Benarkah Ada Meteorit Jatuh di Bali ?

Pagi ini masyarakat di area persawahan desa Sukawati, Gianyar, Bali dikejutkan dengan keberadaan kubangan sebesar 1 meter dengan kedalaman 30 cm. Diperkirakan ada sebuah benda yang jatuh dari langit dan menghantam daerah persawahan tersebut sehingga menimbulkan kubangan sedalam 30 cm.

Ilustrasi tabrakan meteor
Dari pengakuan warga, tampaknya mereka melihat ada cahaya yang turun dari langit pada tanggal 1 januari, namun tidak mereka hiraukan. Selain itu masih menurut warga, terdengar ada ledakan dini hari tadi dan menduga ledakan tersebut sebagi pemicu terbentuknya kubangan. Ledakan tersebut juga awalnya dianggap sebagai ledakan petasan. Namun pagi ini diperkirakan benda tersebut adalah sebuah objek langit yang jatuh ke Bumi dan dikenal sebagai meteorit.

batuan yang ditemukan di Bali. kredit gambar : SCTV
Dari hasil olah TKP kepolisian setempat, ditemukan 3 buah batuan kecil dengan tekstur mirip batu apung di dalam kubangan tersebut. Apakah batuan ini benar meteorit? Tentu saja penelitian lanjutanlah yang akan membuktikannya. Saat ini batu-batu tersebut dibawa ke ahli geologi untuk diteliti. Kalau benar itu sebuah meteor, tentu akan menarik untuk mempelajari kandungan batuan tersebut. Dari kubangan atau kawah yang terbentuk memang terlihat merupakan akibat dari hantaman meteorit yang sampai ke Bumi.

Bagi kalangan astronom, meteor adalah hal biasa yang terlihat di langit malam. Kadang objek tersebut masuk dalam atmosfer Bumi dan lolos sampai di permukaan Bumi. Jatuhnya meteorit tersebut memang sering menimbulkan ledakan. Tak heran karena objek meteorit tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi dan kemudian menumbuk permukaan Bumi. Batu meteorit yang ditemukan tak lama setelah jatuh digolongkan dalam kategori finds.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.