Misi Artemis II sukses ke Bulan dan kembali ke Bumi! Babak kedua perjalanan manusia kembali ke Bulan telah dimulai.

Setelah 54 tahun alias lebih dari setengah abad pendaratan manusia di Bulan pada tahun 1972 dalam misi Apollo 17, akhirnya, misi Artemis II membawa kembali manusia ke Bulan. Belum mendarat di Bulan, tapi ini langkah persiapan untuk kembali menjejakkan kaki di Bulan dan bahkan membangun pangkalan di kutub selatan Bulan.
Pada 10 April 2026 pukul 20.07 EDT (11 April 2026 pukul 07.07 WIB), kapsul Integrity milik wahana Orion menyentuh Samudra Pasifik di lepas pantai San Diego. Di dalamnya, empat astronaut, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, kembali ke Bumi. Keempat astronaut ini telah sukses menyelesaikan perjalanan lebih dari 1,1 juta kilometer mengelilingi Bulan.
Kesuksesan Misi Artemis II ini menandai era baru penjelajahan manusia ke Bulan. Babak baru perjalanan antariksa dimulai kembali.
Rekor Baru: Terjauh dari Bumi

Misi Artemis II bukan misi pendaratan di Bulan. Tapi ini misi berawak pertama setelah lebih dari setengah abad misi Apollo berakhir. Misinya untuk terbang lintas di Bulan, mengayun di balik Bulan, dan kembali ke Bumi.
Keluar dari Bumi, ke-4 awak Integrity menembus ruang antara Bumi – Bulan. Ruang hampa yang pernah dilewati para astronaut misi Apollo akhirnya kembali dikunjungi manusia.
Tak sekedar berkunjung dan melakukan terbang lintas. Wahana Orion yang dijuluki integrity oleh ke-4 astronautnya juga memecah rekor perjalanan terjauh dari Bumi. Integrity mencapai titik terjauh dari Bumi pada jarak 406.771 kilometer pada tanggal 7 April 2026 pukul 06:02 WIB). Capaian ini membawa Artemis II jadi pemecah rekor jarak terjauh sebelumnya yang selama 56 tahun dipegang oleh misi Apollo 13 dengan jarak 400.171 km!
Pada jarak terjauh yang dicapai Orion, Bumi tampak selebar dua derajat atau empat kali Bulan Purnama yang tampak di Bumi. Bayangkan melihat Bumi dari jarak ini. Bumi yang seharusnya tampak besar dan raksasa buat kita manusia, tampak hanya sebesar empat kali ukuran Bulan Purnama. Dan Bumi semua benua, lautan, yang biasa kita tempuh berhari-hari atau berminggu-minggu bergantung transportasinya karena jarak yang jauh, tampak dekat dalam satu lingkaran sebesar 4 kali purnama. Di planet itulah, peradaban manusia berkembang. Bumi, si titik biru pucat yang dilihat Voyager dari Saturnus dan kali ini si planet biru dilihat para astronaut dari Bulan.
Berada pada jarak terjauh, para astronaut tentu saja melintasi juga jarak terdekat yang bisa mereka capai saat mengorbit Bulan. Kali ini mereka mendekati Bulan sampai jarak 6.545 km dari permukaan pengiring Bumi tersebut pada tanggal 6 April 2026 pukul 06:00 WIB.
Tujuh Jam di Balik Bulan

