namun tim peneliti dari MIT dan institusi lainnya berhasil menemukan jawaban atas teka teki yang dihadapi itu.

Asal Usul Meteorit Mulai Terkuak

Saat melakukan pengamatan dengan teleskop GEMINI, 2 astronom asal Brazil dan Amerika berhasil menemukan asteroid yang mirip dengan “ordinary chondrite” (chondrite umum) untuk pertama kalinya. Maksutnya meteor tersebut merupakan meteor yang umum ditemukan di Bumi, namun masih belum bisa diketahui asal usulnya karena berbagai proses geologi yang terjadi setelah asteroid tersebut terlontar dari tempat asalnya.

Berapa Besar Tabrakan Meteorit?

Jutaan tahun lalu, tepatnya 65 juta tahun lalu, meteor berjatuhan di Bumi dan menyebabkan terjadinya kepunahan massal. Meteorit-meteorit yang menghujani Bumi itu berdiameter 4 – 6 km. Tapi, apakah kita bisa mengetahui frekuensi akibat tabrakan di Bumi dari ukuran meteor? Tentu saja bisa. Kali ini, para ilmuwan mencoba teknik baru dalam menentukan ukuran dan frekuensi meteorit yang telah menabrak Bumi.

Sakit Misterius Setelah Meteorite Menghantam Peru

Sebuah objek yang diduga meteorite jatuh di Puno, Peru tak jauh dari Bolivia akhir pekan lalu (15 Septemebr 2007-red). Diberitakan akibat dari mendaratnya meteorite tersebut, masyarakat di selatan Peru mengalami gangguan kesehatan. Masyarakat setempat dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti migrain, pusing, dan muntah-muntah setelah melakukan kontak terdekat dengan benda yang jatuh tersebut. Selain itu, tujuh polisi yang mengumpulkan contoh dari objek tersebut juga mengalami sakit misterius, dan harus diberi oksigen sebelum dibawa ke rumah sakit.