Rhea, Satelit Pertama Yang Memiliki Cincin

Ternyata tidak hanya planet yang memiliki cincin, satelit pun bisa. Cincin pertama pada satelit tersebut ditemukan di Rhea satelit terbesar kedua Saturnus. Penemuan ini ditemukan oleh Cassini, pesawat ruang angkasa milik NASA yang sedang menjelajahi Saturnus. Ia melihat adanya bukti materi yang mengorbit Rhea.

Rhea, salah satu satelit Saturnus. Kredit : New Scientist
Rhea, salah satu satelit Saturnus. Kredit : New Scientist

Pita serpihan debu dan sebuah cincin setidaknya berhasil dideteksi oleh instrumen Cassini yang didesain khusus untuk mempelajari atmosfer Saturnus dan partike-partikel yang ada di sekeliling satelitnya. Rhea memiliki diameter 1500 km dan menjadi satelit pertama yang memiliki cincin, padahal selama ini yang diketahui memiliki cincin hanyalah planet.

Piringan debu yang mengelilingi Rhea tersebut berukuran beberapa ribu mil dari ujung ke ujung. Partikel yang membentuk piringan dan juga cincin di Rhea diperkirakan berukuran sebesar kerikil sampai batu karang. Sebagai tambahan, disana terdapat juga awan debu yang lebarnya sampai 5900 km dari pusat satelit, dan hampir mencapai 8 kali radius Rhea.

Penemuan ini, sama seperti penemuan planet di bintang lain atau penemuan bulan di asteroid, juga memberikan nuansa baru dan pemahaman baru mengenai cincin disekitar satelit.

Semenjak penemuan cincin tersebut, para ilmuwan Cassini melakukan berbagai simulasi numerik untuk melihat apakah Rhea mampu menahan cincinnya. Model yang dihasilkan menunjukan medan gravitasi Rhea yang dikombinasikan dengan orbitnya yang mengelilingi Saturnus, bisa mempertahankan cincin yang terbentuk disekelilingnya untuk waktu yang lama.

Penemuan tersebut dilihat Cassini saat melakukan flyby di Rhea bulan November 2005. Keberadaan serpihan-serpihan disekeliling satelit memang bukan hal asing karena adanya hujan debu yang secara konstan menghantam satelit-satelit Saturnus. Cincin di Rhea diperkirakan merupakan sisa-sisa tabrakan asteroid dan komet di masa lalu. Tabrakan yang terjadi saat itu memang berpotensi meninggalkan sejumlah besar gas dan partikel padat disekeliling Rhea. Satelit Saturnus yang lain, Mimas, juga menunjukan bukti adanya tabrakan yang menyebabkan kehancuran yang hampir mengoyak satelit tersebut.

DUlu orang mengira Saturnus adalah satu-satunya planet yang memiliki cincin, dan sekarang justru kita kembali dikejutkan kalau satelit pun bisa memiliki cincin. Saturnus dan satelit-satelitnya seperti sebuah miniatur Tata Surya buat kita.

“Keanekaragaman yang ada di Tata Surya memang tak akan pernah berhenti untuk membuat kita takjub”, kata Candy Hansen dari Jet Propulsion Laboratory NASA.

Sumber : NASA JPL

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.