Selama perjalanan terbang lintas di Bulan ini, Artemis II melintasi sisi jauh Bulan selama 7 jam pada 6 April 2026. Inilah sisi Bulan yang tidak pernah tampak dari Bumi karena terkunci gravitasinya. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berotasi dan berevolusi mengelilingi Bumi sama panjangnya, dan hanya satu sisi Bulan yang selalu tampak dari kita di Bumi.
Kali ini para astronaut Artemis II mengunjungi sisi jauh Bulan dan tentu saja memotret pemandangan yang belum pernah kita lihat. Ini memang pengalaman tak terlupakan buat para astronaut sebuah catatan perjalanan yang untuk saat ini hanya beberapa orang yang pernah jadi saksi. Meskipun harus mengalami putus komunikasi total selama 40 menit, tapi semua terbayar saat melihat Bumi terbit di atas cakrawala Bulan. Para astronaut ini bergabung dengan astronaut-astronaut misi Apollo setengah abad lalu untuk menyaksikan si planet biru pucat dari kejauhan.
10.000 Foto
Ketika dulu misi Apollo berlangsung, setiap misi membawa beberapa kamera. Kali ini, misi Artemis II membawa 32 kamera, 15 kamera dipasang di wahana antariksa, dan 17 kamera lainnya digunakan kru untuk pemotretan selama perjalanan. Dan untuk memperoleh hasil potret yang indah, para astronaut ini melewati pelatihan fotografi secara khusus oleh fotografer profesional selama 20 jam. Tujuannya tentu saja agar para astronaut ini bisa juga bertindak sebagai fotografer handal di ruang angkasa.
Saat 7 jam terbang lintas, keempat astronaut bekerja bergantian memastikan tidak ada momen yang terlewat. Hasilnya: sekitar 10.000 foto mencengangkan dikirim dari Orion ke Bumi. Di antaranya foto-foto yang tak akan kita alami sendiri.
Foto-foto Bumi dari Bulan.
Bumi terbit dan terbenam

Pukul 18.41 EDT (7 April 2026 pukul 05.41 WIB), tepat tiga menit sebelum Integrity masuk ke balik Bulan, para astronaut mengabadikan momen Bumi terbenam (Earthset) di balik cakrawala Bulan. Sementara di latar depan, kawah Ohm tampak jelas dengan tepi berundak dan bagian dasar kawah yang khas. Selain itu juga adada aliran lava purba, dan retakan serta punggungan permukaan yang terbentuk saat Bulan perlahan berevolusi dari waktu ke waktu.
Sementara itu di sisi Bumi yang terang dilihat dari Bulan, tampak hamparan awan putih di atas kawasan Australia dan Oseania.

Foto berikutnya, tentu saja Bumi terbit (Earthrise). Bumi sabit biru-putih yang muncul di cakrawala. Foto Bumi terbit terbaru setelah sebelumnya dipotret oleh Apollo 8 pada tahun 1968.
Cekungan Orientale dan Kawah Vavilov
Terbang lintas ini juga punya target ilmiah. Ada sekitar 30 target ilmiah dalam misi ini. Salah satunya adalah cekungan Orientale, kawah selebar hampir 956 km, yang membentang di sisi dekat dan sisi jauh Bulan. Cekungan hasil tumbukan di permukaan Bulan ini usianya sekitar 3,8 miliar tahun.

Selama terbang lintas, awak misi Artemis II juga mengamati kawah-kawah tumbukan yang lebih muda di permukaan Bulan. Mereka juga menemukan kalau kawah-kawah kecil itu jauh lebih terang dari yang dibayangkan sebelumnya.
Menurut Christina Koch, “kawah-kawah ini seperti kap lampu dengan lubang-lubang kecil yang ditembus cahaya, begitu terang dibandingkan bagian Bulan yang lain.”
Melihat Bulan dari jarak dekat, tentu saja memberikan kesan yang berbeda dibanding melihat Bulan dari Bumi.
“Ketika kita bisa melihat Bulan dari sudut pandang berbeda dan membandingkannya dengan rumah kita, Bumi, kita diingatkan betapa banyak persamaan yang kita miliki. Semua yang kita butuhkan, Bumi menyediakannya. Dan semua itu merupakan keajaiban yang baru bisa kita pahami saat melihatnya dari perspektif berbeda.” Christina Koch, Spesialis Misi Artemis II.
Saat terbang lintas di atas cekungan Orientale, para astronaut Artemus II melihat dua kawah kecil tanpa nama di barat laut cekungan tersebut. Mereka kemudian menamainya Integrity seperti julukan atau nama yang mereka berikan pada wahana Orion, dan Carroll, sebagai penghormatan pada almarhum istri Komandan Reid Wiseman.

Awak Artemis II juga memotret kawah Vavilov di tepi cekungan Hertzsprung yang menampilkan transisi antara material halus di dalam cincin pegunungan dengan medan lebih kasar di sekitar tepiannya, bayangan panjang di garis terminator mempertegas topografi yang selama ini hanya dikenal dari citra robotik.
Di ujung selatan sisi jauh Bulan, wahana Orion juga memotret dataran padat kawah di tepi timur cekungan Kutub Selatan-Aitken. Cekungan Kutub Selatan-Aitken merupakan kawah tumbukan terbesar dan tertua di Bulan yang membentang selebar 4.000 km! Kawasan ini bukan sekadar geologi purba: inilah lokasi yang diincar sebagai zona pendaratan misi Artemis berikutnya, di mana es abadi di kawah-kawah berbayang permanen di kutub selatan Bulan menyimpan air, dan mungkin petunjuk tentang bagaimana air pernah tiba di Bumi purba.
Gerhana Matahari Terlama

Kesempatan langka lainnya datang saat Orion, Bulan, dan Matahari, sejajar. Keempat astronaut ini berkesempatan menyaksikan Gerhana Matahari Total yang mustahil dialami dari permukaan Bumi.
Totalitas dengan durasi 54 menit!
Durasi ini tentu saja melampaui totalitas Gerhana Matahari Total di Bumi yang berlangsung beberapa menit saja. Salah satu gerhana terlama akan terjadi tahun 2027 dengan durasi hanya 6 menit.
Dalam perspektif astronaut Artemis II, Bulan tampak jauh lebih besar dibanding Matahari. Korona tampak lebih tipis, terang, dan membentuk halo di sekeliling Bulan. Di sisi kiri Bulan yang gelap, Venus tampak seperti noktah terang.

Selain gerhana, keempat astronaut ini juga menyaksikan enam kilatan meteoroid menghantam permukaan Bulan. Data ini bisa membantu para astronom memahami intensitas hujan meteoroid di kawasan kutub selatan Bulan, lokasi pendaratan misi Artemis di masa depan.
Selesai terbang lintas, tiba saatnya untuk kembali ke Bumi. Dalam perjalanan pulang, para astronaut punya kesempatan langka lainnya.

Memotret galaksi rumah kita, Bimasakti. Kali ini tanpa polusi cahaya. Tentu saja hasilnya juga lebih jelas dan tajam. Foto indah yang jadi penutup rangkaian dokumentasi visual dalam perjalanan ini.
Pulang ke Bumi

Terbang lintas selesai, wahana Orion pun kembali mengayun pulang ke Bumi. Perjalanan pertama manusia kembali ke Bulan telah sukses. Misi uji coba teknologi terkini sebelum manusia kembali mendarat di Bulan.
Tanggal 10 April 2026 pukul 20.07 EDT atau 11 April 2026 pukul 07:07 WIB, Integrity akhirnya menyentuh permukaan Samudera Pasifik. Perjalanan pulang ini pun sukses setelah menembus lapisan atmosfer dengan perisai panas wahana yang mampu menahan suhu hingga lebih dari 2.760 °C di permukaan luarnya.
Satu per satu, keempat astronot keluar dari kapsul dan menghirup udara segar di Bumi lagi dan langsung diterbangkan dengan helikopter ke USS John P. Murtha, untuk menjalani evaluasi medis pasca-misi.
Seperti yang dikatakan oleh Rob Navias, juru bicara NASA, “dari halaman-halaman karya Jules Verne hingga misi modern ke bulan, babak baru eksplorasi tetangga kita telah selesai. Para astronot Integrity telah kembali ke Bumi”.
Fakta keren

Misi Artemis II punya maskot berupa boneka kecil bernama Rise yang dirancang oleh Lucas Ye, anak berusia 8 tahun dari Mountain View, California. Boneka ini merupakan Zero-Gravity Indicator (ZGI) yang terinspirasi dari foto Bumi Terbit yang diabadikan awak Apollo 8. Boneka ini didesain Lucas untuk memperlihatkan Bulan mengenakan Bumi sebagai topi baseball.
















Tulis Komentar